 |
| Add caption |
Seorang pendeta yang biasa melayani pengakuan dosa, tiba-tiba mendapat panggilan untuk pertemuan mendadak, karena tidak mungkin meninggalkan pekerjaannya, si pendeta meminta tolong kepada temannya seorang rabbi untuk menggantikan.
Si Rabbi mengatakan bahwa ia tidak tahu sedikitpun tentang pengakuan dosa.
Pendeta mengajak si Rabbi untuk ikut dengannya dan memperhatikan apa yang si pendeta lakukan. Akhirnya mereka berada di dalam kamar pengakuan dosa.
Tidak lama kemudian masuklah orang pertama.
Orang I : "Pak pendeta....saya ingin mengaku dosa..."
Pendeta : "Apa yang telah engkau lakukan?"
Orang I : "Aku telah berzina"
Pendeta : "Berapa Kali?"
Orang I : "Tiga kali"
Pendeta : "Ucapkan pujian pada Bunda Maria, masukkan Rp.50.000,00 ke kotak sumbangan dan dosamu telah diampuni..."
Orang I : "Terima kasih..." (dan orang tersebut pergi)
Kemudian masuk lagi orang kedua dan percakapanpun dimulai.
Orang II : "Pak pendeta, saya ingin mengaku dosa."
Pendeta : "Apa yang telah engkau lakukan ?"
Orang II : "Aku telah berzina."
Pendeta : "Berapa Kali?"
Orang II : "Tiga kali"
Pendeta : "Ucapkan pujian pada Bunda Maria, masukkan Rp.50.000,00 ke kotak sumbangan dan dosamu telah diampuni."
Orang II : "Terima kasih..."
Si Rabbi akhirnya mengerti dan memahami caranya, karena merasa yakin bahwa si Rabbi sudah bisa melakukannya, si Pendeta pun pergi menghadiri pertemuan penting.
Beberapa saat kemudian masuklah orang ketiga.
Orang III: "Pak pendeta... saya ingin mengaku dosa.."
Rabbi : "Apa yang telah engkau lakukan?"
Orang III: "Aku telah berzina..."
Rabbi : "Berapa Kali?"
Orang III: "Satu kali"
Rabbi : "Lakukanlah dua kali lagi, hari ini kita punya paket special, 3 kali cuma Rp. 50.000 !!"
Orang III: "?????????"
Tulisan ini adalah ilmu-ilmu lama berkenaan Kristologi. Fahami dan hayatilah , semoga kamu mendapat hidayah, rahmat / kasih sayang dan berkat dariNya. Penerangan ini tidak lain melainkan kerana sayang saya kepada anak cucu nabi Adam dan mahu mereka kembali menTAUHIDkan Allah dengan sebenar-benarnya.
- Umat Kristen selalu menuduh umat Islam menyembah batu di Ka’bah / Baitullah. Sedangkan sudah ternyata bukan batu yang disembah oleh umat Islam, tetapi hanya Allah semata-mata. Ka’abah itu hanyalah arah ‘kiblat’ , yang mana di dalam solat pun umat Islam tidak menyebut dan mengingatinya, apa lagi untuk menyembahnya. Sedangkan umat Kristian lupa, atau bahkan tak tahu bahwa para nabi dan rasul dulu telah membina bait / rumah Allah sebagai arah kiblat juga. Dan ini disebut dengan nyata juga di dalam Perjanjian Lama dari Bible mereka.
Kejadian 28:18 Maka bangunlah Yakub pagi-pagi hari, diambilnya batu yang telah diperbuatnya bantal itu, didirikannyalah akan suatu tanda, lalu dituangnyalah minyak di atasnya. 28:19 Maka dinamainyalah akan tempat itu Bait-el, tetapi dahulu nama negeri itu Luz. [AlKitab Terjemahan Lama]
Kejadian 28:22 maka batu ini, yang telah kudirikan akan suatu tanda itu, menjadi sebuah bait Allah, maka aku akan mempersembahkan kepada-Mu dalam sepuluh asa dari pada segala sesuatu, yang Engkau karuniakan kepadaku. [AlKitab Terjemahan Lama]
Kejadian 31:13 Bahwa Aku inilah Allah Bait-el, tempat engkau mencurahkan minyak kepada batu tanda, yaitu tempat engkau telah bernazar kepada-Ku, maka sekarangpun bangunlah engkau, keluarlah dari negeri ini dan pulanglah engkau ke negeri kaum keluargamu. [AlKitab Terjemahan Lama]
Kejadian 35:14 Maka oleh Yakub didirikanlah suatu tanda peringatan di tempat Tuhan berfirman kepadanya, yaitu suatu tanda peringatan dari pada batu, dan dicucurkannyalah kepadanya persembahan minuman serta dicurahkannyalah minyak di atasnya. 35:15 Maka dinamai Yakub akan tempat Allah berfirman kepadanya itu Bait-el.
