Kamis, 09 Februari 2012

Terkuak Sudah! Paus Lecehkan Islam Karena 30 Pendeta VATIKAN Masuk Islam!!

Meski Paus VATIKAN Lecehkan Islam, 3220 Umat Kristiani KENYA Nyatakan Masuk Islam!!

Seorang jurnalis terkenal Arab Saudi, Isham Mudir yang dikenal memiliki hubungan yang sangat kental dengan mendiang da’i Islam terkenal, Ahmad Deedat, seorang Kristolog terkemuka menegaskan, statement-statement Paus VATIKAN, Benediktus XVI yang melecehkan Islam baru-baru ini dikeluarkan karena sejumlah besar pendeta di dalam VATIKAN yang mencapai 30 orang telah masuk Islam.!!??
Jurnalis Arab Saudi itu menjelaskan, para pendeta tersebut sekarang ini tengah disidang dan diinterogasi secara ketat guna diberikan sanksi dan pengusiran dari gereja. Demikian seperti yang dilansir Badan Penerangan Islam Internasional. Isham Mudir saat ini mengepalai sebuah Media Center yang membidangi manejemen dialog dengan barat dan pengenalan Islam. Lembaga ini didirikannya pada bulan Desember tahun 2005 pasca kasus pemuatan karikatur pelecehan terhadap Nabi SAW oleh sebuah media massa Denmark. Lembaga ini ia beri nama ‘Dar el-Bayyinah’.
Seperti diketahui, Paus VATIKAN telah menukil ucapan-ucapan pemimpin imperium Byzantium yang menyebut Nabi SAW sebagai orang yang datang ke dunia dengan kejahatan dan bertindak tidak manusiawi.!!??
Isham juga menyingkap, pasca kasus karikatur Denmark yang melecehkan Nabi SAW itu, dirinya telah meminta pemerintah Denmark untuk mempertemukannya dengan para redaktur surat-surat kabar dan pemimpin media massa di sana guna berdialog seputar karikatur tersebut namun permintaannya tersebut ditolak mentah-mentah.!! (ismo/AH)

Meski Paus VATIKAN Lecehkan Islam, 3220 Umat Kristiani KENYA Nyatakan Masuk Islam!!

Sekalipun berbagai pelecehan diarahkan pemimpin spitual Vatikan, Benediktus XVI baru-baru ini terhadap Islam, namun realitasnya, umatnya sendiri menganggap kosong ucapannya tersebut dan mereka dengan berbondong-bondong malah memeluk agama Islam.!!
Kenyatan pahit bagi sang paus tersebut terjadi di KENYA di mana sekitar 3220 penganut Kristen masuk Islam di tangan para Da’i jebolan fakultas Syari’ah dan Dirasat Islamiah yang dikelola oleh Lembaga Muslim Afrika.
Seperti yang dilansir kantor berita Islam, para ‘muallaf’ tersebut sebelumnya mengikuti training pengajaran agama Islam yang diadakan di kawasan timur Kenya, kawasan pantai dan kawasan tengah dan barat.
Sementara itu di tempat lain, tepatnya di kota Rafha, sebelah utara Kerajaan Arab Saudi, sekitar 143 orang menyatakan masuk Islam. Keislaman para muallaf yang terdiri dari berbagai kewarganegaraan itu dimeriahkan dengan sebuah pesta kehormatan untuk mereka. Mereka masuk Islam sepanjang tahun lalu. Di kota itu sendiri, sepanjang 4 tahun yang lalu telah masuk Islam sekitar 413 orang dari berbagai kewarganegaraan.
Yang lebih pantastis lagi adalah realitas yang terjadi di Mesir di mana disebutkan, perguruan tinggi Islam tertua, al-Azhar asy-Syarif setiap harinya menerima puluhan orang yang menyatakan masuk Islam dari berbagai kewarganegaraan. Mereka telah rela menjadikan Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad SAW sebagai Rasul.
Para pemeluk Islam baru tersebut menegaskan, di bawah naungan Islam mereka baru menemukan agama yang sesuai dengan tuntutan fitrah yang suci dan akal sehat. Islam-lah sesungguhnya agama perdamaian itu.!!
