Senin, 02 April 2012

MENGAKU NABI SETELAH NABI MUHAMMAD ADALAH DZALIM

Kalau kita membaca beberapa berita di media atau dunia maya, ada beberapa aliran sempalan Islam baik dalam Syiah atau Suni yang mengklaim pimpinan mereka sebagai nabi baru. Di sempalan aliran Syiah bahkan ada yang mengatakan Nabi terakhir seharusnya Ali dan bahwa Muhammad merampas kenabian dari Ali. Di sempalan Suni yaitu Ahmadiyah mengklaim Mirza Ghulam Ahmad dari India sebagai nabi baru dan bahwa kata Ahmad di Al-Quran 61:6 merujuk padanya. Padahal kedua aliran ini mengaku berpegang pada Al-Quran. Sekarang mari kita lihat yang sebenarnya.
Sebelum dijelaskan lebih lanjut disini ada baiknya pembaca membaca artikel sebelumnya DISINIsehingga tidak bingung dalam menelaah artikel ini.
Nabi Muhammad memiliki beberapa nama antara lain Abu Qasim dan Ahmad. Surah ke 47bernama MUHAMMAD yang terdiri dari 38 ayat. Kata AHMAD berada di surah ke 61 (As-Shaf)ayat ke 6.
Wa-ith qala AAeesa ibnu maryama ya banee isra-eela innee rasoolu Allahi ilaykum musaddiqan lima bayna yadayya mina alttawrati wamubashshiran birasoolin ya/tee min baAAdee ismuhuahmadu falamma jaahum bialbayyinati qaloo hatha sihrun mubeenun
Dan (ingatlah) ketika ‘Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” [QS As-Shaf 61:6]
MUHAMMAD = محمد
AHMAD = أحمد
Berdasarkan tabel bilangan prima dapat kita peroleh 16 angka pertama sebagai berikut 2 3 5 7 11 13 17 19 23 29 31 37 41 43 47 53. Ternyata 2 angka terakhir adalah angka 47 dan 53
Seperti diketahui Al-Quran memiliki angka keramat 19, angka ini diperoleh berdasarkan kalimat Basmallah, B(i)sm All(a)h Al-R(a)hm(a)n Al-R(a)him. Catatan : huruf dalam kurung tidak terdapat dalam huruf bentuk Arab. Jumlah huruf (tak termasuk dalam kurung) berjumlah 19
MUHAMMAD = 92 dan AHMAD = 53. Jika nominalnya ditambahkan = 9+2+5+3 = 19
Mungkin anda akan bertanya mengapa angka keramat Al-Quran 19. Karena itu merupakan awal angka (1) dan akhir angka (9). Angka terdiri dari 1-2-3-4-5-6-7-8-9. Dan ini merupakan konsep Tuhan yang mempunyai sifat Yang Awal dan Yang akhir.
[QS 57:3] Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin  dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Nilai MUHAMMAD = 92 dan nilai AHMAD = 53 sehingga  MUHAMMAD + AHMAD = 92+53 = 145.Kata AHMAD berada di surah 61 ayat 6 yang jika digabung menjadi 616 . Gabungan 145 dan 616menjadi 145616 = 19 x 7664
Surah Muhammad surah ke 47 jumlah ayat 38 yang jika digabung menjadi angka 4738. Surah As-Shaf (dimana kata AHMAD terdapat) merupakan surah ke 61 dengan jumlah ayat 14 yang jika digabung menjadi 6114. Jika digabungkan menjadi 47386114 = 19 x 2494006
Nabi Muhammad lahir tahun 570 M, nilai MUHAMMAD = 92 , nilai AHMAD = 53. Jika angka ini digabungkan menjadi 5709253 = 19 x 300487. Sekarang perhatikan bahwa nilai 300487mengandung angka nyata 3487 (angka mulai 1 s/d 9 dimana 0 tidak termasuk) atau 47 38. Angka47 dan 38 merupakan Surah Muhammad (47) dan 38 adalah jumlah ayatnya.
Nabi Muhammad wafat tahun 632 M. Nilai MUHAMMAD = 92 dan nilai AHMAD = 53 dimana92+53 = 145. Jika 632 – 145 = 487. Sekarang coba nilai MUHAMMAD dan AHMAD digabungkan akan menjadi 9253 dimana 9253 = 19 x 487.
Nabi Muhammad menerima wahyu selama 22 tahun dimana 92+22 =114 (jumlah surah Al-Quran)
الإسلام‎= AL ISLAM
ISLAM 
Nabi Muhammad menerima wahyu pada umur 40 tahun sehingga 92+40 = 132
Di dalam Al-Quran nama MUHAMMAD disebut 4 kali yaitu pada surah dan ayat berikut :
[3:144] Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. ……..
[33:40] Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
[47:2] Dan orang-orang mu’min dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka.
[48:29] Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka……..
10 + 131 + 215 + 276 = 632
Nabi Muhammad wafat tahun 632 M
Angka Nilai Muhammad = 92, Surah Muhammad Surah ke 47 dengan jumlah ayat 38
47 Bilangan Prima pertama :
2 3 5 7 11 13 17 19 23 29 31 37 41 43 47 53 59 61 67 71 73 79 83 89 97 101 103 107 109 113 127 131 137 139 149 151 157 163 167 173 179 181 191 193 197 199211
2+ 3+ 5+ 7+ 11+ 13 +17 +19 +23+ 29 +31+ 37+ 41+ 43+ 47+ 53+ 59+ 61+ 67+ 71+ 73+ 79+ 83+ 89+ 97+ 101+ 103+ 107+ 109+ 113+ 127+ 131+ 137+ 139+ 149+ 151+ 157 +163 +167+ 173+ 179+ 181+ 191+ 193+ 197+ 199 +211 =4438 (38 adalah jumlah ayat)
38 Bilangan Prima pertama:
2 3 5 7 11 13 17 19 23 29 31 37 41 43 47 53 59 61 67 71 73 79 83 89 97 101 103 107 109 113 127 131 137 139 149 151 157 163
2+ 3+ 5+ 7+ 11+ 13 +17 +19 +23+ 29 +31+ 37+ 41+ 43+ 47+ 53+ 59+ 61+ 67+ 71+ 73+ 79+ 83+ 89+ 97+ 101+ 103+ 107+ 109+ 113+ 127+ 131+ 137+ 139+ 149+ 151+ 157 +163  =2747 (47 adalah nomor Surah)
47 Bilangan Prima pertama jika angkanya dijumlahkan =4438
38 bilangan Prima pertama jika angkanya dijumlahkan = 2747
92 Bilangan Prima pertama:
2 3 5 7 11 13 17 19 23 29
31 37 41 43 47 53 59 61 67 71
73 79 83 89 97 101 103 107 109 113
127 131 137 139 149 151 157 163 167 173
179 181 191 193 197 199 211 223 227 229
233 239 241 251 257 263 269 271 277 281
283 293 307 311 313 317 331 337 347 349
353 359 367 373 379 383 389 397 401 409
419 421 431 433 439 443 449 457 461 463
467 479
Dari hasil terakhir diperoleh 47-9 = 38
Berikut adalah 47 bilangan Prima pertama :
2 3 5 7 11 13 17 19 23 29 31 37 41 43 47 53 59 61 67 71 73 79 83 89 97 101 103 107 109 113 127 131 137 139 149 151 157 163 167 173 179 181 191 193 197 199211
Angka-angka diantara 38 Bilangan Prima pertama dan 47 Bilangan Prima pertama adalah :
167 173 179 181 191 193 197 199 211
167 + 173 + 179 + 181 + 191 + 193 + 197 + 199 + 211 = 1691 = 19 x 89

