Senin, 29 Agustus 2011

KEJATUHAN MANUSIA


Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. [Roma 5:12]
Setelah Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, Tuhan menempatkan mereka di sebuah taman yang indah, Taman Eden. Adam diberi tanggung jawab untuk memelihara Taman Eden. Ada banyak jenis pohon di taman itu namun ada pohon yang berbeda dari semua pohon yang lain, yaitu “pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.” Adam dan Hawa diperbolehkan makan semua buah dari pohon di taman itu, kecuali buah dari “pohon pengetahuan baik dan jahat.” Tuhan dengan tegas melarang mereka agar tidak memakan buah dari pohon tersebut dan memberi peringatan kepada mereka. Dalam Kej. 2:17, Tuhan berkata kepada Adam: “Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”
Pada suatu hari, sesuatu yang tidak diinginkan terjadi! Setan dalam bentuk ular, masuk ke taman tersebut dan mulai bercakap-cakap dengan Hawa. Ia kemudian bertanya kepadanya, “Tentulah Tuhan berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” (Kej. 3:1). Pertanyaan ini kedengarannya tidak berbahaya namun Setan mempunyai maksud yang jahat. Maksudnya adalah menipu Hawa agar ia melanggar perintah Tuhan. Hawa menjawab, “Buah pohon yang ada di dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Tuhan berfirman: Jangan kamu makan ataupun menyentuh buah itu, nanti kamu mati.” (Kejadian 3:2,3). Perkataan yang diucapkan Setan berikutnya adalah dusta belaka. Setan berkata, “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Tuhan mengetahui, bahwa pada waktu kamu makan mata kamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Tuhan, tahu tentang yang baik dan jahat.” Kejadian 3:4, 5. Perkataan Setan bukan saja bertentangan dengan perkataan Tuhan, melainkan memberi kesan bahwa Tuhan menyembunyikan sesuatu yang baik terhadap Adam dan Hawa. Setan mengatakan kepada Hawa bahwa dengan memakan buah itu ia dan suaminya akan menjadi seperti Tuhan. Hawa harus mengambil keputusan. Tuhan telah mengatakan, “Pastilah engkau mati.” Namun sekarang Setan berkata “Kamu tidak akan mati.” Hawa harus memilih siapa yang akan dipercayainya – Tuhan atau Setan. Hawa memandang buah itu dan berpikir tentang apa yang telah dikatakan oleh Setan. Kemudian ia mengambil keputusan. Ia mengambil buah itu dan memakannya. Hawa telah memilih untuk percaya kepada Setan!
Rencana Setan telah berhasil memperdaya Hawa. Hawa berhasil dijeratnya karena ternyata ia lebih mempercayai perkataan Setan dari pada perkataan Tuhan! Ia telah ditipu untuk mempercayai dusta. Mengapa Hawa tertipu? Ia tertipu karena ia tidak percaya kepada Firman Tuhan. Kitapun akan tertipu apabila kita tidak mempercayai apa yang dikatakan Tuhan. Namun rencana jahat Setan tidak berakhir di situ saja. Setan juga merencanakan untuk menjatuhkan Adam ke dalam dosa. Kali ini, Setan tidak berbicara langsung kepada Adam melainkan ia menggunakan Hawa untuk membujuk Adam agar ia pun melanggar perintah Tuhan. Hawa memberikan buah itu kepada Adam. Hawa pasti memberitahukan kepada Adam tentang perkataan Setan bahwa mereka akan memperoleh kuasa yang luar biasa jika memakan buah tersebut.
Nah, Adam pun harus memilih. Ia tahu apa yang Tuhan telah katakan. Tuhan telah memberitahunya dengan jelas bahwa akibat dari memakan buah itu adalah kematian – bukannya mendapat kuasa. Apakah Adam tertipu karena apa yang telah dikatakan Setan kepada Hawa? Tidak! Ia telah mengetahui apa yang akan terjadi. Namun demikian, ia tetap mengambil buah itu dan memakannya. Demikianlah ia jatuh ke dalam dosa! Apakah sebenarnya dosa yang dilakukan Adam? Dosanya adalah ketidaktaatan. Ia tidak mentaati perintah Tuhan. Ia menuruti kehendaknya sendiri daripada menuruti kehendak Tuhan. Dengan berbuat demikian, Adam telah memberontak terhadap Penciptanya dan menuruti setan, si pemberontak pertama itu.