Seperti diketahui, pemimpin Vatikan telah menukil ucapan-ucapan pemimpin imperium Byzantium yang menyebut Nabi Muhammad SAW sebagai orang yang tidak datang ke dunia ini selain sebagai orang ‘jahat’ dan tidak manusiawi. Statement yang disampaikan di hadapan jema’at ini tak ayal menimbulkan ketersinggungan umat Islam di seantero dunia. Mereka menuntut paus untuk meminta ma’af secara terang-terangan sebelum mengajak berdialog. Hingga kini, polemik ini masih terus terjadi di mana sang paus kembali menunjukkan kesombongannya untuk tidak mau meminta ma’af bahkan menuding ada pihak yang telah memelintir ucapannya.!!?? (ismo/AS)
http://www.islamicnews.org.sa/en/search1.php?misc=search&subaction=showfull&id=1159119998&archive=&cnshow=news&start_fro

Mengoreksi Teologi ‘Kuli Bangunan’ Pendeta Sirait Yang Menyerang Al-Quran

SAMPAI saat ini, para teolog Kristen masih disibukkan dengan polemik keabsahan doktrin ketuhanan. Sampai saat ini, para pendeta belum tuntas berapologi tentang oknum dan kodrat Tuhan yang harus mereka ibadahi.
Bulan ini, Pendeta Rudy R Sirait, STh, MA, CE, berusaha membuktikan kebenaran doktrin ketuhanan Yesus dalam iman kristiani. Di majalahNarwastu Pembaruan edisi nomor 79 th 2010, ia menulis artikel berjudul “Penyangkalan Keilahian Yesus Kristus” (hlm. 48-49).
Untuk membuktikan keilahian Yesus, Pendeta Rudy Sirait mengemukakan analogi presiden dan kuli bangunan. Menurutnya, seorang presiden bisa menjadi kuli bangunan kalau dia mau, sedangkan kuli bangunan tidak akan bisa menjadi Presiden meskipun dia mau.
Dengan analogi ini, menurut Pendeta Sirait, kalau mau Allah bisa menjelma menjadi manusia. Tapi sebaliknya, manusia mustahil menjadi Allah meskipun dia mau. Sirait menulis sbb:
“Kalau seorang presiden mau menjadi kuli bangunan, mungkinkah itu dapat terjadi? Mungkin saja, kalau presiden itu mau. Tetapi kuli bangunan menjadi presiden tidak mungkin bisa, walaupun dia mau. Karena Allah berinisiatif untuk menjadi manusia, bisa saja atau mungkin saja itu dapat terjadi. Bahkan bila anda meragukan itu tidak mungkin dapat terjadi, maka anda sedang meragukan kemahakuasaan Allah. Allah menjadi manusia itu mungkin, tetapi manusia menjadi Allah itu tidak mungkin!”
Sekilas, analogi Pendeta Sirait ini memang nampak selaras dengan nas-nas Alkitab (Bibel) yang melukiskan Tuhan memiliki sifat makhluk yang bisa ditangkap dengan pancaindera. Bibel melukiskan Tuhan pernah mengerang, mengah-mengah dan megap-megap seperti perempuan yang melahirkan (Yesaya 42:13-14); Tuhan mengaum seperti singa (Hosea 11:10); Tuhan kelihatan kaki-Nya (Keluaran 24:10); Tuhan kelihatan punggung-Nya (Keluaran 33:21-23); Tuhan bersiul-siul (Zakharia 10:8); Tuhan bersuit-suit (Yesaya 5:25-26, 7:18).
….Untuk membuktikan keilahian Yesus, Pendeta Sirait mengemukakan analogi presiden dan kuli bangunan. Menurutnya, seorang presiden bisa menjadi kuli bangunan kalau dia mau, sedangkan kuli bangunan tidak akan bisa menjadi Presiden meskipun dia mau. Maka, kalau mau Allah bisa menjelma menjadi manusia…
Dalam kisah pembaptisan Yesus, Allah dilukiskan seperti burung merpati turun ke sungai Yordan (Matius 3:17; Markus 1:11 dan Lukas 3:22). Menurut Perjanjian Lama, Tuhan bosan menahan marah (Yeremia 15:6); Tuhan menjadi pelupa ketika murka  (Ratapan 2:1); Tuhan mengendarai kuda (Habakuk 3:8); Tuhan pilu hati menyesali rencana-Nya (Kejadian 6:5-6, Keluaran 32:14), dll. Perhatikan kutipan ayat-ayat berikut:
“Tuhan keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membukti­kan kepahlawanan-Nya. Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau me­ngerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap” (Yesaya 42:13-14).