NABI IBRAHIM (ABRAHAM) NABI KAUM HINDHU


Dan (Ingatlah), ketika Ibrahim diuji Rabb-nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia. Ibrahim berkata: (Dan saya mohon juga) dari keturunanku. Allah berfirman: Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim. (Al-Quran. 2:124)
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia (QS 3:96)
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar baitullah(Ka’bah) bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.(Al-Quran 2:127)
Ketiga ayat diatas merupakan beberapa ayat dalam Al-Quran (Kitab suci ISLAM) yang menerangkan tentang Ibrahim sebagai bapak teologi semua bangsa dan sebagai imam bagi semua bangsa.
Dalam Kitab orang kristen dikatakan dalam “Kejadian” dan “Yoshua” sebagai berikut :
Kejadian 25:17-18 Umur Ismael ialah seratus tiga puluh tujuh tahun. Sesudah itu ia meninggal. Ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya. Mereka itu mendiami daerah dari Hawila (India) sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir ke arah Asyur. Mereka menetap berhadapan dengan semua saudara mereka.
(Hebrew) Ishaak = (Sanskrit) Ishakhu = “Friend of Shiva.” (Hebrew) Ishmael = (Sanskrit)Ish-Mahal = “Great Shiva.”
Yoshua 24:2-3 Berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa itu: “Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Dahulu kala di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, dan mereka beribadah kepada allah lain. Tetapi Aku mengambil Abraham, bapamu itu, dari seberang sungai Efrat, dan menyuruh dia menjelajahi seluruh tanah Kanaan. Aku membuat banyak keturunannya dan memberikan Ishak kepadanya.
Ayat diatas seolah-olah menunjukkan arah ke timur di seberang sungai Efrat, dari sini untuk sementara kita bisa mengasumsikan sebagai arah dari India.
Menurut beberapa sumber sekitar 1900 SM di India (sekitar lembah Sindhu) terjadi bencana antara lain kekeringan, banjir dll (Indic Ideas in the Graeco-Roman World, by Subhash Kak, taken from IndiaStar online literary magazine; P.14) , hal ini terjadi karena perang antara bangsa Arya dan Asura yang pernah menguasai lembah Sindhus, dimana kota dan bendungan menjadi hancur. Hal ini membuat Ibrahim dan sanak saudaranya bermigrasi ke arah Asia Barat.
“Para sejarawan Arab berpendapat bahwa Brahma dan Abraham, nenek moyang mereka, adalah orang yang sama. Persia umumnya menyebut Abraham sebagai Ibrahim Zeradust. Cyrus menganggap agama orang Yahudi sama seperti dirinya sendiri. Hindu pasti berasal dari Abraham, atau Israel dari Brahma … ” (Anacalypsis;.. Vol I, P 396)
Ram dan Abraham adalah mungkin orang atau marga yang sama. Misalnya, suku kata “Ab” atau “Ap” berarti “ayah” di Kashmir. Orang-orang Yahudi prototipikal bisa disebut Ram “Ab-Ram” atau “Bapa Ram.” Dari sini kita bisa membayangkan bahwa kata “Brahm” berevolusi dari “Ab-Ram” dan bukan sebaliknya. Jadi Brahm (Brahma) kemungkinan dari kata Ab-Ram (Abraham). Kata Kashmir untuk “Kerahiman Ilahi yaitu Raham juga berasal dari Ram. Ab-Raham = “Bapak atas Rahmat Ilahi.” Rakham = “Kerahiman Ilahi” yang dalam bahasa Ibrani Ram juga istilah untuk “pemimpin yang ditempatkan atau gubernur.” Sejarawan India AD Pusalker, yang memiliki esai “Traditional History From the Earliest Times” appeared in The Vedic Age”, mengatakan bahwa Ram masih hidup pada tahun 1950 SM, yaitu waktu sekitar Abraham dimana Indo-Ibrani,dan Arya membuat migrasi besar  sejumlah orang India ke Timur Tengah sejak Banjir Besar.
“Salah satu tempat suci di Arab yaitu Ka’bah juga didedikasikan oleh Brahma untuk Allah Pencipta Hindu. Itulah sebabnya mengapa nabi buta huruf Islam  (Muhammad) mengklaim itu didedikasikan untuk Abraham. Kata” Abraham “tidak lain dari malpronunciation kata Brahma. Hal ini dapat secara jelas membuktikan jika salah satu kata berakar dari kedua kata. Abraham dikatakan menjadi salah satu nabi tertua dari para nabi Semit. Namanya seharusnya berasal dari makna dua kata Semit ‘Ab’ ‘Ayah’ dan ‘Raam / Raham yang berarti yang ditinggikan. ” Dalam kitab Kejadian, Abraham hanya berarti ‘orang banyak. ” Kata Abraham berasal dari kata Sansekerta Brahma. Akar Brahma adalah ‘Brah’ yang berarti – ‘. Untuk tumbuh atau memperbanyak jumlah’. Selain itu Bhatara Brahma, Allah Pencipta Hindu dikatakan sebagai “Bapa semua manusia dan Ta’ala dari semua Dewa, karena dari DIA semua makhluk dihasilkan demikian juga kita berasal dari ‘Maha Bapa. ” Ini adalah sebuah penunjuk jelas bahwa Abraham tidak lain adalah ayah Brahma surgawi. ” (Vedic Past of Pre-Islamic Arabia; Part VI; p.2.)