Tanggapan kami:
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. Dan Kami berfirman: “Hai Adam diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”. [QS. Al-Baqarah (2): 34-36]
Ada beberapa perbedaan antara Alkitab dan Al-Qur`an mengenai kisah kejatuhan manusia. Perbedaan itu antara lain:
a. Dalam Alkitab dijelaskan bahwa TUHAN menyebut ‘pohon’ yang dilarang untuk didekati itu sebagai ‘pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat’. Sedangkan dalam Al-Qur`an tidak disebutkan nama pohon itu. Penamaan pohon itu sebagai ‘pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat’ adalah sangat mencurigakan. Sepertinya penamaan itu bukan dari Tuhan. Jika benar pohon itu adalah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, mengapa pohon itu harus dihindari? Bukankah bagus jika kita mengetahui mana yang baik dan mana yang jahat? Bukankah dengan ilmu itu manusia dapat mengetahui jalan lurus? Sepertinya penamaan pohon itu bukan dari TUHAN, tetapi dari Setan. Begitu juga dengan penamaan pohon kehidupan, pohon kekal, pohon khuldi, Al-Qur`an menjelaskan bahwa penamaan seperti itu adalah penamaan dari Setan, bukan dari Tuhan (QS. Al-A’raf: 20).
b. Dalam Alkitab dijelaskan bagaimana cara setan membujuk manusia, yaitu dengan berbentuk ular. Sedangkan dalam Al-Qur`an tidak dijelaskan bagaimana Iblis bisa mendekati manusia untuk menggelincirkannya.
c. Dalam Alkitab dijelaskan bahwa Setan telah menggelincirkan Hawa, lalu Hawa menggelincirkan Adam (Kej. 3:12-13). Dan jadilah perempuan itu sebagai pihak yang dipersalahkan. Urutan seperti itu tidak dikenal dalam Al-Qur`an. Al-Qur`an menyebutkan bahwa Iblis menggelincirkan keduanya, Adam dan Hawa. Jadi yang menggelincirkan Adam adalah Iblis, bukan Hawa.
Dari kejadian ini, Paulus mengarang sebuah ‘dongeng’ mengenai dosa waris (Rm. 5:12). Dia berkata bahwa setiap manusia yang lahir telah berdosa, karena setiap manusia yang lahir itu mewarisi dosa dari Adam. Sepertinya dongeng Paulus agak bertentangan dengan dongeng Kejadian. Sebab dalam dongeng Paulus dikatakan bahwa semua orang berdosa karena Adam, padahal menurut dongeng Kejadian, manusia yang pertama kali berdosa adalah Hawa, bukan Adam. Kemudian, dengan dongeng dosa waris atau dosa asal ini, Paulus telah menjadikan Yesus sebagai orang berdosa juga, sebab Yesus telah lahir dari perempuan yang juga mewarisi dosa Adam. Maka Yesus bukanlah orang yang cocok untuk menjadi ‘domba korban’. Lagi pula mengapa harus menyalib Yesus? Bukankah Adam dan Hawa telah menerima hukumannya, mengapa masih ada dosa yang diwariskan? Apakah Tuhan begitu bengis hingga belum mau mengampuni manusia kalau belum membunuh Yesus? Benarkah Yesus disalib untuk menebus dosa? Atau justeru karena dengki (Mat. 27:18; Mrk. 15:10)? Dan benarkah Yesus disalib? Atau justeru Yesus telah diselamatkan? Dongeng dosa waris penuh dengan kontradiksi.
a. Jika setiap orang telah berdosa sejak lahirnya, maka bayi yang baru lahir kemudian mati, tentulah dia masuk neraka. Sebab dia belum beriman akan penyaliban Yesus, dan dia belum dibaptis. Berarti dia mati dalam keadaan masih berdosa. Padahal dalam Matius 19:14, Yesus menjelaskan bahwa anak-anak itu masih suci, mereka adalah pewaris Kerajaan Sorga.
b. Dalam dongeng dosa waris dikatakan bahwa setiap orang dihukum berdosa karena dosa Adam. Ini bertentangan dengan keadlian Allah. Coba lihat Yehezkiel 18:20; Ulangan 24:16; 2 Raj. 14:6; 2 Tawarikh 25:4. Adalah tidak masuk akal jika bapak yang makan mangga mentah, tetapi anak-anak yang merasakan ngilu giginya.
Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. [Yehezkiel 18:20]
Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan. [QS. Al-Baqarah (2): 134,141]
Doktrin Kristen Trinitarian:
Sebagai akibatnya, bumi dikutuk Tuhan, maka Adam harus mencari nafkah dengan susah payah. Kej. 3:17-19 mengatakan:”… maka terkutuklah tanah karena engkau, dengan bersusah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu ….”
Hukuman tidak hanya diberikan kepada Adam dan Hawa, tetapi juga kepada ular. Kej. 3:14 mengatakan: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau diantara segala ternak dan diantara segala binatang, dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kau makan seumur hidupmu.”
Tuhan adalah kudus. Ia tidak dapat membiarkan dosa. Adam dan Hawa telah berdosa, karena itu mereka diusir keluar dari Taman Eden. Dosa selalu memisahkan manusia dengan Tuhan. Walaupun manusia telah melanggar perintah Tuhan, Ia tetap mengasihi manusia ciptaan-Nya. Ia mempunyai rencana yang indah untuk manusia, yaitu dengan memberikan janji keselamatan kepadanya. Kej. 3:15 menjelaskan hal itu: “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau (iblis) dengan perempuan ini (Hawa), antara keturunanmu dengan keturunannya; keturunannya (Juru selamat yang akan datang) akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”
Tuhan telah menyediakan jalan bagi Adam dan Hawa serta keturunan mereka untuk kembali dapat bersekutu dengan Tuhan. Sejak saat itu sampai Yesus datang sebagai Juruselamat, manusia harus mempersembahkan anak domba yang tidak bersalah sebagai korban penebus dosa. Tuhan menerima persembahan korban binatang itu karena mereka yang mempersembahkannya memandang ke depan dengan iman kepada Yesus Kristus yang akan datang.
Tanggapan kami:
Benarkah bumi ini telah dikutuk Tuhan? Sungguh tidak masuk akal. Dan benarkah ular makan debu tanah? Benarkah Alkitab firman Tuhan?
Benarkah keselamatan dan hidup kekal itu adalah melalui penyaliban Yesus? Tentu saja itu tidak benar. Sebab hidup kekal itu adalah dengan taat kepada perintah Allah, Bapa yang di sorga.
Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepadaku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” [Matius 19:17]
Menyembelih binatang korban bukanlah melihat kepada pengorbanan Yesus. Yesus tidak pernah disembelih. Menyembelih korban adalah melihat kepada Kain dan Habel (Qabil dan Habil), juga melihat kepada Abraham dan Ismael (Ibrahim dan Ismail).
Maka tatkala anak itu (Ismail) sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. [QS. Ash-Shaffat: 102]
Tetapi bangsa Yahudi telah menceritakan suatu kisah bohong dan merubah Torat. Dalam Kejadian 22:2 diceritakan demikian: Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu (dalam versi lain: anak sulung), yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”
Mana mungkin anak tunggal atau pun anak sulung yang dimaksud adalah Ishak, sedangkan Ismael telah berumur 14 tahun ketika Ishak dilahirkan? Maka jelaslah, yang dimaksud di sini adalah Ismael, nenek-moyang sang Juruselamat yang dijanjikan itu. Bukankah Hagar lebih dulu melahirkan Ismael (Kej. 16:16) dari pada Sara melahirkan Ishak (Kej. 21:5)? Gunakanlah akal budimu, jujurlah pada hatimu, dan jangan menipu dirimu sendiri! Sesungguhnya bangsa yahudi yang tinggi hati itu tidak rela jika Juruselamat lahir dari keturunan Ismael. Maka mereka ‘membuang’ Ismael dan menjelek-jelekkan dia. Suatu pembunuhan karakter yang sangat keji. Akan tetapi lihatlah bagaimana Yesus bernubuat mengenai Juruselamat itu: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: Hal itu terjadi dari pihak Tuhan … Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah kerajaan itu. (Matius 21: 42-43) Batu yang dibuang adalah garis keturunan Ismael yang merupakan anak Abraham. Sedangkan tukang bangunan adalah bangsa Yahudi yang telah membuang Ismael dari garis keturunan Abraham, mereka tidak mengakui Ismael sebagai putera Abraham. Mereka berharap dan berkeyakinan bahwa Juruselamat itu berasal dari keturunan Daud. Padahal Daud sendiri memanggil Juruselamat itu sebagai tuan. Lalu bagaimana mungkin Juruselamat itu adalah keturunan Daud? (Mazmur 110:1; Mat. 22:44-45; Mrk. 12:36-37; Luk. 20:42-44) Adapun bangsa yang akan menghasilkan buah kerajaan itu adalah bangsa Arab, dimana Nabi Muhammad saaw dilahirkan.