“Mereka akan mengikuti Tuhan, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat” (Hosea 11:10).
“Berfirmanlah Tuhan: “Ada suatu tempat dekat-Ku, di mana engkau dapat berdiri di atas gunung batu; apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat. Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan” (Keluaran 33:21-23).
Rumusan teologi Pendeta Sirait ini sangat menggelikan jika diterapkan. Dengan alasan Tuhan Maha Kuasa, lalu diyakini bahwa Tuhan bisa menjelma menjadi manusia (dan apa saja) kalau Tuhan mau. Jika kemahakuasaan Tuhan dimaknai bahwa Tuhan bisa menjelma menjadi apa saja kalau Tuhan mau, apakah Tuhan bisa menjelma menjadi tikus, belatung, ulat, kecoak, orong-orong, nyamuk, cacing, cicak, kadal, laba-laba, tawon, kecebong, dan lain-lain kalau Tuhan mau karena Dia Maha Kuasa? Betapa rusaknya rumusan teologi ini.
Dalam pandangan Islam, teologi “kuli bangunan” buatan pendeta ini sangat batil. Memang Allah memiliki sifat “Al-Qadiir” (Maha Kuasa), tapi Allah juga memiliki sifat Maha Suci (Al-Quddus), Yang Maha Mulia (Al-Aziz), Maha Tinggi (Al-‘Aliy), Maha Besar (Al-Kabiir), Maha Bijaksana (Al-Hakiim), dsb. Dengan sifat-sifat yang maha sempurna itu, Allah menetapkan bahwa Dia tidak akan menyerupai makhluk-Nya (Laysa kamitslihi syay’un).
“Tidak ada sesuatu apapun yang serupa dengan Dia (Allah). Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Qs. As-Syura 11).
“Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia (Allah)” (Qs. Al-Ikhlash 4).
…Rumusan teologi Sirait ini sangat menggelikan. Jika kemahakuasaan Tuhan dimaknai bahwa Tuhan bisa menjelma menjadi apa saja kalau Tuhan mau, apakah Tuhan bisa menjelma menjadi tikus, belatung, ulat, kecoak, orong-orong, nyamuk, cacing, cicak, kadal, laba-laba, tawon, kecebong, dan lain-lain kalau Tuhan mau karena Dia Maha Kuasa? Betapa rusaknya rumusan teologi ini…
Jadi, meskipun Tuhan memiliki sifat Maha Kuasa (‘ala kulli syay’in qodiir), tapi Tuhan yang Maha Mulia dan Maha Suci tidak akan melakukan hal-hal naif seperti yang dikisahkan dalam Bibel: menjadi burung merpati, mengaum seperti singa, bersuit, bersiul, pilu hati, pelupa, bosan, dsb. Subhanallahi ‘amma yashifuun. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka sifatkan.
Inilah Akibatnya Jika Yesus Diimani sebagai Tuhan:
Dalam artikel “Penyangkalan Keilahian Yesus Kristus” Pendeta Rudy Sirait mengemukakan bahwa inti iman kristiani adalah iman terhadap keilahian (ketuhanan) Yesus Kristus. Karenanya, dosen beberapa Sekolah Tinggi Theologia ini menyimpulkan bahwa penolakan terhadap keilahian Yesus berarti penolakan terhadap inti iman Kristen.
Lantas Sirait mengomentari Al-Qur’an surat Al-Ikhlas yang dianggapnya sebagai penjegal doktrin keilahian Yesus. Tujuannya adalah untuk memahamkan doktrin ketuhanan Yesus kepada non Kristen, sesuai tulisannya:
“Semoga membawa berkat bagi umat Kristen dan membuka hati bagi yang non Kristen untuk mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang sejati.”
Selanjutnya, di bawah sub judul “Lam Yalid Walam Yulad,” Sirait menangkis ayat Al-Qur’an yang diklaim sebagai batu sandungan doktrin Kristen tentang ketuhanan Yesus. Ia menulis:
“Penyangkalan terhadap keilahian Yesus kerap kali dipakai melalui referensi Al-Qur’an, khususnya dalam Al-Qur’an Al-Ikhlas 112:3 yang menyatakan bahwa, “Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan.”
