Minggu, 29 Mei 2011

Menjawab Fitnah "75% Al-Qur'an menjiplak Bible"

Jika 75 persen Al-Qur`an itu menjiplak Bibel, berarti ada 5.000 ayat Al-Qur`an yang isinya sama dengan Bibel. Dapatkah kamu membuktikan adanya 5.000 ayat Al-Qur`an yang dituduh menjiplak Bibel itu? Kesimpulan seperti itui hanyalah isapan jempol belaka dan sangat tidak berdasar sama sekali, justru bertolak belakang 180 derajat dengan kenyataannya.

Memang ada beberapa persamaan antara Al-Qur`an dengan kitab-kitab sebelumnya, hal ini karena pada kitab-kitab terdahulu masih ada sisa-sisa wahyu Allah yang belum dimanipulasi. Tetapi, dalam banyak ayat, justru Al-Qur`an melakukan penghapusan (nasikh), pengujian (muhaiminan alaih) dan pembetulan/koreksi (mushaddiq) terhadap kitab-kitab terdahulu.
Sebagai mushaddiq (to correct), Al-Qur`an mengoreksi ayat-ayat yang sudah menyimpang jauh dari kebenaran Ilahi. Koreksi ini diperlukan karena kitab-kitab terdahulu yang ada saat ini sudah banyak dirubah dan disisipi.


(Qs. An Nisaa 46),
46. Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya[302]. Mereka berkata : "Kami mendengar", tetapi kami tidak mau menurutinya[303]. Dan (mereka mengatakan pula) : "Dengarlah" sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa[304]. Dan (mereka mengatakan) : "Raa'ina"[305], dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan : "Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami", tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.(Qs. An Nisaa 46)

sehingga kitab suci tersebut menjadi campur aduk antara yang haq dan yang batil

(Qs. Ali Imran 71).
71. Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil[203], dan menyembunyikan kebenaran[204], padahal kamu mengetahuinya?
Contoh koreksinya adalah Bibel kitab Roma 10:9 yang menyatakan bahwa Allah membangkitkan Yesus sebagai Tuhan. Ayat ini dikoreksi karena bertentangan dengan aqidah Tauhid (Qs. Al-Ma’idah 72-73). Taurat dalam Bibel mengisahkan Nabi Luth sebagai ayah bejat yang menghamili kedua puteri kandungnya (kitab Kejadian 19:30-38), dikoreksi Al Quran bahwa beliau adalah nabi Allah yang soleh dan mulia derajatnya (Qs. Al An’aam 86, Al Anbiyaa 74-75, Luth 133). Kesalahan Bibel yang mengisahkan Nabi Daud berzinah dengan isteri orang (II Samuel 11:1-27) dan Nabi Sulaiman dikisahkan sebagai lelaki yang rakus wanita, keduanya diralat Al-Quran dalam Shaad 30. Taurat dalam Bibel mengisahkan Nabi Nuh pernah minum anggur sampai teler dan telanjang bugil kelihatan anaknya (kitab Kejadian 9:18-27), dikoreksi Al-Quran dalam surat Ali Imran 33 dan Al Israa 3.

Tuhan kelihatan kaki-Nya (Keluaran 24:10), Tuhan kelihatan punggung-Nya (Keluaran 33:23, Tuhan mengerang kesakitan seperti perempuan hamil (Yesaya 42:14), Tuhan pelupa sehingga tidak ingat alas kaki-Nya ketika marah (Ratapan Yeremia 2:1), Tuhan seperti orang teler yang siuman dari mabok anggur (Mazmur 78:65), Tuhan mencukur (Yesaya 7:20), Tuhan mengaum (Yeremia 25:30), Tuhan bersiul (Zakharia 10:8) dan lain-lain. Ayat-ayat Alkitab (Bibel) yang melecehkan Tuhan tersebut tidak mungkin dibenarkan, tapi dengan tegas ditolak dan dikoreksi Al-Qur`an:
“Tidak ada sesuatu apapun yang serupa dengan Dia (Allah). Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Qs. As-Syura 11). “Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia (Allah)” (Qs. Al-Ikhlash 4).