Dalam Al-Mustadrak Imam Hakim ada disebutkan bahwa ketika Rasulullah lahir, pada malam 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, seorang Yahudi melihat terbitnya suatu bintang yang merupakan syiar dari maulidur rusul saaw. Maka pada pagi harinya, orang Yahudi itu keluar menemui kaumnya sambil berteriak-teriak, “Celakalah kalian wahai orang-orang Yahudi. Sesungguhnya semalam aku melihat bintang Ahmad telah terbit.”
Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. [QS. Al-Baqarah (2): 146]

SETAN


Pada mulanya, Setan adalah malaikat Tuhan yang bernama Lucifer :kuaget: . Istilah “malaikat” berarti “utusan.” Semua malaikat diciptakan oleh Tuhan. Kolose 1:16 mengatakan: “Karena di dalam Dia-lah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.” Lucifer diciptakan dengan keindahan yang sempurna sehingga ia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling cantik. Ia dipenuhi hikmat sehingga ia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang terpandai. Dari seluruh malaikat yang ada di Surga, Lucifer-lah yang paling pintar, cantik dan berkuasa. Yehezkiel 28:12 mencatat: “…..gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah.” Walaupun malaikat adalah makhluk yang indah dan berkuasa, namun mereka tidak boleh disembah karena malaikat adalah makhluk ciptaan Tuhan. Hanya Tuhan, Sang Pencipta saja yang patut disembah.
Tanggapan kami: 
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim. [QS. Al-Kahfi (18): 50]
Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (menghormat kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab Iblis: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. [QS. Al-A’raf (7): 12]
Setan, terutama adalah jin yang jauh dari Tuhan. Iblis adalah nenek-moyang setan. Iblis adalah dari golongan jin, dia bukan malaikat. Iblis awalnya bernama Azazil dan tinggal di bumi. Azazil adalah seorang jin yang taat kepada Allah. Dia menyembah Allah selama 1000 tahun, lalu Allah mengangkatnya ke langit pertama. Di langit pertama, Azazil beribadah menyembah Allah selama 1000 tahun. Kemudian dia diangkat ke langit kedua. Begitu seterusnya hingga akhirnya dia diangkat menjadi imam dari para malaikat. Apa pun perintah Allah kepada malaikat berarti juga perintah baginya, sebab dialah imam para malaikat yang memimpin malaikat dalam melayani Tuhan. Lalu Allah Menciptakan Adam, dan memerintahkan malaikat untuk sujud menghormat kepada Adam. Azazil, sebagai imam para malaikat, seharusnya lebih dahulu bersujud memimpin para malaikat. Akan tetapi, dia menolak, karena dia merasa bahwa dirinya lebih baik dari pada Adam. Sementara malaikat langsung sujud tanpa dipimpin oleh Azazil.
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. [QS. Al-Baqarah (2): 34]
Maka Azazil disebut sebagai Iblis karena pembangkangannya, dan dia diusir dari Taman Adn. Dan dia berjanji akan menyesatkan manusia serta keturunannya. Dia akan berusaha menghasut manusia dan keturunannya agar melawan Tuhan. Dia berusaha menghalangi manusia dari jalan lurus.
Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus.” [QS. Al-A’raf (7): 16]
Doktrin Kristen Trinitarian:
Setan adalah malaikat pertama yang memberontak terhadap Tuhan dan kemudian banyak malaikat lain yang mengikutinya. Malaikat-malaikat ini disebut “malaikat-malaikat yang telah jatuh”. Malaikat-malaikat yang tetap setia kepada Tuhan disebut “malaikat-malaikat kudus.” Setan bersama malaikat-malaikat yang telah jatuh ini mendirikan kerajaan untuk menentang Tuhan dan kerajaan-Nya. Sejak pemberontakan Setan itu, maka ada dua kerajaan di dunia ini yakni: kerajaan Setan dan kerajaan Tuhan. Sifat kedua kerajaan ini sangat bertentangan. Kerajaan Setan adalah kerajaan kegelapan; Kerajaan Tuhan adalah kerajaan terang. Kerajaan Setan adalah kerajaan dusta, kerajaan Tuhan adalah kerajaan kebenaran, keadilan dan kasih. Malaikat-malaikat yang mengikuti Setan dalam pemberontakan terhadap Tuhan menjadi para suruhannya dalam melaksanakan maksud-maksudnya yang jahat. Orang-orang yang belum diselamatkan, sadar atau tidak berada dalam kerajaan Setan ini. Selain itu, pengikut setan lainnya ialah semua orang yang telah jatuh dalam dosa.
Tanggapan kami:
Sekali lagi, Iblis bukanlah malaikat, tetapi jin. Dan tidak ada malaikat yang mengalami kejatuhan, sebab malaikat tidak memiliki hawa nafsu untuk melawan Tuhan. Pasukan Iblis adalah para jin yang terpengaruh oleh Iblis. Dan Iblis menjadi raja mereka. Kerajaannya adalah kerajaan dusta. Manusia yang terpengaruh oleh hasutan Iblis dan pasukannya, maka manusia itu adalah manusia setan. Dan Tuhan telah memperingatkan hal ini dalam Al-Qur`an.
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. [QS. Al-Baqarah (2): 208]
Doktrin Kristen Trinitarian:
Kerajaan Setan adalah kerajaan dusta. Pekerjaan Setan adalah merampas dan mencemarkan Injil, membutakan pikiran orang tentang Injil, dan memutarbalikkan firman Tuhan.
a. Merampas Injil
Matius 13:19 mengatakan: “Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu ….” Dari ayat ini kita bisa menarik kesimpulan bahwa Iblis bekerja dengan cara mengambil Injil yang sedang ditaburkan kepada seseorang.
b. Membutakan Pikiran Orang tentang Injil.
Iblis tidak pernah berhenti berusaha supaya orang tidak diselamatkan dan tinggal tetap dalam kerajaan kegelapannya. Mungkin kita bertanya mengapa walaupun seseorang telah dijelaskan sedemikian rupa tentang firman Allah, ia masih tetap tidak percaya, bahkan menolaknya? Tahukah Anda bahwa pekerjaan Iblis adalah membutakan pikiran manusia sehingga mereka tidak mengerti Injil? II Korintus 4:4 menjelaskan hal ini: “……..Orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini (Setan), sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Tuhan Yesus…..”
c. Memutarbalikkan Firman Tuhan.
Setan adalah makhluk yang cerdik sekaligus licik. Ketika mencobai Hawa, ia mengatakan; “Tentulah Allah berfirman: ‘Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya, bukan?’” Kej. 3:1. Padahal Allah mengatakan kepada Adam: “Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya ….” Kej. 2:16-17. Dari peristiwa ini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa Setan adalah sang pemutar balik firman Tuhan.
Tanggapan kami:
Doktrin Kristen yang satu ini begitu tepat menggambarkan Paulus yang juga anak Setan. Sebab Paulus memang telah berdusta, merampas dan mencemarkan Injil, membutakan pikiran orang tentang Injil, dan memutarbalikkan firman Tuhan.
a. Paulus Pendusta.