Seseorang yang membaca Al-Qur’an secara saksama tidak akan mengartikan salah tentang maksud ayat ini. Istilah “Anak Allah” jangan diartikan anak jasmani tetapi haruslah dipahami secara kiasan. Bukankah seorang murid memanggil gurunya dengan sebutan Bapak? Apakah gurunya itu adalah bapak kandungnya? Tentulah tidak! Kita sering mendengar istilah anak kunci, bukan? Bila ada anak kunci, apakah ada bapak kunci?”
Pendeta Sirait terlalu ceroboh membaca Al-Qur’an. Ayat tersebut tidak secara spesifik menyangkal doktrin Kristen, tapi menolak semua paham kafir yang meyakini Tuhan mempunyai Anak, baik anak secara kiasan maupun secara harfiah (anak biologis). Hanya orang kafir saja yang meyakini Tuhan punya anak:
“Orang-orang kafir berkata: “Allah mempunyai anak.” Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah…” (Qs. Al-Baqarah 116).
Ketika berusaha meyakinkan umat Islam agar mengimani ketuhanan Yesus, Pendeta Sirait mengemukakan doktrin Trinitas:
“Pertama-tama kita harus menyadari bahwa ajaran Kristen tentang pribadi Yesus tidak terlepas dari paham Tritunggal, yaitu: keberadaan Allah yang satu dalam substansi dan tiga dalam Pribadi (keesa-jamakan). Hal ini dikarenakan Sang Firman (anak) ialah Pribadi kedua dari Tritunggal (Yoh 1:1; 10:30) yang menjelma atau mengambil rupa manusia (Yoh 1:14; Flp 2:6-11), demi perwujudan keselamatan bagi manusia berdosa (Ef 1:7).”
…Kepalsuan doktrin Trinitas sudah diakui oleh para teologi Kristen sendiri. Satu-satunya ayat Trinitas, yaitu kitab 1 Yohanes 5:7-8, diakui kepalsuannya oleh para teolog Kristen…
Kepalsuan doktrin Trinitas sudah sering dijelaskan oleh ilmuwan Muslim, bahkan diakui oleh para teologi Kristen sendiri. Intinya, Trinitas bukan ajaran Yesus karena tak satu ayat pun yang menyatakan bahwa Yesus mengajarkan doktrin Trinitas. Satu-satunya ayat Trinitas, yaitu kitab 1 Yohanes 5:7-8, diakui kepalsuannya oleh para teolog Kristen.
William Barclay –teolog terkemuka asal Skotlandia yang dikukuhkan menjadi Gurubesar dalam bidang Biblical Criticism tahun 1969– bisa menunjukkan asal-usul kepalsuan ayat Trinitas itu. Dengan data-data yang valid, di­bukti­kannya bahwa orang pertama yang mengutip ayat itu adalah Priscillian, seorang bidat asal Spanyol yang meninggal tahun 385. Sisipan teks ayat itu berasal dari komentar atau catatan pada margin Alkitab yang dimasukkan secara resmi ke dalam Alkitab karena dianggap mendukung doktrin Trinitas (William Barclay, The Daily Bible Study: the Epistles of John and Jude, [edisi Indonesia:Pemahaman Alkitab Setiap Hari: Surat-surat Yohanes dan Yudas], hlm. 185-187).
…Kenapa tak satu ayat pun kitab suci yang menyatakan doktrin Trinitas, padahal akidah adalah ajaran terpenting dalam sebuah agama? Sementara cerita biasa tentang Yesus naik keledai saja diceritakan dalam empat Injil…
Ketiadaan ayat Trinitas ini lebih dari cukup untuk mempertanyakan keabsahan doktrin Trinitas. Kenapa tak satu ayat pun kitab suci yang menyatakan doktrin Trinitas, padahal akidah adalah ajaran terpenting dalam sebuah agama? Sementara cerita biasa tentang Yesus naik keledai saja diceritakan dalam empat Injil (Matius 21:7, Markus 11:7, Lukas 19:35, Yohanes 12:14).  Padahal kisah Yesus kelaparan lalu marah-marah dan emosional karena tidak mendapatkan makanan, dimuat dalam dua Injil (Markus 11:12-14 & Matius 21:18-19).