Nabi Sulaiman membina Bait Allah
2 Tawarikh 6:7 Maka datanglah juga niat dalam hati ayahku Daud hendak membuat sebuah rumah bagi nama Tuhan, Allah orang Israel. 6:8 Tetapi firman Tuhan kepada Daud, ayahku: Adapun sebab dalam hatimu telah datang niat hendak membuat sebuah rumah bagi nama-Ku, bahwa baik juga niat itu telah berbangkit dalam hatimu. 6:9 Tetapi bukan engkau yang akan membuat rumah itu, melainkan anakmu, yang akan terbit kelak dari pada sulbimu, ia itu akan membuat rumah itu kelak bagi nama-Ku.
.
Rumah Ibadah yang pertama sekali ialah Ka’abah
Mengadap ke arah Ka’abah itu bukan merupakan suatu kebajikan dalam kaca mata Islam, apa lagi tuduhan bahawa Muslim menyembah Ka’abah adalah jauh tersasar sama sekali. Ini sesuai dengan ayat AlQuran yang bermaksud, “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar; dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” Surah Al Baqarah : Ayat 177
“Sesungguhnya Rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadah ummat manusia adalah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan petunjuk bagi semua manusia.” Surat Ali Imran : Ayat 96-97
Nabi Ibrahim a.s pernah berdoa ke hadirat Allah S.w.t , “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman, di dekat Rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, yang demikian itu agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebahagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur” Surah Ibrahim : Ayat 37
“Dan ingatlah ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail seraya berdo’a : Ya Tuhan kami terimalah daripada kami amalan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Tuhan kami jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau dan mengajarkan mereka Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka . Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Surah AlBaqarah : Ayat 127-129
.
Yesus pun sujud menyembah Allah
Yesus @ Isa a.s sendiri pun sujud menyembah Allah dan ini dinyatakan juga di dalam Perjanjian Lama dalam Kitab Bible;
Matius 26:39 Maka berjalanlah Ia ke hadapan sedikit, lalu sujudlah Ia berdoa, kata-Nya, “Ya Bapa-Ku, jikalau boleh, biarlah kiranya cawan ini lepas daripada-Ku; tetapi di dalam itu pun bukannya kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu juga.“ [AlKitab Terjemahan Lama]
Markus 14:35 Maka berjalanlah Ia ke hadapan sedikit, lalu sujud ke tanah, serta berdoa, jikalau boleh kiranya ketika itu akan terlepas daripada-Nya. [Alkitab Terjemahan Lama]
Maka mengapa umat Kristian selalu menghina umat Islam sujud dengan mengatakan itu keadaan yang menungging dan sebagainya?
.
Yesus menyembah Allah tetapi umat Kristian menyembah Yesus
Yesus sendiri menyembah Allah semata-mata, tetapi mengapa umat Kristian TIDAK mengikut amalan Yesus itu bahkan sebaliknya mereka menyembah Yesus pula. Yesus sendiri TIDAK pernah menyuruh agar manusia menyembahnya tetapi umat Kristian menyembah Yesus.
Matius 4:10 Lalu kata Yesus kepadanya, “Nyahlah engkau dari sini, hai Iblis, karena telah tersurat: Hendaklah engkau menyembah Allah Tuhanmu, dan beribadat hanya kepada-Nya sahaja.” [AlKitab Terjemahan Lama]
Yesus dengan tegas mengatakan agar beribadat HANYA kepadaNya sahaja, iaitu kepada Allah S.w.t. Yesus tidak pernah menyuruh agar menyembah dirinya sendiri.
.
Nabi-nabi lain pun sujud menyembah Allah
Di dalam Bible sendiri pun banyak menulis bahawa para nabi dulu juga SUJUD menyembah Allah, bukan berdoa menggenggam tangan sambil melutut seperti yang umat Kristian biasa lakukan di gereja sekarang ini.