(BERKATA PAULUS:) TETAPI JIKA KEBENARAN ALLAH OLEH DUSTAKU SEMAKIN MELIMPAH BAGI KEMULIAANNYA, MENGAPA AKU MASIH DIHAKIMI LAGI SEBAGAI ORANG BERDOSA? [Roma 3:7]
Paulus berfikir bahwa dia sedang berbuat kebaikan, padahal dia tengah berbuat kerusakan dengan dusta-dustanya, tetapi dia tidak menyadari.
Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. [QS. Al-Baqarah (2): 11-12]
Bagaimana dari yang najis dapat datang yang tahir, dan bagaimana dari dusta dapat lahir kebenaran? [Sirakh 34:4]
b. Paulus Merampas Injil.
Paulus atau Saulus selalu berusaha untuk mempengaruhi orang Israel agar tidak percaya kepada Injil yang dibawa oleh Yesus. Dia menyiksa para pengikut Yesus agar mau keluar dari keyakinannya. Bahkan dia menghalalkan segala cara, termasuk mengaku-ngaku sebagai rasul, untuk bisa menyesatkan manusia.
c. Paulus Membutakan Pikiran Orang tentang Injil.
Paulus dengan dogma-dogma palsunya yang tidak berdasar pada perkataan Yesus telah membutakan manusia dari Injil yang benar. Dia mengarang-ngarang tentang Tritunggal, dosa waris, penyelamatan dengan penyaliban Yesus, dan segala doktrin-doktrin takhyul yang selalu dipaksakan kepada manusia tanpa memberikan kesempatan kepada manusia itu untuk berfikir. Paulus dan para pengikutnya selalu berkata, “Percayalah, percayalah, tidak usah berpikir, cukuplah kamu percaya, maka kamu akan selamat.” Doktrin-doktrin itu hingga saat ini masih terus dipaksakan kepada anak-anak kecil di gereja-gereja. Mereka dicekoki sejak kecil dengan doktrin-doktrin takhyul yang sebenarnya tidak pernah bisa diterima oleh akal sehat dan hati yang jernih.
d. Paulus Memutarbalikkan Firman Tuhan.
Paulus berkata bahwa sunat secara lahiriah itu tidak penting (Roma 2:17-29; Galatia 5:2), padahal Yesus bersunat secara lahiriah (Lukas 2:21) dan Yesus diutus untuk menggenapi hukum Torat, bukan untuk menghapusnya, dan hukum Torat berkata bahwa sunat adalah wajib dan merupakan tanda perjanjian antara manusia itu dengan Tuhan (Kejadian 17: 9-14).
Segala sesuatunya Kaukenal dan Engkaupun tahu bahwa aku membenci kemuliaan dari orang-orang fasik serta merasa keji terhadap tempat tidur orang-orang yang tak bersunat itu dan tiap-tiap orang asing. [Tambahan Ester 3:20]
Merekapun memulihkan kulup mereka pula dan murtadlah mereka dari perjanjian kudus. Mereka bergabung dengan bangsa-bangsa lain dan menjual dirinya untuk berbuat jahat. [1 Makabe 1:15]
Melihat semuanya yang telah dilakukan Allah Israel maka Akhior percaya dengan teguhnya akan Allah, lalu bersunat dan diterima ke dalam umat Israel hingga hari ini. [Yudit 14:10]
Lihatlah bagaimana Paulus telah memutarbalikkan firman Tuhan yang ditaati Yesus.
Paulus berkata bahwa setiap manusia mewarisi dosa Adam (Roma 5:12-18; 1 Korintus 15:21-26), dan keselamatan itu adalah melalui penyaliban Yesus (Roma 5:18; 6:10-11; 2 Korintus 5:14; 1 Timotius 2:6). Tidakkah ini doktrin yang zhalim? Mengapa Yesus yang harus disalib? Padahal masing-masing orang menanggung dosanya sendiri-sendiri, tidaklah anak dihukum karena kesalahan bapaknya (2 Tawarikh 25:4; Yehezkiel 18:20).