Apologi andalan Pendeta Sirait untuk mempertahankan doktrin keilahian Yesus adalah adi kodrati Yesus. Menurutnya, Yesus disebut Tuhan karena dalam pribadinya memiliki dua kodrat sekaligus, yaitu kodrat Ilahi dan kodrat Insani. Ia menulis:
“Yesus  adalah satu pribadi yang memiliki dua kodrat, yaitu Ilahi dan Insani. Kedua kodrat itu sama sekali tidak terpisah dan tidak terbagi, tidak bercampur dan tidak berubah. Yesus adalah Allah sejati (100% Allah) dan manusia sejati (100% manusia).”
Apologi ini justru menimbulkan masalah dan pertanyaan yang tak terjawab: mana sabda Yesus dalam Bibel yang menyebutkan “Yesus  100% Tuhan dan 100% manusia?”
Secara Alkitabiah, apologi Sirait itu sulit diterapkan. Alkitab banyak menceritakan perjalanan Yesus dari kelahiran hingga akhir hayatnya, misalnya:
Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes” (Matius 2:1).
“Dan ketika genap delapan hari dan Yesus harus disunatkan” (Lukas 2:21).
“Maka menangislah Yesus (Yohanes 11:35).
“Kemudian iblis membawa Yesus ke Kota Suci dan menempatkan dia di bubungan” (Matius 4:5).
Dan Yesus akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh” (Markus 10:34).
“Ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Yesus telah mati” (Yohanes 19:33).
Jika apologi Pendeta Sirait bahwa “Yesus adalah Allah yang sejati” itu diterapkan, maka nama “Yesus” pada ayat di atas bisa diganti dengan nama “Allah.” Mari kita coba:
Allah dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes” (Matius 2:1).
“Dan ketika genap delapan hari dan Allah harus disunatkan” (Lukas 2:21).
“Maka menangislah Allah (Yohanes 11:35).
“Kemudian iblis membawa Allah ke Kota Suci dan menempatkan dia di bubungan” (Matius 4:5).
Dan Allah akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh” (Markus 10:34).
“Ketika mereka sampai kepada Allah dan melihat bahwa Allah telah mati” (Yohanes 19:33).
…Keyakinan bahwa Yesus adalah Allah sejati, otomatis melahirkan konsekuensi iman bahwa Allah adalah oknum yang dilahirkan, disunat, menangis, dicobai iblis, diolok-olok, diludahi, dan dibunuh hingga mati…
Keyakinan bahwa Yesus adalah Allah sejati, otomatis melahirkan konsekuensi iman bahwa Allah adalah oknum yang dilahirkan, disunat, menangis, dicobai iblis, diolok-olok, diludahi, dan dibunuh hingga mati secara tragis. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Subhanallohi ‘amma yusyrikuun! [a ahmad Hizbullah/suara islam]

Kristen Tauhid (Unitarian): Aqidahnya Berbelit-Belit (1)

DI ANTARA jutaan gereja di dunia, Gereja Jemaat Allah Global Indonesia (JAGI) di Semarang, adalah yang paling tidak jelas bentuknya. Komunitas gereja ini menamakan diri sebagai Kristen Unitarian Indonesia (Indonesia Unitarian Christian). Dalam doktrinnya, mereka banyak mengutip ayat-ayat Bibel dan Al-Qur’an.
Bagaimana pandangan Islam dan Kristen tentang Kristen Tauhid alias Kristen Unitarian? Benarkah mereka bertauhid kepada Allah?
Dasar kepercayaan mereka adalah sbb: (1) Percaya kepada satu-satunya Allah yang benar yang disebut Bapa. (2) Percaya kepada Yesus Kristus, sebagai anak Allah, permulaan ciptaan, malaikat perjanjian, yang lahir dari perawan Maria, hidup tanpa dosa, mati disalib, dikuburkan dan dibangkitkan Allah, yang ditinggikan Bapa menjadi Tuan, Kristus dan Juruselamat, naik ke Surga dan akan datang kembali dalam kemuliaan.(3) Percaya kepada Alkitab, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dst.