Nabi Ibrahim a.s sujud menyembah Allah - Kejadian 17:3 Lalu sujudlah Abram dengan mukanya sampai ke bumi; maka berfirman Tuhan kepadanya, katanya:
Nabi Lut a.s sujud menyembah Allah – 19:1 Maka sampailah kedua orang malaekat itu ke Sodom pada petang hari; maka pada masa itu Lutpun ada duduk di pintu negeri Sodom. Serta terlihatlah Lut akan mereka itu, maka bangkitlah ia berdiri, lalu pergi mendapatkan mereka itu, maka sujudlah ia sampai mukanya ke bumi,
Nabi Musa a.s sujud menyembah Allah - Keluaran 34:8 Maka bersegeralah Musa menundukkan kepalanya sampai ke bumi, lalu iapun menyembah sujudlah.
Nabi Daud a.s sujud menyembah Allah - Mazmur 95:6 Marilah kita menyembah sujud serta bertelut di hadapan Tuhan, yang telah menjadikan kita.
Dan lain-lain lagi. Maka mengapa umat Kristian tidak mau mengikut contoh para nabi itu termasuk Yesus? Tetapi hanya mengikut contoh yang diajarkan oleh Paulus?
Bukan Ka’abah yang disembah oleh Muslim , tetapi Allah SWT
BUKTI Ka’abah BUKAN disembah lagi, yaitu apabila seorang MUSLIM mau solat di atas sebuah KAPAL yang belayar sebagai contoh, PERMULAAN solat itu saja yang disuruh agar mengadap KIBLAT. Tetapi ketika SOLAT, kapal sudah bertukar arah dan sebagainya sudah tidak menjadi hal. Kerana yang penting, bukan Ka’abah itu yang disembah, TETAPI Allah S.w.t
.
Rujukan:
1 – AlQuran
2 – http://seputarsejenak.blogspot.com/
3 – http://sabdaweb.sabda.org/
 |
| Add caption |
Apakah Anda tahu bahwa Yohanes ketika di Roma ia pernah digoreng hidup-hidup di dalam minyak mendidih. Apakah ia takut menghadapi ini semua? Tidak! Ternyata tidak satupun dari para murid yang memilih untuk hidup senang dan tentram dengan bersedia mengingkari dan tidak mengakui Yesus.Sejarah tradisi gereja banyak sekali memberikan informasi mengenai kehidupan sampai dengan bagaimana wafatnya para murid yesus. Satu penulis sejarah yang bisa dipertanggung jawabkan t ulisannya berdasarkan bukti-bukti nyata ialah Eusebius. Ia menulis buku mengenai cara meninggalnya para murid yesus di tahun 325 yang berjudul: “Rasul dan murid dari Juruselamat telah menyebarkan dan mengkotbahkan Injil ke seluruh dunia”. Tulisan dari Eusebius telah ditelusuri dan diselidiki ulang oleh penulis sejarah gereja kondang Mr. Schumacher untuk membuktikan akan kebenaran dari tulisan tersebut.
1. Matius meninggal dunia, karena disiksa dan dibunuh dengan pedang di Etiopia.
2. Markus meninggal dunia di Alexandria (Mesir), setelah badannya diseret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan-jalan yang penuh batu sampai ia menemukan ajalnya.
3. Lukas mati digantung di Yunani, setelah ia berkhotbah di sana kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan.
4. Yohanes direbus atau lebih tepatnya digoreng di dalam bak minyak mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih menyelamatkannya maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah digoreng hidup-hidup ia bisa hidup terus. Tetapi akhirnya ia dibuang dan diasingkan ke pulau Patmos untuk kerja paksa di tambang batubara disana. Pada saat ia berada di sana, ia mendapatkan ilham sehingga ia bisa menulis injil. Kemudian ia dibebaskan dan akhirnya kembali dan menjadi Uskup di Edessa (Turki). Ia adalah satu-satunya murid yesus yang bisa mencapai usia lanjut dan bisa meninggal dunia dengan tenang.
5. Petrus telah disalib dengan kepala di bawah. Kayu salib untuk Petrus dipasangnya berbeda, ialah secara huruf X, karena itulah permohonan yang ia ajukan sebelum ia disalib,dimana ia memohon untuk disalib dengan cara demikian. Ia merasa tidak layak untuk mati dan disalib seperti Yesus.
6. Yakobus saudara tiri dari Yesus dan pemimpin gereja di Yerusalem, dilempar ke bawah dari puncak bubungan Bait Allah, di tempat yang sama dimana si setan dahulu membawa Yesus untuk digoda. Ia meninggal dunia setelah dilempar dari tempat tinggi tersebut.