Beberapa makna dapat diekstraksi dari kata “Abram,” masing-masing  menunjuk langsung ke posisi ditinggikan-Nya. Ab = “Bapa;” HIR atau H’r = “Kepala; Top, Ta’ala,” Am = “masyarakat.” Oleh karena itu, Abhiram atau Abh’ram bisa berarti “Bapa Ta’ala.” Makna lainnya: Ab – î – Ram = “Bapak lagi Maha Penyayang.” Ab, yang juga berarti “Ular,” dapat menunjukkan bahwa Ab-Ram (Ta’ala Ular) adalah seorang raja Naga. Semua makna yang dapat digali dari kata majemuk “Abraham” mengungkapkan takdir ilahi pengikutnya. Hiram dari Tirus, teman dekat Salomo, adalah “Orang Ta’ala” atau Ahi-Ram (Maha Ular/Naga).
Bahkan dalam sebuah gambar yang lain dalam keyakinan Hindhu tampak jelas ketika Parvati menyirami kuil suci dengan Air. Hal ini tampak jelas disebutkan dalam Mazmur, dimana air suci itu oleh kaum Muslim dipahami sebagai Air yang keluar dari padang pasir saat Ismail kehausan dan Hagar berlari-lari mencarinya, yang sekarang dikenal sebagai air Zam-zam.
Apabila melintasi lembah Baka (Bakkah), mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat (Mazmur 84:5-7)
Di India kuno, kultus Aryan disebut “Brahm-Arya.” Arya menyembah dewa ganda. Abraham berpaling dari kemusyrikan. Dengan demikian, ia bisa saja menjadi “A-Brahm” (No longer a Brahman).  Arya menyebut Asura “Ah-Brahm.” Oleh karena itu, kita secara logis dapat mengasumsikan bahwa ayah dari peradaban Indus itu mungkin prototipikal Yahudi.
Yerusalem adalah kota orang Het/Hittite (kasta kepemimpinan keturunan India) pada saat kematian Abraham. Dalam Kejadian 23:04, Abraham meminta Yerusalem Het untuk menjual plot pemakaman. Orang Het menjawab, “… Kejadian 23:6″Dengarlah kepada kami, tuanku. Tuanku ini seorang raja agung di tengah-tengah kami; jadi kuburkanlah isterimu yang mati itu dalam kuburan kami yang terpilih, tidak akan ada seorangpun dari kami yang menolak menyediakan kuburannya bagimu untuk menguburkan isterimu yang mati itu.”
Jika Abraham dihormati sebagai seorang pangeran oleh orang Het, ia juga sangat dihormati dan memerintah keturunan India dan kasta prajurit. Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa Ibrahim bukan seorang Het. Dia hanya berkata, “Aku ini orang asing dan orang asing dengan Anda.” (Kejadian 23:04). Sebagai orang Het mengatakan, mereka mengakui Abraham bahkan di atas mereka. Sama seperti orang Het itu bukan etnis yang unik, baik itu orang Amori atau Amarru. Marruta adalah nama kasta India jelata. Kata “Amori” (Marut) adalah nama kasta pertama Vaishyas India: pengrajin, petani, peternak, pedagang, dll
GD Pande menulis dalam Ancient Geography of Ayodhya, “Maruts mewakili Visah. Maruts digambarkan sebagai membentuk pasukan atau massa Rudra, ayah dari Maruts, adalah Penguasa ternak..” Malita J. Shendge negara (P. 177.): “. … Yang Maruts adalah orang” (The Demons Madani;. P. 314) Kita tidak perlu heran menemukan Khatti (Het) dan Maruts (Amori) berfungsi sebagai ayah (pelindung) dan ibu (helpmates atau asisten) dari Yerusalem.
Di India, orang Het juga dikenal sebagai Cedis atau Chedis (diucapkan Hatti atau Khetti). Sejarawan India mengklasifikasikan mereka sebagai salah satu kasta tertua dari Yadavas. “Cedis membentuk salah satu suku paling kuno di antara Ksatriyas (kelas bangsawan terdiri dari orang Het dan Kassites) di masa awal Veda. Pada awal periode Rgveda raja Cedi telah memperoleh kemasyhuran besar . Mereka merupakan salah satu kekuasaan terkemuka di India utara dalam epik besar. ” (Yadavas Through the Ages, P. 90.). Ram atau Rama juga berasal dari klan Yadava. Jika kata Abraham, Brahm, dan Ram adalah satu dan orang yang sama, Abraham pergi ke Yerusalem bersama bangsanya sendiri!
Jemaat Ram  memisahkan diri dalam komunitas mereka sendiri, yang disebut Ayodhya, yang dalam bahasa Sansekerta berarti “tak terkalahkan.” Kata Sansekerta untuk “tempur” adalah Yuddha atau Yudh. Abraham dan kelompoknya milik jemaat Ayodhya (Yehudiya, Yudea) yang masih jauh dari non-Muslim dan Amalek (bangsa Arya?).
Melkisedek adalah seorang raja Yerusalem yang memiliki kekuatan mistik dan magis rahasia. Dia juga guru Abraham.