Paulus berkata bahwa Yesus adalah penebus seluruh ummat manusia. Padahal Yesus diutus hanya untuk Israel (Kis. 13:23) dan telah mengambil 12 murid utama, sebab bangsa Israel ada 12 suku (Mat. 10:5-6), dan tidak ada murid ke-13 yang diutus kepada bangsa non-Yahudi. Itu hanya karangan Paulus yang tidak ada jaminan bagi kebenaran klaim tersebut. Dan Yesus tidak pernah disebut sebagai Raja Manusia, tetapi sebagai Raja Yahudi.
Dan masih banyak lagi klaim-klaim Paulus yang telah menyalahi firman Tuhan. Dan sepanjang buku ini, insya Allah akan Anda temukan banyak bukti atas dusta Paulus.
“Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata : Akulah Mesias dan mereka akan menyesatkan banyak orang.” [Matius 24:4-5]
Doktrin Kristen Trinitarian:
Kita telah melihat bahwa Setan adalah pembohong besar. Kita juga telah melihat akibat dahsyat yang akan menimpa mereka yang telah diperdayakan oleh Setan. Bagaimanakah kita dapat terhindar dari segala tipu daya Setan itu? Kita dapat terhindar dengan mengenal dan memahami kebenaran-kebenaran yang terdapat di dalam Firman Tuhan. Tuhan Yesus berkata: “Dan kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Yohanes 8:32
Jangan sekali-kali meletakkan kepercayaan kita kepada perkara-perkara lain selain dari pada Tuhan Yesus Kristus dan darah-Nya yang telah dicurahkan untuk dosa-dosa kita. Rasul Paulus dalam Galatia 1:8 menulis: “…..Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari Surga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia (kutuk dari Tuhan).”
Tanggapan kami:
Adalah benar bahwa untuk menghindari tipu daya Setan, kita harus memahami firman Tuhan secara benar. Dan jangan mau menerima doktrin begitu saja jika ternyata bertentangan dengan firman Tuhan yang asli. Sebab di dalam Alkitab itu telah bercampur antara firman Tuhan dengan perkataan Paulus yang penuh dogma palsu. Gunakanlah akal budimu, ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. (Ams 13:15; 10:21; 1 Tes. 5:21) Sebab para anak-anak Setan itu suka merubah firman Tuhan (Mikha 3:1-12; Ul. 31:27)
Bibir orang benar menggembalakan banyak orang, tetapi orang bodoh mati karena kurang akal budi. [Amsal 10:21]
Akal budi yang baik mendatangkan karunia, tetapi jalan para pengkhianat mencelakakan mereka [Amsal 13:15]
Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. [1 Tesalonika 5:21]
Akan tetapi Paulus, dia mengklaim bahwa ajarannyalah yang benar, dan ajaran Yesus yang asli adalah salah, begitu pula ajaran-ajaran yang diberitakan Barnabas dianggap sesat. Begitulah Paulus mendoktrin para pengikutnya agar tidak kembali kepada kebenaran, jalan lurus.

PENCIPTAAN ALAM SEMESTA


PADA MULANYA ALLAH (ELOHIM) MENCIPTAKAN LANGIT DAN BUMI. [KEJADIAN 1:1]
Kapan dan sudah berapa lamakah Tuhan ada? Tuhan sudah ada dengan segala kuasa dan kemuliaan-Nya sebelum segala sesuatu ada. Alkitab mengatakan, “Pada mulanya Allah ….” (Kej. 1:1; Yoh 1:1). Keberadaan-Nya ialah dari kekal sampai kekal. Ia selalu ada, dulu, sekarang dan selama-lamanya. Alkitab mengatakan: “… dari selama-selamanya sampai selama-lamanya, Engkaulah Tuhan.” (Mazmur 90:2)
Siapakah Tuhan yang keberadaannya dari kekal sampai kekal itu? Dia bukanlah sekedar kuasa atau pengaruh yang dahsyat. Dia adalah Pribadi yang sering kita sebut dengan Tritunggal, yaitu Allah Bapa, Allah Anak (Yesus Kristus) dan Allah Roh Kudus. Dialah yang menyebabkan segala sesuatu menjadi ada. Dia adalah Sang Pencipta (Bapa: 1 Kor 8:6; Anak: Yoh. 1:30; Roh Kudus: Kej. 1:2; Yes. 40:12-13).
