Minggu, 18 Desember 2011

SANG PENGHIBUR

Berikut pidato yesus di depan murid-muridnya ketika menjanjikan
Penghibur:
YOHANES:
14:25. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;

14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah
Kukatakan kepadamu.

14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

14:28. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bers ukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.

14:29 Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum ia terjadi, supaya kamu percaya,
apabila ia terjadi.

14:30 Tidak banyak lagi Aku berkata- kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku.

14:31 Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala
sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini. ”

16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;
LUKAS:

24:48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini. 24:49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa- Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi. “ Umat Kristen berkeyakinan bahwa yang dimaksud dengan  Penghibur”

dalam ayat2 Yohanes di atas adalah “ Roh Kudus”, salah satu unsur dari Trinitas. Mereka memahami ayat2 Yohanes di atas secara harfiah dan sepotong2 oleh karena pola pikir mereka yang sudah terbius oleh “ doktrin gereja”. Ayat2 Yohanes di atas tidak dapat ditafsirkan secara harfiah saja, tetapi
harus ditafsirkan s ecara utuh dan menyeluruh, bahwa “Penghibur itu tidak akan datang” jika Yesus tidak pergi. Tetapi Penghibur itu akan datang “setelah Yesus pergi”. Jika Penghibur itu datang, maka “ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman ”! Bahwa Penghibur itu juga “akan mengajarkan segala sesuatu dan akan mengingatkan akan semua yang telah dikatakan Yesus ”. Oleh karenanya, Yesus mengatakannya “ sebelum ia terjadi, supaya percaya, apabila ia terjadi”.
Adapun kata “Roh Kudus” sebagaimana tersebut dalam Yohanes 14:25 di atas, kemungkinan besar merupakan tambahan yang telah dilakukan oleh tokoh2 Gereja Kristen Awal untuk memberikan
persepsi bahwa seolah2 Penghibur itu adalah Roh Kudus, meski hal ini sesungguhnya bertentangan dengan konsep Roh Kudus itu sendiri. Lebih jelasnya lihat uraian di bawah ini. Siapakah “Penghibur” yang dimaksud ayat2 di atas? Lebih dari satu ayat Alkitabiah merujuk pada Roh Kudus yang telah
hadir di dunia selama zaman Raja Daud selama abad ke-11 dan 10 SM, serta menjadi sumber ilham dan wahyu Daud (Mazmur 51:11; Markus 12:36; Kisah Para Rasul 1:16; 4:25). Sama halnya, Roh Kuduslah yang konon menjadi sumber wahyu Yesaya (Kisah Para Rasul 28:25). Roh
Kuduslah yang konon mencerahkan
seluruh bangsa Israel sebelum
ramalan2 Yesaya dalam Perjanjian
Lama (Yesaya 63:10-11). Roh
Kuduslah yang konon memberikan
wahyu kepada Simeon di Yerusalem
selama abad2 pertama SM dan
Masehi (Lukas 2:25-26). Roh
Kuduslah yang memberikan wahyu
kepada Yohanes sang Pembaptis
(Lukas 1:15). Roh Kuduslah yang
memberikan wahyu kepada Elizabet,
Ibu Yohanes sang Pembaptis (Lukas
1:41). Roh Kuduslah yang memberi
wahyu kepada Zakaria, ayah
Yohanes sang Pembaptis (Lukas
1:67). Roh Kuduslah yang turun
kepada Maria, ibu Yesus (Lukas 1:35).
Roh Kuduslah yang memasukkan
ilham dan wahyu ke dalam diri
Yesus (Matius 1:20; 3:11; Markus 1:8;
Lukas 3:16,22; 4:1; 10:21; Yohanes 1:33;
Kisah Para Rasul 10:38).
Jelasnya, Roh Kudus sudah bekerja
di dunia umat manusia dengan
melaksanakan perannya sebagai
penyampai wahyu dan ilham jauh
sebelum peristiwa pengangkatan
Yesus!
Oleh karena sudah ditunjukkan
bahwa Roh Kudus telah hadir dan
aktif di dunia, yakni telah diutus oleh
Allah, sebelum Yesus dilaporkan
membicarakan sabda2 yang dikutip
di atas, satu2nya cara agar ayat2 di
atas memiliki makna konseptual
yang tepat adalah dengan
menafsirkan “Penghibur” dan “Roh
Kudus” sebagai 2 entitas yang
berbeda (tentang “Roh Kudus” klik di
sini).
Jadi, siapakah yang dimaksud
dengan “Penghibur” itu?
“Janji dari Bapa” adalah sang
“Penghibur”. Sang Penghibur akan
diilhami oleh, dan menerima wahyu
dari, Roh Kudus, dan wahyu itu akan
dikenakan pada dia yang
menerimanya dengan “kekuasaan
dari tempat tinggi”. Sayangnya, para
pengikut Yesus ketika itu mungkin
mengalami kesulitan dalam
mengenali sang Penghibur. Oleh
karenanya, Yesus harus
memperingatkan para pengikutnya
ini atas kedatangan sang Penghibur,
yang juga akan menjadi “penguasa
dunia ini”. Saya mengusulkan kepada
para pembaca Kristen bahwa
satu2nya pribadi setelah Yesus yang
bahkan secara samar bisa cocok
dengan identifikasi ini adalah Nabi
Muhammad SAW. Dalam hal ini,
untuk kepentingan pembaca Kristen,
mungkin sebaiknya dicatat bahwa
ayat dalam Yohanes 14 menyatakan
bahwa sang Penghibur adalah
seseorang “yang dikirim Bapa dalam
namaku”; dan Al-Qur’an berulang2
merujuk pada Yesus dan wahyu
yang dikirimkan kepadanya (QS.
2:87,136,253; 3:45-59;
4:157-159,163,171-172;
5:17,46,72-75,78,110-118; 6:85;
9:30-31; 19:19-35,88,93; 21:91; 23:50;
33:7; 42:13; 43:57-65; 57:27; 61:6,14).
[QS. 2:87. Dan sesungguhnya Kami
telah mendatangkan Al Kitab (Taurat)
kepada Musa, dan Kami telah
menyusulinya (berturut-turut)
sesudah itu dengan rasul-rasul, dan
telah Kami berikan bukti-bukti
kebenaran (mukjizat) kepada Isa
putra Maryam dan Kami
memperkuatnya dengan Roh Kudus.
Apakah setiap datang kepadamu
seorang rasul membawa sesuatu
(pelajaran) yang tidak sesuai dengan
keinginanmu lalu kamu angkuh;
maka beberapa orang (di antara
mereka) kamu dustakan dan
beberapa orang (yang lain) kamu
bunuh?]