Ibrani 7:1,3 Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia.Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.
Jika dilihat dari ayat Ibrani 7 :1,3..dimana Maliksedek tidak berawal dan berakhir dan tidak berbapa atau beribu, seolah-olah menggambarkan bahwa Malkisedek adalah nama dari Tuhan. Tetapi sebenarnya jati diri Melkisedek masih rancu. Karena dalam penjelasan lain seolah-olah Melkisedek ini manusia atau Tuhan yang dimanusiakan, atau malah manusia yang diTuhankan? (sebuah distorsi dari Malkisedek).
Melik-Sadaksina adalah seorang pangeran India yang besar, penyihir, dan raksasa spiritual – anak seorang raja Kassite. Di Kashmir dan Sansekerta, Sadak = “seseorang dengan ajaib, kekuatan supranatural.” Sebuah Zadok tertentu (Sadak?) Juga seorang imam supernatural-diberkahi yang diurapi Salomo. Mengapa Kassite (dari kasta kerajaan) Melik-Sadaksina, seorang tokoh mitos India, tiba-tiba muncul di Yerusalem sebagai sahabat dan mentor dari Abraham? Menurut Kumar Akshoy Mazumdar di Sejarah Hindu, Brahm adalah pemimpin spiritual dari bangsa Arya. Sebagai Arya (bukan hasil Yah), dia secara alami percaya pada berhala. Alkitab mengatakan bahwa ia bahkan diproduksi mereka. Setelah melihat bagaimana penyembahan berhala meningkat dan merebak berkontribusi terhadap kejatuhan agama lebih lanjut dari umat-Nya, Brahm mundur dari Aryanism dan memeluk India kuno (Yah) filsafat (Cult of MaterialUniverse) meskipun pun tenggelam dalam kejahatan buatan . Dia memutuskan manusia yang dapat menyelamatkan dirinya hanya dengan berurusan dengan apa yang nyata, bukan dibayangkan.
Terkejut pada barbarisme dan keegoisan  rakyat yang membuta, orang-orang bijak dan orang-orang berpendidikan di antara-proto Ibrani mengisolasi  diri dari massa. Dr Mazumdar menulis, “Pesatnya kejatuhan moral  peramal dan orang bijak hidup terpisah dari massa. Mereka jarang menikah dan sebagian besar diberikan kepada kontemplasi religius. Massa, tanpa cahaya yang tepat dan pemimpin, segera menjadi kejam secara ekstrim. Perkosaan , perzinahan, pencurian, dll, menjadi sangat umum. Sifat manusia berlari liar. Brahma (Abraham) memutuskan untuk reformasi dan meregenerasi orang-orang. Dia membuat pemimpin orang bijak dan peramal untuk menikah dan bergaul dengan orang-orang. Sebagian besar menolak untuk menikah, tapi 30 setuju. ” Brahm menikahi saudara tirinya Saraisvati. Hal  ini dikenal sebagai prajapatis (nenek moyang).
“Utara Afghanistan disebut Uttara Kuru dan merupakan pusat pembelajaran besar. Seorang wanita India pergi ke sana untuk mempelajari dan menerima gelar VAK, yaitu Saraisvati (Sarah). Hal ini diyakini bahwa Brahm, dia guru (dan setengah saudara), sangat terkesan dengan kecantikannya, pendidikan, dan intelek yang kuat, bahwa ia menikahinya. ” (The Hindu History, P. 48, in passim.)
Dari masyarakat suci di Afghanistan Selatan, masyarakat serupa tersebar di seluruh dunia: seluruh India, Nepal, Thailand, Cina, Mesir, Suriah, Italia, Filipina, Turki, Persia, Yunani, Laos, Irak, – bahkan Amerika ! Bukti linguistik kehadiran Brahm di berbagai belahan dunia lebih dari jelas: Persia: Braghman (Kudus); Latin: Bragmani (Kudus); Rusia: Rachmany (Kudus); Rachmanya Ukraina (Imam, Kudus); Ibrani: Ram ( Pemimpin Agung); Sebuah kata suci di kalangan umat Hindu dan merupakan suku kata mistik “OM”.
“OM”  ini terkait kekal dengan bumi, langit, dan surga sebuah rangkap tiga Semesta . Ini juga merupakan nama Brahm. Suku Aztec juga menyembah dan meneriakkan suku kata OM sebagai ganda utama penciptaan semua: OMeticuhlti (Male Prinsip) dan OMelcihuatl (Female Prinsip). Kasta imam Maya disebut Balam (B’lahm diucapkan). Memiliki “R” suara ada di Maya, itu akan menjadi Brahm. Suku Inca Peru menyembah matahari sebagai Inti Raymi (Hindu Ram).
yang tak dapat disangkal kata yang berasal dari Rama yang secara harfiah bahasa lada Nama asli-Amerika, terutama bahasa suku-suku yang membentang dari Barat Daya Amerika, ke Meksiko, dan semua jalan ke Amerika Selatan, di luar Peru. Indian Tarahumara dari Chihuahua adalah contoh yang ideal. nama asli mereka adalah Ra-Ram-Uri. Seperti di India dan Sumeria , Ra-Ram-Uri “Uri” = “People.” Karena Spanyol “R” adalah getar, ini “Uri” juga bisa Udi atau Yuddhi, nama Sansekerta untuk “Warrior;. Penakluk” Banyak suku Meksiko menyebutkan bahwa ras asing Yuri sekali menyerang bagian mereka dari dunia. Dewa matahari Ra-Ram-Uri adalah Ono-Rúame. Di Kashmir, Ana = “anak favorit;” dewi bulan Ra-Ram-Uri, permaisuri Ono-Rúame, adalah Hawa-Ruame. Kashmir Hava (Hawa) = “Eve, atau Prinsip Perempuan.”