7. Yakobus anak Zebedeus adalah seorang nelayan dan ia adalah murid pertama yang dipanggil untuk ikut Yesus, ia dipenggal kepalanya di Yerusalem. Pada saat-saat ia disiksapun, ia tidak pernah menyangkal Yesus, bahkan ia berusaha untuk berkhotbah terus, bukan hanya kepada para tawanan lainnya saja, bahkan kepada orang yang menghukum dan menyiksa dia dengan kejamnya. Sehingga akhirnya orang Romawi yang menjadi penjaga dan penyiksa dia, bisa turut bertobat. Penjaga Romawi itu mendampingi Yakobus pada saat ia dihukum penggal, bukannya sekedar hanya untuk turut menyaksikannya saja, melainkan juga untuk turut dihukum dan dipenggal bersama dengan Yakobus. Pada saat ia mau menjalani hukuman mati, ia berlutut bersama di samping Yakobus, sambil berdoa, itu adalah doanya yang terakhir, sebelum ia mati dipenggal bersama Yakobus sebagai pengikutnya.
8. Bartolomeus yang lebih dikenal sebagai natanael ia menjadi misionaris di Asia, antara lain ia memberikan kesaksian di Turki. Ia meninggal dunia di Armenia setelah ia mendapat hukuman pukulan cambuk yang sedemikian kejamnya sehingga semua kulitnya menjadi hancur terlepas kebeset.
9. Andreas juga disalib seperti Petrus dengan cara X di Yunani. Sebelum ia meninggal, ia disiksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara dan diikat di salib. Dengan cara demikian mereka bisa memperpanjang masa sakit dan masa siksaannya. Seorang pengikut Andreas yang turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yang telah diucapkan oleh Andreas sebelum ia meninggal dunia: “Ternyata keinginan dan cita-cita saya bisa terkabul dimana saya bisa turut merasakan “happy hours” dengan disiksa dan disalib seperti Yesus.” Bahkan pada saat ia disiksa pun tiada henti-hentinya ia berkhotbah terus, ia berkotbah terus dua hari sebelum ajalnya tiba.Berkotbah sambil dihukum cambuk.”
10. Rasul Thomas mati ditusuk oleh tombak di India.
11. Yudas saudaranya dari Yesus dihukum mati dengan panah,karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Yesus.
12. Matias, pengganti dari Yudas Iscariot mati dihukum rajam dan akhirnya dipenggal kepalanya.
PAULUS disiksa dengan sangat kejam dan akhirnya dipenggal kepalanya oleh Kaiser Nero di Roma pada tahun 67. Paulus adalah orang yang paling lama mengalami masa siksaan dipenjara. Kebanyakan surat-surat dari Rasul Paulus dibuat dan dikirim dari pernja
Tidak ada satupun literatur kuno yang menyebutkan tentang penyaliban Yesus--Seorang teolog Swedia menyatakan, Yesus tidak disalib, karena tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa orang-orang Romawi menyalib para tahanannya 2.000 tahun silam.
Menurut Gunnar Samuelsson dari Universitas Gothenburg, cerita mengenai eksekusi Yesus adalah berdasarkan pada tradisi orang Kristen dan ilustrasi artistik, bukan berdasarkan naskah-naskah kuno. Hal tersebut ditulis Samuelsson dalam disertasi doktornya yang berjudul "Crucifixion in Antiquity - An Inquiry into the Background of the New Testament Terminology of Crucifixion".Samuelsson, seorang kristiani yang taat, menyatakan bahwa Bibel telah disalahinterpretasikan.
Tidak ada referensi eksplisit yang menyebutkan penggunaan paku untuk penyaliban di dalamnya, yang ada hanya Yesus ditusuk sebuah "staurus" menuju bukit Cavalry, yang juga bisa berarti "galah" atau "tongkat". Demikian hasil penelitiannya menyebutkan.Disertasi Samuelsson setebal 400 halaman itu ditulis berdasarkan studi mendalam atas teks-teks asli. Karya ilmiahnya diajukan ke universitas bulan lalu."Masalahnya adalah, deskripsi tentang penyaliban sama sekali tidak ada dalam literatur-literatur kuno," kata Samuelsson dalam sebuah wawancara dengan Daily Telegraph, Rabu pekan lalu."Sumber-sumber yang Anda harapkan untuk menemukan pemahaman yang sesungguhnya tentang peristiwa itu, tidak mengatakan apapun," tegasnya.
Literatur-literatur kuno dalam bahasa Yunani, Latin, dan Hebew, dari zaman Homer hingga abad pertama, menggambarkan sejumlah penundaan hukuman, tapi tidak ada yang menyebut "salib" atau "penyaliban"."Konsekuensinya, pemahaman kontemporer tentang penyaliban sebagai hukuman, sangat diragukan (dipertanyakan)," ujar Samuelsson kepada koran Inggris tersebut."Dan yang lebih diragukan lagi, apakah hal yang sama bisa disimpulkan atas peristiwa penyaliban Yesus. Perjanjian Baru tidak mengatakan sebanyak apa yang ingin kita percayai," tandas Samuelsson.