Perbedaan mendasar Kristen Tauhid dibandingkan gereja Kristen umumnya adalah penentangan mereka terhadap doktrin tuhan Trinitas —Allah Bapa, Allah Anak, dan Roh Kudus. Ciri khas lainnya, mereka kebaktian bukan pada hari Minggu tapi Sabtu layaknya tradisi Kristen Adventis.
Ditilik dari penentangannya terhadap doktrin Trinitas, nampak jelas persamaan mereka dengan Kristen aliran Saksi Yehovah (Yehova’s Witnesses). Hampir seluruh argumen mereka bisa ditemukan dalam buku-buku Saksi Yehova, misalnya buku “Should You Believe in the Trinity” terbitan Wath Tower Bible and Tract Society.
Perseteruan antara Kristen Tauhid dengan Kristen yang lain begitu panas, karena Kristen Tauhid dalam situs resminya menantang dengan kalimat provokatif, “Tampaknya abad ini adalah masa “Runtuhnya” doktrin tua yang bernama “Trinitas (Tritunggal Maha Kudus)”. Wahai Trinitas, di mana sengatmu?! Wahai Trinitas di mana taring dan cakarmu?!
Padahal, di mata Kristen yang lain, Frans Donald dan para tokoh Kristen Tauhid lainnya dinilai terlalu awam untuk bicara teologi. Terbukti, dalam beberapa debat internal mereka, Frans Donald mati kutu tak berkutik. Keawaman teologi Kristen Tauhid itu pun mendapat kecaman yang keras dari para pendeta, penginjil, pengkhotbah, dosen dan para jemaat. Dalam polemik di berbagai diskusi, seminar maupun di media massa, Kristen Tauhid dicap dengan berbagai julukan sarkasme: orang bodoh, goblok, sok pintar, omong kosong, gila, tanpa otak, ngawur, tidak becus, tolol, dsb. Terhadap polemik Kristen lawan Kristen itu, kita umat Islam cukup menjadi penonton saja, tidak perlu berkomentar. Biarlah pertikaian itu jadi bagian dari perjalanan teologi mereka.
Satu hal membedakan Kristen Tauhid dengan Kristen Katolik, Protestan, Adventis maupun Saksi Yehovah adalah sikapnya terhadap Islam dan Al-Qur’an. Alih-alih mencari titik temu Islam dan Kristen supaya tidak berselisih lagi, mereka banyak memperalat ayat-ayat Al-Qur’an untuk mendukung doktrin agama baru mereka. Karenanya, dalam buku “Allah dalam Alkitab & Al Quran” dan buku “Kasus Besar Yang Keliru Ternyata Yesus Malaikat,” Frans Donald banyak mengutip ayat-ayat Al-Qur’an.
Dalam daftar doktrin Kristen Tauhid, tercatat bahwa mereka “percaya kepada Alkitab, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.” Artinya, mereka beriman kepada Alkitab, bukan Al-Qur’an. Maka, apapun dalihnya, pengutipan ayat-ayat Al-Qur’an itu dilakukan sekedar sebagai justifikasi terhadap keyakinan mereka. Kesimpulan ini tidak salah, mengingat ayat-ayat Al-Qur’an yang dikutip hanya ayat-ayat yang dianggap sesuai dengan doktrin mereka saja. Mereka hanya memperhatikan ayat-ayat yang cocok dengan seleranya, dan mengabaikan ayat-ayat yang tidak cocok, bahkan menyelewengkan ayat tersebut.
Ayat-ayat Al-Qur’an yang dianggap cocok dengan selera Kristen Tauhid misalnya, surat Al-Baqarah 5. Frans Donald menyebut ayat ini sebagai sabda Nabi Muhammad SAW. Menyebut Al-Qur’an sebagai sabda nabi, membuktikan bahwa Frans tidak memiliki wawasan Islam sama sekali. Jika Frans seorang peneliti, seharusnya dia bisa membedakan antara Firman Allah yaitu Al-Qur’an dan sabda Nabi Muhammad yaitu hadits.