Seorang gubernur Ra-Ram-Uri disebut Si-Riame. Dalam bahasa Sansekerta / Kashmir, Su-Rama = “Rama Besar.” Menurut legenda Meksiko kuno, Yoris memiliki sebuah suku yang disebut Surem (Su-Ram?) Sebelum penaklukan, Meksiko tengah & barat daya Amerika, sejauh Timur Colorado, yang dikenal sebagai Sure’. Sure’ = “Sun” di Kashmir. Panduan Tarahumara menyembuhkan dokter atau rohani adalah Owi-Ruame. Dalam bahasa Sansekerta, Oph = “Hope.” setan mereka disebut Repa-Bet-Eame. Kashmir: Riphas (Penampilan) buth (Roh ganas) Yama (Malaikat Maut). Banyak lain yang mengherankan bahwa Kashmiri/ Sanskerta surat menyuratnya muncul dalam bahasa Ra-Ram-Uri. hubungan mereka ke Fenisia kuno, Sumeria, dan India Utara di luar pertanyaan.
Kebanyakan orang berpikir tentang Fenisia sebagai suku pelaut-pedagang yang daerah huniannya apa yang sekarang dinamakan Libanon. Namun, Pancika atau Pani sebagai Hindu menyebut mereka, atau Puni, oleh Roma (nama juga berasal dari Rama), adalah, seperti gipsi, tersebar di seluruh dunia.
Spanyol disebut tanah Chiahuahua Ra-Ram-Uri, diucapkan seperti Shivava oleh penduduk asli sendiri. Dalam bahasa Sansekerta, Shivava = “Candi Siwa.” Menurut ulama agama Hindu, Ram dan Tuhan Siwa adalah sama. Shiva dan Yah (yang sama kita baca di Alkitab) nama juga menonjol dalam praktik-praktik keagamaan asli-Amerika dan dapat ditemukan bertuliskan sebagai petroglyphs di seluruh barat daya Amerika. ( India Once Ruled the Americas?)
Ayodhya juga nama lain untuk Dar-es-Salam di Afrika Tanzania dan Yerusalem (Yudea). Memang benar bahwa Jerusalemites dikenal sebagai Yehudiya atau Yudea (Laskar Yah), fakta yang membuat orang Yahudi berasal dari India tak terbantahkan.
Tidak ada bagian dari dunia kuno, termasuk China, yang tidak dipengaruhi oleh pandangan agama Ram. Sebagai contoh, Kristen dan Yahudi telah dicuci otak untuk percaya bahwa ajaran-ajaran Muhammad disalin dari sumber-sumber Yahudi. Yang benar adalah bahwa dalam waktu Muhamad, teologi Ram atau Abraham adalah batu dasar dari semua sekte agama. Semua yang Muhammad lakukan adalah untuk membersihkan mereka dari penyembahan berhala.
“… Kuil Mekah didirikan oleh sebuah koloni Brahmana dari India. Itu adalah tempat yang suci sebelum masa Muhammad, dan mereka diizinkan untuk berziarah ke sana selama beberapa abad setelah zamannya. Selebriti besar sebagai material tempat suci jauh sebelum masa nabi tidak bisa diragukan. ” (Anacalypsis, Vol I,. P. 421.)
“… Kota Mekah dikatakan oleh para Brahmana, pada otoritas buku-buku lama mereka, telah dibangun oleh sebuah koloni dari India, dan penduduknya dari era awal sudah memiliki tradisi yang dibangun oleh Ismael, Agar anak kota ini,. dalam bahasa Indus, akan disebut Ishmaelistan. ” (Ibid, P. 424.)
Sebelum Muhammad, Hindu dari bangsa Arab disebut Tsaba. Tsaba atau Saba adalah sebuah kata Sansekerta, yang berarti “Majelis para Dewa”. Tsaba juga disebut Isya-ayalam (Candi Siwa). Istilah kaum atau Moshe-ayalam (Candi Siwa) hanyalah nama lain dari Sabaism. Kata ini telah menyusut ke Islam. Muhammad sendiri, menjadi anggota keluarga Quaryaish, berada di Tsabaist pertama. KaumTsaba tidak menganggap Abraham sebagai tuhan yang sebenarnya, tetapi sebagai avatar atau guru ilahi disebut Avather Brahmo (Hakim dari bawah dunia).
Kaum Saba atau Sabæ adalah masyarakat kuno yang berbicara bahasa  “Arab Selatan lama” yang bemukim di tempat yang sekarang disebut Yaman, di barat daya Semenanjung Arab dari 2000 SM hingga abad ke-8 SM. Sebagian kaum Saba juga tinggal di D’mt, yang terletak di utara Ethiopia dan Eritrea, karena hegemoni mereka mereka melampaui Laut Merah.
Dalam Al-Quran Kaum Saba’ disebut sebagai kaum yang akhirnya ingkar terhadap Allah, sehingga Allah menghukumnya.
“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Allah) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan kiri, (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun-kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena ke-kafiran mereka. Dan kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.” (QS Saba’, 34: 15-17). !