Hanya ada sedikit bukti menegaskan bahwa Yesus dibiarkan mati setelah dipaku di atas sebuah tiang salib, baik itu dalam literatur-literatur kuno zaman pra-Kristen maupun ekstra-Bibel, demikian pula dalam Bibel.Samuelsson mengakui bahwa sangat mudah untuk bereakasi dengan emosional daripada berfikir secara logis terhadap penelitian itu, yang sangat dekat dengan agamanya.
Menurut Samuelsson, teks-teks yang berbicara tentang eksekusi, tidak menjelaskan bagaimana Yesus dilekatkan pada alat eksekusinya."Inilah inti masalahnya. Teks tentang kisah penderitaan (Yesus) tidak begitu jelas dan informasinya ditambah-tambahi, sebagaimana kita umat kristiani terkadang menginginkannya demikian," katanya menjelaskan."Jika Anda mencari teks yang menggambarkan tindakan pemakuan orang ke tiang salib, Anda tidak akan menemukannya kecuali di Alkitab."Semua literatur kontemporer menggunakan terminologi yang samar-samar, termasuk yang ditulis dalam bahasa Latin.

Sementara dalam bahasa Latin, kata "crux" tidak selalu berarti salib, dan "patibulum" tidak selalu berarti palang salib. Kedua kata tersebut digunakan dalam arti yang lebih luas daripada itu.Meskipun hasil penelitiannya menegaskan bahwa tidak ada bukti Yesus disalib, Samuelsson mengatakan ia masih percaya bahwa Yesus anak tuhan. Ia hanya meminta agar penganut Kristen memperbaiki pemahamannya terhadap Bibel."Saran saya, kita harus membaca teksnya sebagaimana adanya, bukan sebagaimana yang kita pikirkan. Kita harus membaca yang tersurat, bukan yang tersirat.
Teks dalam Bibel sudah cukup. Kita tidak perlu menambahkan apapun."Hasil penelitian Samuelsson mengingatkan kita pada tradisi Kristen lainnya; Sinterklas dan salju Natal.Tokoh Sinterklas tidak ada dalam Alkitab, dan sebagian orangtua jujur mengatakan kepada anak-anaknya bahwa itu hanya dongeng belaka. Tapi kisah itu tetap dipercayai sebagai bagian dari agama dan tradisi mereka.
Sementara para pengusaha mengatakan bahwa tidak peduli itu nyata atau tidak, yang penting tokoh Sinterklas membantu melariskan dagangan mereka, terutama di musim Natal.Perayaan Natal dan cerita kelahiran Yesus juga selalu dikaitkan dengan salju. Padahal dalam Alkitab dikatakan, ibunda Yesus makan buah kurma yang jatuh dari pohon setelah melahirkan anaknya. Buah kurma adalah tanaman khas padang pasir yang hanya berbuah di musim panas. Apakah mungkin ketika itu Maria memakan buah kurma, sambil mendekap anaknya yang menggigil kedinginan karena salju?
Al-Quran lebih dari 1.400 tahun lalu telah mengatakan, Nabi Isa, yang diakui sebagai Yesus oleh penganut Kristen, memang tidak dibunuh oleh orang-orang yang mengejarnya ketika itu. Bahkan beliau belum wafat.
Artikel ini saya muat dengan tujuan memberi pengertian kepada para pembualan yang mengatakan Rasulullah Muhammada adalah nabi palsu dan dapat memjadikan pelajaran kepada kita semuaTerlampir adalah foto bulan dari koleksi NASA. Semoga hal itu akan semakin menyempurnakan keyakinan kita terhadap kekuasan Allah (swt) dan kerasulan nabi Muhammad (saw).Dalam Bukhari dan Muslim, juga dalam kitab2 hadits yang terkenal lainnya, diriwayatkan bahwa sebelum Rasulullah (saw) hijrah, berkumpullah tokoh2 kafir Quraiy, seperti Abu Jahal, Walid bin Mughirah dan Al ‘Ash bin Qail.
Mereka meminta kepada nabi Muhammad (saw) untuk membelah bulan. Kata mereka, “Seandainya kamu benar2 seorang nabi, maka belahlah bulan menjadi dua.”