Upaya Frans Donald untuk mempertemukan teologi Islam dan Kristen dengan cara mensintesakan ajaran Kristen Tauhid dengan ajaran agama Islam yang dianut oleh sebagian besar warga Indonesia, bisa dipastikan akan berujung di jalan buntu. Karena adanya perbedaan kitab suci keduanya, mustahil dipertemukan. Misalnya, doktrin Kristen Tauhid percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat yang mati disalib sesuai dengan ayat-ayat Alkitab. Padahal Al-Qur’an secara tegas menyatakan Nabi Isa (Yesus) sama sekali tidak mati disalib (Qs. An-Nisa 157).
Kontradiksi Al-Qur’an dan Bibel dalam hal penyaliban ini tidak mungkin dipertemukan maupun disintesakan. Secara ilmiah, kita hanya bisa memilih salah satu kitab suci sebagai dasar keyakinan.
Ayat Al-Qur’an yang menyangkal tudingan penyaliban Yesus itu tidak memiliki kontradiksi apapun dengan ayat yang lain. Sementara Bibel yang menyatakan Yesus mati disalib, diwartakan dalam dua ayat saja, yaitu Injil Markus dan Injil Yohanes. Injil Markus 15:25 menyebutkan, Yesus disalib pada jam sembilan pagi, sementara Injil Yohanes 19:14 menyatakan bahwa sampai pada jam dua belas siang Yesus belum disalib.
Perbedaan Al-Qur’an dan Bibel ini tidak perlu dipertemukan, dikawainkan maupun disintesakan, tapi hanya bisa dipilih salah satu yang valid dan tidak kontradiktif.
Praktiknya, sikap Kristen Tauhid para penganut Kristen Tauhid sangat plin-plan, baik kepada umat Kristen maupun kepada umat Islam. Kepada umat Islam mereka mengaku sebagai Islam Hanif, meski mereka sama sekali tidak menjalankan rukun iman dan rukun Islam. Bila berhadapan dengan umat Kristen, mereka mengaku sebagai Kristen Unitarian alias Kristen Tauhid, mereka pun ditolak mentah-mentah dan dituduh bidat oleh Kristen yang lain.
Inovasi sebuah sekte Kristen yang mensintesakan Islam dengan Kristen, melahirkan sekte baru Kristen Tauhid yang tidak jelas aroma keislamannya. Alangkah kreatifnya jika mereka tidak memakai nama lebih inovatif, misalnya, Kristen KKN (Kanan Kiri Nonjok). Ke kanan menghina Islam, ke kiri mencakar Kristen.

Kristen Tauhid Di Mata Islam

Penolakan kelompok Kristen Tauhid (Kristen Unitarian) terhadap doktrin ketuhanan Trinitas, tidak otomatis dibenarkan dalam pandangan Islam. Karena Islam adalah satu-satunya agama yang diturun­­kan dan diridhai Allah SWT untuk umat manusia. Barangsiapa yang mencari agama selain Islam, niscaya tidak akan diterima oleh Allah SWT. (Qs. Ali Imran 19, Ali Imran 85).
Setiap pemeluk agama Allah yang hidup pada zaman Rasul-rasul terdahulu atau sebelum Nabi Muham­mad diutus, jika mereka benar-benar beriman dengan Allah dan Hari Akhir dan mengerjakan amal shaleh sesuai syariat yang berlaku waktu itu, tentu mereka akan men­dapatkan ganjarannya, sama seperti ganjaran yang didapat oleh orang-orang yang beriman kepada Nabi Muhammad SAW setelah beliau diutus.
Tetapi, pada masa sesudah kenabian Muhammad SAW, umat Yahudi dan Nasrani memiliki konsekuensi untuk mengimani Muhammadiyah SAW. Andaikata orang-orang Yahudi dan Kristen yang mengaku beriman dengan Allah dan Hari Akhir tidak mau beriman dengan Nabi Muham­mad SAW, maka mereka tidak termasuk yang mendapatkan janji Allah untuk mendapatkan pahala dari iman dan amal shalih­nya. Klaim keimanan mereka kepada Allah SWT tidak dapat dibenarkan jika mereka menolak kerasu­lan Nabi Muham­mad SAW, karena setiap mukmin wajib beriman kepada Allah dan Rasulullah sekaligus (Qs Al-Anfal 20, An-Nisa 59). Dan mentaati Rasulullah berarti mentaati Allah SWT (Qs An-Nisa 80, Ali Imran 31). Sebaliknya, menentang Rasulullah diancam dengan neraka Jahanam sebagai seburuk-buruk tempat kembali” (Qs An-Nisa 115, Al-Anfal 13, Al-Mujadilah 5). Dalam konteks inilah Nabi bersabda:
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW bahwasanya beliau bersabda: “Demi Zat Yang diri Muhammad berada dalam genggaman-Nya, tidaklah seorang pun Yahudi dan Nasrani dari umat ini yang mendengar aku kemudian meninggal dunia dan dia belum beriman dengan kerasulanku kecuali dia termasuk penghuni neraka” (HR. Muslim).