Pada masa Yesus, bahasa masing-masing, simbolisme agama, dan tradisi orang Arab dan Yahudi hampir identik. Jika kita bisa mengambil mesin waktu ke masa lalu, sebagian besar dari kita tidak akan melihat perbedaan nyata antara orang-orang Arab dan Yahudi. Sejarah memberitahu kita bahwa orang Arab di jaman Kristus menyembah berhala. Begitu juga kelas bawah dan Yahudi pedesaan. Untuk alasan ini, pertengkaran Timur Tengah antara Yahudi dan Muslim dan benci antara Muslim dan Hindu di India adalah konyol. Kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi dan Hindu, atau sebaliknya, atas apa-apa. Semua tiga kelompok muncul dari sumber yang sama.
Kashmiri-Sansekerta setara Hebron (Khev’run dalam bahasa Ibrani) mencuatkan asal daerah India yang diduduki pada masa Yerusalem awal: Khab’ru (kuburan, makam). (See Grierson’s Dictionary.; p. 382.) Bahkan dalam bahasa Ibrani, Kever = “Tomb.”
ahli bahasa India dan orientalis Maliti J. Shendge ‘s Bahasa Harappans menyatu bersama-sama, sekali dan untuk semua,  peradaban Asia Barat dan  Lembah Indus. Tidak hanya dia membuktikan bahwa Harappa sbelumnya Akkadia dan Sumeria, dia juga membuktikan bahwa pertama “Abraham” itu tak lain dari Adam sebelum Hawa diciptakan dari salah satu tulang rusuknya.
“… Dapat dikatakan bahwa wilayah dari Tigris-Efrat ke Indus dan dari timur dihuni oleh Semit berbicara Akkadia yang kemudian menyebut diri mereka sebagai Asshuraiu. Nama India mereka sebagaimana diketahui dari Rgveda adalah ‘Asura’ yang tidak jauh dihapus Bahwa daerah ini harus dihuni oleh marga yang berbeda dari etos yang sama tidak sangat mengejutkan.. Bagaimanapun akan salah untuk berpikir bahwa itu adalah kelompok ras yang homogen. Sebagai bukti linguistik kami menunjukkan itu adalah populasi campuran dari kelompok Akkadians dan Sumeria. Etnis lain mungkin juga telah hadir, yang jejak bisa dilihat dalam pekerjaan di masa depan. ini komposisi campuran populasi tidak konsisten dengan keadaan pengetahuan, sebagai kehadiran unsur-unsur etnis di lembah Indus hanya memastikan dan memperluas pola demografi identik, yang mungkin eksis dari zaman prasejarah dan awal peradaban.
“Jika Akkadians dan klan Asia Barat adalah sama, seharusnya ada yang dominan yang sama dari pasangan ini yg mula-mula dalam mitologi Veda. Namun, lebih dari satu referensi samar, tidak ada referensi untuk mereka ini, membingungkan.. Hal ini tampaknya tidak mungkin bahwa marga ini tanpa orang tua yg mula-mula, meskipun mereka menduga Tuhan mereka adalah Asura. Dominasi Brahman di RV sebagai ayah yg adalah mula-mula juga ada yang tidak memadai karena ia adalah prinsip laki-laki saja. Penelitian dekat terhadap Brahman mengungkapkan keturunannya berasal dari dua kata Abu + Rahmu yang merupakan pasangan yg mula-mula dalam mitologi Semit. Para mitra Akkadia dari Rahmu adalah Lahmu yang kemudian menjadi dewi Laksmi, lahir di laut dan didekati oleh kedua dewa dan setan, Lahmu adalah naga dalam bahasa Akkadia tetapi dalam Ugaratic Rahmu ini merupakan anak gadis Abu. Brahma (rahmu + abu = abrahma = brahma) semua perubahan postulat di sini adalah tercakup dalam korespondensi di atas, atau gadis Abu, maka Ketuhanan Semit tertinggi, telah mengalami banyak transformasi dan memiliki banyak rekan-rekan di jajaran India, antara siapa Laksmi salah satu yang penting yang disembah sebagai dewi semua ciptaan materi. Jadi klan Asura lembah Indus memuja Abu-Rahmu sebagai pasangan yg mula-mula.. “(pp.269 – 270.)
Penelitian Ms Shendge benar-benar memperkuat keyakinan bahwa sisa-sisa Abraham dan Sarai (Sarah) di Hebron mungkin benar-benar orang-orang dari Brahm dan Saraisvati yang nyata. Abraham jelas seorang imam, bahkan mungkin pendiri, dari kultus Abu-Rahmu (Adam dan Hawa)  yang membawa agama monoteisme ke Asia Barat. Meskipun ia dan Sarai (Sarah) kembali ke asal mereka di India sebagai paham yang didewakan dalam berbagai bentuk, mereka tetap sebagai manusia dalam Yudaisme.
Dari uraian diatas kita bisa memahami bagaimana ajaran Ibrahim yang lurus yang monoteis dirubah oleh para penerusnya menjadi agama dogma dan pagan. Dengan membuat Ibrahim dan keturunannya menjadi ajaran setengah fiksi dikalangan umat Hindhu.