Rasulullah (saw) berkata kepada mereka, “Apakah kalian akan masuk Islam jika aku sanggup melakukannya?”
Mereka menjawab, “Ya.” Lalu Rasulullah (saw) berdoa kepada Allah agar bulan terbelah menjadi dua. Rasulullah (saw) memberi isyarat dengan jarinya, maka bulanpun terbelah menjadi dua. Selanjutnya sambil menyebut nama setiap orang kafir yang hadir, Rasulullah (saw) berkata, “Hai Fulan, bersaksilah kamu. Hai Fulan, bersaksilah kamu.”
Demikian jauh jarak belahan bulan itu sehingga gunung Hira nampak berada diantara keduanya. Akan tetapi orang2 kafir yang hadir berkata, “Ini sihir!” padahal semua orang yang hadir menyaksikan pembelahan bulan tersebut dengan seksama.
Atas peristiwa ini Allah (swt) menurunkan ayat Al Qur’an: ” Telah dekat saat itu (datangnya kiamat) dan bulan telah terbelah. Dan jika orang2 (kafir) menyaksikan suatu tanda (mukjizat), mereka mengingkarinya dan mengatakan bahwa itu adalah sihir.” (QS Al Qomar 54:1-2)
Subhanallah. Subhan ibn Abdullah Laem Chabang, 09/02/2005 . Telah Dekat Kiamat, Bulan Telah Terbelah Allah berfirman: “Sungguh telah dekat hari kiamat, dan bulan pun telah terbelah.” (Q.S. Al-Qamar: 1)
Apakah kalian akan membenarkan ayat Al-Qur’an ini yang menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris? Di bawah ini adalah kisahnya. Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof.Dr.Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah? Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut:
Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan hal itu di University Cardif, Inggris bagian Barat. Para peserta yang hadir ber-macam2, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an.
Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, ” Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi “Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah” mengandung mukjizat secara ilmiah?
Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka hal itu adalah mukjizat yang terjadi pada masa Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam, sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi2 sebelumnya.
Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits2 Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan hadits2 Rasulullah shallallahu alaihi wassalam.
Dan memang Allah ta’alaa benar2 maha berkuasa atas segala sesuatu.
Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah Munawarah. Orang2 musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (dengan nada mengejek dan meng-olok2)?” Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan?”
Mereka menjawab, “Coba belah bulan…” Rasulullah pun berdiri dan terdiam, berdoa kepada Allah agar menolongnya. Lalu Allah memberitahu Muhammad saw agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan itu dengan se-benar2-nya. Serta-merta orang2 musyrik pun berujar, “Muhammad, engkau benar2 telah menyihir kami!”
Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu. Lalu mereka pun menunggu orang2 yang akan pulang dari perjalanan.
Orang2 Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, orang2 musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah
menjadi dua dan saling menjauh masing2-nya kemudian bersatu kembali…”
Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: “Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda2 kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap… (sampai akhir surat Al-Qamar).
Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar.
Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai Tuan, bolehkah aku menambahkan?” Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab:”Dipersilahkan dengan senang hati.”
Daud Musa Pitkhok berkata, “Aku pernah meneliti agama2 (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna2 Al-Qur’an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku mem-buka2 terjemahan Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka
ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: “Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah…”
Aku bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu? Maka, aku pun berhenti membaca ayat2 selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan se-hari2. Akan tetapi Allah maha tahu tentang tingkat keikhlasam hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.
Suatu hari aku duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi antara seorang presenter Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut bercerita tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan.
Presenter berkata, “Andaikan dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak gunanya.” Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, “Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik pada segi kedokteran, industri ataupun pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia2, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.”
Dalam diskusi tersebut dibahas tentang turunnya astronot hingga menjejakkan kakinya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, “Kebodohan macam apalagi ini, dana yang begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?
” Mereka pun menjawab, “Tidak! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun.”
Mendengar hal itu, presenter itu pun bertanya, “Hakikat apa yang kalian telah capai hingga demikian mahal taruhannya?” Mereka menjawab, ” Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali! Presenter pun bertanya, “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?” Mereka menjawab, “Kami mendapati secara pasti dari batu2-an yang terpisah (katrena) terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Kami meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali!”
Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, ” Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, ‘Mukjizat (kehebatan) benar2 telah terjadi pada diri Muhammad shallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar2 telah meng-olok2 AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, hingga 100 juta dollar, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin! Agama Islam ini tidak mungkin salah… Lalu aku pun kembali membuka Mushhaf Al-Qur’an dan aku baca surat Al-Qamar.
Dan saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.”