Bila dihubungkan dengan ayat-ayat tentang iman dengan segala kriteria dan konsekuensinya, maka keimanan orang-orang Yahudi dan Kristen –termasuk Kristen Tauhid– sekarang ini belum sesuai dengan kriteria keimanan yang dijelaskan dalam banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an. Siapa saja yang tidak beriman dengan kerasulan Nabi Muhammad SAW, termasuk Ahlul Kitab, masuk dalam kategori penghuni neraka sebagaimana yang ditegaskan Allah dalam Surat Al-Bayyinah ayat 6:
“Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”
Meski aliran Kristen Tauhid menolak ketuhanan Trinitas, tapi jika tidak beriman kepada kerasulan Nabi Muhammad SAW tidaklah yang termasuk golongan yang selamat dari api neraka. (bersambung)
By: A. AHMAD HIZBULLAH MAG (dimuat di Tabloid Suara Islam edisi 78, tanggal 20 November – 4 Desember 2009 M/3–17 Dzulhijjah 1430 H, hlm. 23)

Edan! Sekretaris Sekolah Katolik Jadi Pelacur Biseks Papan Atas

WARWICKSHIRE  – Wanita bermoral bejat dan pezina kelas berat ini seharusnya tak layak bekerja di institusi pendidikan.
Anehnya, Kerri Mallier yang berprofesi sebagai sekretaris di sebuah sekolah Katolik, bisa bekerja sambilan sebagai pelacur bertarif 150 poundsterling per jam. Tidak hanya itu, Mallier juga menawarkan jasanya sebagai biseksual.
Dalam sebuah situs dewasa, Kerri Mallier mengiklankan dirinya sebagai ‘berkelas, menakjubkan dan sangat nakal’. Wanita 40 tahun ini bisa menghasilkan hingga 800 poundsterling untuk pemesanan semalam penuh atas nama Keri Ann.
Kegiatan ekstrakurikuler Mallier terungkap setelah orangtua murid di Sekolah Katolik Trinity di Leamington Spa, Warwickshire, melihat foto-foto wanita mungil berambut coklat itu di sebuah situs dewasa.
Mallier yang memegang jabatan kepala administrasi sekolah tersebut mengatakan kepada wartawan, bahwa  profesi sampingannya itu adalah ‘hobinya’.
Dalam profilnya di situs dewasa, Mallier memasang foto bugilnya, dan mengklaim sebagai ‘biseksual yang menawarkan pengalaman pacar yang sungguh luar biasa’.
Dia menambahkan, “I love what I do, offering my services to men, women and couples, including an exceptional girlfriend experience,” tulis Mellier seperti disitir dari MailOnline, Rabu (18/1/2012).
[Saya mencintai apa yang saya lakukan, menawarkan jasa saya untuk pria, wanita dan pasutri]
Di situs itu dia menawarkan tarif dan meminta pembayaran ‘dalam lima menit pertama’.
Mallier mengatakan kepada wartawan yang menyamar sebagai pelanggannya, “Saya bekerja di sekolah. Alasan saya melakukan ini adalah supaya bisa lolos dari anak-anak.”
Wanita yang telah menikah ini bekerja selama lima tahun di sekolah khusus seni dan teknologi itu, dengan 1.145 siswa berusia 11-18 tahun.
Meski demikian, Mallier menolak berkomentar. Tidak lama setelah profesi sampingannya terungkap, profilnya pun dihapus dari situs tersebut.
Sementara, Kepala Trinity Catholic School Dr Jim Ferguson mengatakan, “Kami tidak memiliki komentar apapun untuk saat ini.” [taz/voa-islam.com]