ADAM ADALAH DEWA SIWA KAUM HINDHU?

Kisah Adam dan Hawa yang merupakan kisah asal muasal manusia dan sekaligus kisah manusia mengenal Tuhan bagi agama Abrahamik sampai sekarang belum ada petunjuk tentang siapa manusia pertama yang mengisahkan mereka. Tetapi berdasarkan artikel sebelumnya kemungkinan orang itu adalah Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim kemungkinan merupakan manusia yang untuk pertama kalinya mengajarkan dan memberitahukan tentang kisah Adam dan Hawa.Ketika ajaran Ibrahim kembali ke tanah India, agaknya ajaran Ibrahim sudah menjadi ajaran yang tidak murni lagi. Dimana kisah Adam dan Hawa menjadi pemahaman kedewaan sebagai “SIMBOL CINTA WANITA KEPADA PRIA”.  Dari pemahaman ini muncullah konsep asal mula kehidupan.
Tiga aspek Tuhan Hindhu yaitu : “Brahma, Wishnu dan Siwa yang merupakan dewa “Pencipta,Pemelihara dan Pelebur” dikalangan Astrolog sejak ribuan tahun lalu dikenal sebagai tiga prinsip “Pokok, Perbaikan dan dapat diubah” yang mewakili aspek lelaki dan perempuan. Dari Siwa pula muncul tiga aspek Tuhan wanita (Dewi) yaitu ” Parwati, Saraswati dan Kali.
Dimana representasi hubungan secara seksual diantara mereka banyak ditemukan. Misalnya gambar dibawah ini :
Gambar yang mungkin terkesan porno diatas merupakan perlambang Siwa dan Parwati yang duduk dalam meditasi abadi di gunung Kailash (di Tibet). Yang oleh hindu diambil dari simbol “Safa” di Makah.
Dua bangunan dengan bentuk seperti gunung di sebelah kanan merupakan “Safa” .
Dari sinilah kita tahu makna lingga dan Yoni dalam agama Hindhu, bahwa Lingga (Perlambang Penis) dan Yoni (Perlambang Vagina) merupakan simbol kehidupan dalam pemahaman “cinta wanita kepada pria” seperti gambar Siwa dan Parwati diatas.
Simbol Siwa sebagai “Dewa Kesuburan” berupa Lingga merupakan representasi dari “Adam”. Siwa (SHIVA) berubah menjadi Chavvah = Khav-vaw =Eva=Eve (Hawa) = pemberi hidup (Yoni).
Gambar Yoni
Shiva = Schi-Wah. Dimana dalam pemahaman teologis  agama Abrahamik Hawa berasal dari Adam. Dari sini pula akar kata dari kata JEHOWA/YAHWEH bisa kita dapat.
HWH=Life
HAWAH=Life
EVAH=Life
EVA=Life
Y=I
YHWH=I am Life
JeHoWa=Yahwe
Je Ho Wah=I am Life
BY WEDUL SHERENIAN

APAKAH YESUS ANAK ALLAH ATAU HAMBA/ABDI/BUDAK ALLAH ?