Diterjemahkan oleh: Abu Muhammad ibn Shadiq (Sabtu, 22 Sya’ban1424H/18-10-2003M)
Dalam pertemuan ketujuh Majelis “Sinode,” Vatikan mempertanyakan toleransi Islam dan menyerukan intervensi PBB untuk memaksa negara-negara Teluk membangun gereja. Dalam sesi yang diadakan di hadapan Paus Benediktus XVI dan dihadiri Dewan Gereja-gereja Timur Tengah dan Gereja Mesir ini, Kardinal Petrus Kudo Abia Torkson menuntut agar resolusi antipenistaan agama Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak hanya dipromosikan terhadap Islam di dunia Barat saja.“Resolusi ini juga harus mencakup kutukan terhadap penistaan terhadap agama Kristen di dunia Islam. Untuk itu, Dewan Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian yang menginduk kepada Vatikan siap mempromosikan dan mendukung langkah ini. Vatikan juga mendukung diterbitkannya resolusi PBB tentang kebebasan beragama di Mesir dan Timur Tengah sebagai alternatif untuk resolusi penistaan agama,” kata Kardinal Torkson yang juga Ketua Dewan Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian.Torkson menuntut gereja-gereja dan minoritas agama di Timur Tengah tidak tunduk kepada apa yang ia sebut “diskriminasi, kekerasan dan propaganda fitnah anti-Kristen”, dalam penolakan pemberian ijin pembangunan gereja, atau pengaturan fungsi publik.Sementara itu, Uskup Camillo Ballin, Vikaris Apostolik di Kuwait menuntut Vatikan agar memberikan tekanan terhadap negara-negara Teluk untuk memberikan ruang lebih banyak bagi pelaksanaan ibadah umat Kristen pada umumnya, serta pembangunan gereja, menuntut penetapan program dasar untuk total kegiatan gereja.PAUS MENGHUJAT ISLAMSebelumnya, Paus Benediktus XVI mengutuk apa yang ia namakan “agama kepalsuan” yang dihasilkan oleh masyarakat modern, yang secara umum merujuk kepada “kekuatan ideologi teroris,” dengan mengatakan: “Tampaknya ada tindakan kekerasan yang dilakukan atas nama Allah, tetapi kenyataannya merupakan agama-agama palsu yang harus dibongkar”, ungkapnya.....Paus Benediktus XVI mengutuk apa yang ia namakan “agama kepalsuan”....Pidato Paus Benediktus XVI Ini diungkapkan dalam pembukaan “Dewan Sinode Timur Tengah” yang akan berlangsung hingga 24 Oktober dalam sebuah perayaan massal di Basilika Santo Petrus di Vatikan, dihadiri oleh Presiden Kongregasi Gereja-gereja Oriental, Kardinal Leonardo Sandri dan para patriark Katolik Timur dan sejumlah uskup yang datang dari kawasan Arab untuk berpartisipasi dalam Sinode yang mempelajari kondisi umat Kristen dalam segala aspeknya, menurut pernyataan resmi Vatikan.Paus Benediktus menambahkan, “Agama palsu menjelaskan bahwa harta menjadikan orang sebagai budak dan mengendalikannya, bukan dikendalikan olehnya, dan yang menderita karenanya dan kadang-kadang mati karenanya.”“Ada juga narkoba yang menghancurkan seluruh bumi, serta gaya hidup yang dipromosikan oleh arus opini publik, sehingga perkawinan tidak lagi memiliki nilai serta kesucian tidak lagi diutamakan,” tambahnya.....Paus memperingatkan adanya “sekularisasi Islam” untuk menjauhkan kebanyakan nas-nas Syariat Islam, yang digambarkan sebagai “ekstrim”....Paus menyebut kondisi umat Kristen di Timur Tengah sebagai hilangnya kekristenan di wilayah yang bermasalah. Lebih lanjut Paus memperingatkan adanya “sekularisasi Islam” untuk menjauhkan kebanyakan nas-nas Syariat Islam, yang digambarkan sebagai “ekstrim”, menurut kedustaannya. ( voa-islam )
blurry_eyes berkata:
kalo gitu saya mau nanya ya
according to www.gospel-mysteries.net/ending-mark.html kitab markus sebenernya cuma sampe 16:8,
how do u explain it?
kalo gitu sisanya adalah penambahan dikemudian hari?
Pertanyaan itu untuk Kristiani. Tetapi kalo menurut saya sih, penambahan itu dimaksudkan untuk menutupi 2 pertanyaan yg berbahaya. 1. Kemana mayat Yesus jika ia benar disalib? 2. Bagaimana kelanjutan kisah Yudas Iskariot, kok dia menghilang begitu aja?
