Jumat, 16 Desember 2011

DISTORSI MATIUS 2 : IMANUEL ANAK "SANG PERAWAN"

Konon, Yusuf adalah seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya, Maria, di muka umum, karenanya, niatnya menceraikan Maria hendak dilakukan secara diam-diam. Namun, ketika ia mempertimbangkan niat itu, malaikat Tuhan nampak dalam mimpi Yusuf dan melarangnya menceraikan Maria, karena anak yang sedang dikandung Maria adalah dari Roh Kudus. Dikatakan malaikat dalam mimpi Yusuf, bahwa Maria akan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan menyelamatkan umatnya dari segala dosa mereka. Karenanya, malaikat Tuhan berpesan kepada Yusuf agar memberi nama Yesus kepada anak yang akan dilahirkan Maria itu. Matius memandang hal ini sebagai pemenuhan atas nubuat Perjanjian Lama. Narasi selanjutnya, dikutip di bawah ini (cetak biru ditambahkan):
1:22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel"—yang berarti: Allah menyertai kita.
Kutipan Matius di atas sesungguhnya diambil dari Kitab Yesaya berikut ini (cetak biru ditambahkan):
7:14 Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan dia Imanuel.
Dari perbandingan kedua kutipan ayat di atas, kita akan menemukan 4 persoalan prinsip, yaitu:
Pertama, kata "perempuan muda" dalam teks Yesaya, oleh Matius diubah menjadi "anak dara". Kenapa harus diubah? Perlu diketahui, kata "perempuan muda" dalam bahasa Ibraninya adalah "almah" yang bisa diterjemahkan sebagai "perempuan muda yang dalam konteks Yesaya bereputasi buruk seperti sundal atau pelacur". Sedangkan Maria adalah seorang perempuan suci yang masih perawan. Tampaknya Matius tidak benar2 menguasai budaya dan bahasa Ibrani, karenanya dia mengutip nubuat gagasannya dari Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani. Perbedaan mencolok ini memunculkan dugaan bahwa pengarang Matius bukanlah seorang Yahudi dari Palestina, apalagi seorang murid Yesus. Yang pasti, Matius ingin memaksakan gagasannya mengenai nubuat akan datangnya sang Juru Selamat dengan segala cara.
Kedua, nama "Imanuel" dalam teks Yesaya adalah nama anak tersebut sebenarnya yang akan dilahirkan oleh "almah". Sedangkan nama anak yang dilahirkan Maria adalah Yesus ("Yesus" sebenarnya merupakan bentuk Yunani dari kata Ibrani "Yeshua" atau "Joshua", yang berarti "Tuhan akan menyelamatkan"). Orang itu bukanlah Imanuel, tetapi nama orang itu adalah Imanuel. Nama "Imanuel" dan "Yesus" adalah nama 2 orang yang berbeda. Jika Yesaya 7:14 merupakan nubuat datangnya seseorang yang akan dilahirkan oleh Maria, seharusnya nama orang itu adalah Imanuel, bukan Yesus. Tetapi kenyataannya, Matius menyatakan bahwa nama anak yang dilahirkan Maria adalah Yesus (Matius 1:25). Jadi jelasnya, Yesus tidak sama dengan Imanuel! Dari sini, kembali dapat terlihat kegagalan Matius menyampaikan gagasannya. Matius seolah-olah telah membaca sebuah nubuat: "Jim akan menangkap bola", tetapi ketika "Bob yang menangkap bola", Matius secara tergesa-gesa dan tanpa malu-malu menyatakan bahwa "tangkapan Bob" merupakan pemenuhan atas nubuat tersebut, meski kedua orang tersebut adalah berbeda satu sama lain dan keduanya juga memiliki nama yang berbeda.
Ketiga, kata "ia" yang menunjuk kepada "almah" dalam teks Yesaya, diubah oleh Matius dengan kata "mereka" dalam kutipannya. Siapa saja "mereka" yang dimaksudkan Matius ini? Untuk apa merubahnya? Bukankah bertentangan dengan teks Yesaya? "Mereka" tidak lain adalah Maria dan suaminya, Yusuf. Sebaliknya, "ia" (almah) akan memberi nama sendiri kepada anak yang akan dilahirkannya, "Imanuel". Benar2 sudah jauh berubah!
Matius 1:21. Ia (Maria) akan melahirkan anak laki-laki dan engkau (Yusuf) akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.
Matius 1:25. tetapi (Yusuf) tidak bersetubuh dengan dia (Maria) sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.
Keempat, penerjemah versi Alkitab Indonesia mengubah huruf "d" (kecil) dalam teks Yesaya menjadi huruf "D" (besar) dalam teks Matius. Hal ini dilakukan untuk menguatkan dugaan pemenuhan nubuat yang dikarang oleh Matius agar seolah2 terpenuhi oleh Yesus, padahal teks Yesaya yang sebenarnya tidak memiliki hubungan sama sekali dengan kelahiran Yesus dari Maria. Nama Yesus adalah "Yesus", bukan "Imanuel" 
Wassalaam.