“Berkata Isa Al Masih: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi”. (QS 19, Maryam:30)

“Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak pula enggan malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barang siapa yang enggan dari menyembah-Nya dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya (QS 4:172)

Hamba Allah dalam Islam disbut juga Abdullah. Karena pada hakekatnya manusia atau makluk-Nya itu diciptakan oleh Allah untuk mengabdi kepada-Nya siapapun dia apakah malaikat, jin atau manusia tidak terkecuali rasul.


Manfestasi dari kehambaan seorang mahluk adalah berdoa dan meminta:

“Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan” (QS 1 Al Faatihah:5)

Sebagai seorang hamba, maka Yesus juga melakukan doa atau memohon serta bersujud kepada Allah, lihat ayat berikut ini:

Jika kamu BERDIRI untuk BERDO’A ..(Markus 11:25)
....lalu ia BERLUTUT dan berdoa (Lukas 22:41); 
Ia maju sedikit, lalu SUJUD (merebahkan diri) ke tanah dan berdoa (Markus: 14:35)

Jika memakai bahasa Arab yg tentunya lebih dekat kepada bahasa Aramaik; maka kata berdiri, berlutut, sujud dan berdoa itu di namakan: qiyam, ruku, sujud dan shalat.

Dalam Arabic/English Bible yang diterbitkan oleh International Bible Society tahun 1999, kalimat berlutut dan berdoa tertulis wa raka’a yushalli. Raka’a berarti ruku dan yushalli adalah shalat. Gerakan-gerakan berdiri, ruku, berlutut dan sujud itu justru dilaksakan oleh umat Islam yang dikenal sebagai shalat.
Kita semua adalah Hamba Allah, tetapi diantara hamba Allah terapat orang-orang pilihannya yang biasa disbut Nabi dan Rasul. Dan Isa Almasih (Yesus) adalah slah seorang dari Rasul itu. Inilah firman Allah yang menegaskan hal tersebut.

“Al Masih putera Maryam itu hanyalah SEORANG RASUL yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, KEDUANYA BIASA MEMAKAN MAKANAN (MANUSIA). Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu); (QS 5, Al Maa’idah: 75)

Dari ayat di atas, jelaslah konsep Islam terhadap “makluk” yang namanya Yesus atau Isa Almasih itu hanyalah seorang manusia biasa yang biasa makan, marah (Lihat tulisan saya Yesus mengutuk Pohon Ara), berjalan di pasar dsbnya....yaa Yesus hanyalah manusia, hamba Allah dan seorang Rasul yang Mulya. Tapi sayang saudara-saudara kita telah mendeskritkan ? Atau justru mengkultuskan Yesus sebagai Anak Allah..yaa terserahlah bagi mereka. Tapi Allah telah mengutuk perbuatan itu:

“Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah’ dan orang Nasrani (Kristen) berkata Al Masih itu putera Allah”. Demikian itulah ucapan mereka, mereka meniru perkataan ORANG-ORANG KAFIR YANG TERDAHULU. Dilaknati Allah-lah mereka; BAGAIMANA MEREKA BERPALING? (QS 9, At Taubah: 30)”

“Sesungguhnya TELAH KAFIRLAH orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Almasih putera Maryam, ”Katakanlah: Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya? “Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang diantara keduanya: Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS 5, Al Maa’idah:17)  

“Sesungguhnya TELAH KAFIRLAH orang-orang yang berkata:”Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu’ Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka pasti ALLAH MENGHARAMKAN KEPADANYA SURGA, DAN TEMPATNYA IALAH NERAKA, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun”. (QS 5, Al Maa’idah: 72)

Nauzubillahiminzalik... Allah sangat murka sekali karena telah disekutukan dengan hamba-Nya Isa, maka Allah telah api neraka memvonis KAFIR bagi yang menyatakan Yesus Anak Allah, dan Allah mengharamkan Surga dan tempat kembali mereka adalah NERAKA (lihat ayat di atas).
Tetapi apakah Allah skejam itu...tidak juga coba perhatikan ayat berikut ini:

“Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengayang” (QS 5 Al Maa’idah:74)”

Jadi Allah masih mau menerima Taubat dan Ampunan bagi mereka yang telah salah kafrah dalam keimannya tersebut (Syirik). Bukankah Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengayang. Tapi jika mereka tetap dalam kekafiran mereka, yaa apa boleh buat JANJI Allah sendiri...bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam. Allah sama sekali tidak mau melihat dan menghisap mereka...bukankan neraka Jahanam itu untuk orang-orang kafir, Iblis dan syaitan?

“Dan peliharalah dirimu dari, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir (QS 3:131)

Kalau sudah begitu siapa yang salah?????