Minggu, 29 Mei 2011

Menjawab Tudingan "Ayah Bunda Rasulullah SAW di Neraka"

Ketika Nabi pernah di tanya tentang nasib ayah dari seorang yang mati sebelum ia di utus sebagai Nabi, beliau menjawab:" Ayahku dan dan ayahmu di Neraka." Adapun hadistnya adalah sebagai berikut:
” dari Anas bin Malik bahwasanya seorang laki-laki berkata : Wahai Rasulullah di mana ayahku ? Nabi bersabda : ‘ di neraka’ . Ketika orang tersebut berpaling, Nabi memanggilnya lagi dan bersabda : ‘Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di an-naar (neraka)"(H.R Muslim).

Sabda Nabi yang mengatakan " Ayahku dan dan ayahmu di Neraka." adalah sebagai jawaban dari pertanyaan seorang mengenai nasib ayahnya yang meninggal di zaman Jahiliyah. Hadist tsb sepertinya dikatakan sebelum diturunkannya ayat 15 dari Surat Al-Isra, yaitu: "...dan Kami tidak akan meng'azab sebelum Kami mengutus seorang rasul."Nabi mungkin mengira (wallahu a'lam) bahwa setiap orang yang mati dalam kemusyrikan pasti akan di masukkan ke dalam Neraka, walaupun ia mati sebelum diutusnya seorang Nabi.
Ayat 15 dari surat Al-Isra itu sangat jelas menyatakan bahwa mereka yang hidup pada masa jeda (yakni masa tenggang di antara da orang Rasul) tidak akan diadzab akibat kekufuran mereka, seperti halnya kaum musyrikin sebelm diutusnya Nabi.

Adapun nasib mereka dan nasib orang-orang yang tidak menerima dakwah di zaman sebelum Nabi diutus, atau setelahnya, ataupun dizaman sekarang ini, semuanya telah dijelaskan dalam hadist Nabi yang menyatakan: Ayat 15 dari surat Al-Isra itu sangat jelas menyatakan bahwa mereka yang hidup pada masa jeda (yakni masa tenggang di antara da orang Rasul) tidak akan diadzab akibat kekufuran mereka, seperti halnya kaum musyrikin sebelm diutusnya Nabi.

Adapun nasib mereka dan nasib orang-orang yang tidak menerima dakwah di zaman sebelum Nabi diutus, atau setelahnya, ataupun dizaman sekarang ini, semuanya telah dijelaskan dalam hadist Nabi yang menyatakan: "Adapun golongan manusia yang akan mengajukan banding pada hari kiamat nanti, yaitu para penderita tuna runggu yang tidak dapat mendengar apa-apa, orang-orang yang dungu, orang-orang yang sudah tua renta, dan orang-orang yang meninggal pada masa jeda. Adapun banding orang yang tuna runggu adalah:"Ya Tuhanku, ketika agama Islam Engkau turunkan, aku adalah orang yang tidak dapat mendengar apa-apa." Sementara orang-orang dungu berkata: "Ya Tuhanku, ketika agama Islam Engkau turunkan, aku adalah seorang yang tidak dapat berfikir. Anak kecil saja berani melemparkanku dengan kotoran" Sedangkan para Tua Renta berkata:" Ya Tuhanku, ketika agama Islam Engkau turunkan, aku adalah seorang yang tidak dapat melakukan apa-apa." Dan orang-orang yang meninggal pada masa jeda berkata:" Ya Tuhanku, tidak ada Rasul yang datang kepada kami." Kemudioan mereka di perintahkan ntuk bersumpah, dan segala kepatuhannya mereka bersumpah satu-persatu. Lalu mereka diperintahkan untuk masuk neraka, (sebagian dari mereka patuh dan sebagian lainnya menolak). Mereka yang patuh dan segera masuk dalam ke dalam neraka, maka neraka itu akan di perintahkan untuk memberi kesejukan dan keselamatan kepada mereka. Sedangkan mereka yang menolak untuk masuk kesana, mereka akan ditarik paksa untuk masuk kedalamnya." (Kitab Shahih Al-Jami':881)

Wallahu a'lam.