Utk no.1 mereka menjawab bahwa Yesus bangkit lagi setelah mati di tiang salib lalu diangkat ke langit.
Utk no.2 mereka menjawab bahwa Yudas gantung diri.
Jika dua pertanyaan itu ditanyakan kepada saya, maka saya akan menjawab: 1. Nabi Isa telah diangkat pada malam penangkapan. 2. Yudas ditangkap dan digantung, bukan gantung diri.
Seandainya tidak ada penambahan itu, maka terlihatlah bahwa apa yg dikatakan Al-Qur`an itu benar.
Sesungguhnya Yesus tidaklah disalib. Yesus itu diangkat pada malam penangkapan. Lalu Yudas itulah yang ditangkap karena wajah dan suaranya telah diubah oleh Allah sehingga mirip dengan Yesus.
Lalu Yudas (yg disangka Yesus) diinterogasi dan berkata, “Anak manusia telah ada di langit” gubernur berfikir bahwa orang ini pasti sudah tidak waras, sudahlah, bebaskan saja dia.
Namun Yahudi yg mulai menyadari bahwa mereka telah salah tangkap tak ingin rahasia mereka (yaitu rencana jahat mereka utk membunuh Yesus) terungkap. Kebetulan sekali yg ditangkap itu adalah yg tahu rencana jahat tersebut. Maka orang itu haruslah dibunuh. Setelah Yudas diserahkan kepada imam Yahudi untuk dihukum sesuai Taurat, mereka pun mengeksekusi Yudas dg cara yahudi.
Yohanes 18:31 Kata Pilatus kepada mereka: “Ambillah Dia dan hakimilah Dia menurut hukum Tauratmu.”
Deu. 21:22-23 And if a man have committed a sin worthy of death, and he be to be put to death, and thou hang him on a tree: His body shall not remain all night upon the tree, but thou shalt in any wise bury him that day; (for he that is hanged is accursed of God;) that thy land be not defiled, which the LORD thy God giveth thee for an inheritance. [KJV]
Hal ini diakui oleh Paulus: Acts 5:30 The God of our fathers raised up Jesus, whom ye slew and hanged on a tree. [KJV]
Yohanes 19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.
Orang yang disalib, tidak ditikam lambungnya, tetapi dipatahkan lututnya. Penikaman ini untuk memastikan bahwa orang yang digantung itu telah benar2 mati. Itulah sebabnya pada mayat Yudas terdapat bekas pada leher dan juga perutnya terburai.
Setelah mayatnya diturunkan, ia dikuburkan. Namun pada malamnya orang suruhan imam Yahudi, yang telah berkomplot dengan tentara Roma, mencuri mayat Yudas dari kuburnya dan meletakkan mayatnya di suatu area yang kemudian disebut Tanah Darah.
Jika hal ini diketahui oleh publik, maka para imam Yahudi akan dibunuh karena telah merencanakan pembunuhan terhadap Nabi Isa. Lalu orang-orang Yahudi akan percaya bahwa Nabi Isa memang seorang utusan Allah. Dengan demikian, doktrin-doktrin palsu selanjutnya tidak perlu lahir. Percuma, kedok sudah terbongkar. Namun, karena mereka telah berhasil mengaburkan kenyataan tersebut, lahirlah doktrin-doktrin bahwa Yesus disalib itu memang sudah rencana Tuhan untuk menebus dosa asal.
Dosa asal? Memangnya ada dosa asal? Dosa asal, penebusan melalui penyaliban, semua itu hanyalah tipuan yahudi untuk menutupi kebusukan mereka. Mereka rela orang lain tersesat, asalkan mereka bisa hidup lebih lama lagi. Mereka menjual banyak jiwa kepada setan hanya untuk ‘memperpanjang’ umur mereka. Sungguh kasihan orang-orang yang telah mereka sesatkan. Orang-orang itu tersesat hanya untuk memperpanjang sedikit umur para bajingan. Kenyataanya, tidak ada dosa asal, tidak ada penebusan dosa dengan penyaliban (mana mungkin Tuhan menggunakan cara orang kafir untuk menebus dosa?).
Lihat, jika tidak ada penambahan itu, lalu dua pertanyaan tadi ditanyakan, mungkin kekristenan tidak akan lahir. Dan zionisme hanya tinggal sejarah. Wallahu a’lam
(Maaf tulisan ini belum saya rapihkan, mungkin suatu saat nanti saya rapihkan. Tapi… mungkin juga tidak )