Tanggapan kami:
Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘arsy (dan terus mengurus ciptaan-Nya). [QS. As-Sajdah (32): 4]
Sesungguhnya Allah Tritunggal tidak pernah ada. Itu hanyalah khayalan yang dibuat-buat. Allah Tritunggal bahkan tidak pernah bisa dipahami dengan benar oleh ummat Kristen sendiri. Dia adalah paham yang sangat rumit dan mustahil. Kita akan coba bahas hal ini secara logika dan kitabiah.
Iman Trinitarian berkata bahwa Tuhan itu Tiga dalam Satu. Tetapi benarkah? Mari kita jawab menurut beberapa teori.
1. Bapa, Anak, dan Roh Kudus memiliki otoritas yang berbeda dan pengetahuan yang berbeda. Di satu sisi, Bapa adalah Mahamengetahui; di lain sisi, pengetahuan Anak dan Roh Kudus adalah terbatas. Trinitarian meyakini bahwa Yesus tidak tahu kapan tepatnya kiamat itu terjadi (Mat. 24:36). Yesus hanya tahu alamat atau tanda-tanda kiamat, sebagaimana Nabi Muhammad saaw juga telah mengetahui akan tanda-tanda akhir zaman. Dengan demikian pastilah ketiga Pribadi ini memiliki ‘kepala’ yang berbeda. Jika mereka tetap mengatakan bahwa Allah itu Satu Esensi. Maka mungkin yang dimaksud itu adalah Allah itu Tiga (‘kepala’) dalam Satu (‘tubuh’). Jadi, Tuhan dalam teori ini adalah suatu ‘monster’ berkepala tiga. Dan ini adalah konsep yang konyol.
2. Bapak, Anak, dan Roh Kudus tidak hanya berbeda dalam otoritas dan pengetahuan, akan tetapi juga berbeda dalam esensi. Sekarang coba lihat Mat. 3:13-17. Di situ dijelaskan bahwa Bapa mengurapi Anak dengan Roh Kudus. Apakah Anda mau berkata bahwa Allah mengurapi Diri-Nya Sendiri dengan Diri-Nya Sendiri? Ini adalah paham yang lebih konyol.
3. Dari dua teori di atas terbuktilah bahwa Bapa, Anak, dan Roh Kudus bukanlah satu esensi yang sama. Berarti ada tiga esensi. Tiga esensi yang berbeda karakter dan berbeda tempat. Lalu bagaimana bisa disebut satu esensi, satu pribadi, atau satu karakter. Jadi jelaslah bahwa Bapa berbeda dengan Anak dan Roh Kudus. Dan setiap yang berbeda dengan Bapa, maka dia bukanlah Allah. Maka Anak dan Roh Kudus tidak bisa disebut Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Dan perbedaan esensi itu menyebabkan ketiganya tidak bisa disebut tunggal. Maka tidak ada Allah Tritunggal, sebab memang tidak ada tiga Allah yang membentuk satu Allah. Akan tetapi yang ada hanyalah Allah Tunggal, bukan Allah Tritunggal. ALLAH itulah Ilah kita, ALLAH itu Esa. Inilah sebabnya pada cover luar, kami tuliskan HUWA ALLAH AHAD, HUA ELOAH EHAD. Sebab dua kata ini memiliki makna yang sama. Yaitu: DIA ALLAH ILAH YANG ESA; HUA ALLAH YANG ESA.
4. Sepanjang Alkitab, Yesus tidak pernah menyebut dirinya sebagai Allah. Justeru dia menolak untuk disebut sebagai Allah. Dan Alkitab sendiri menjelaskan bahwa Yesus bukanlah Allah, sebab sifat Yesus sangat berbeda dengan Allah.
a. Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja.” [Markus 10:18] Ayat ini jelas menunjukkan bagaimana Yesus menolak untuk disebut yang baik, sebab yang baik itu hanyalah Allah, sedangkan Yesus bukanlah Allah.
b. Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta; bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. [Bil. 23:19] Sedangkan menurut Kis. 2:22 dan Luk. 22:69, Yesus adalah seorang manusia dan anak manusia. Maka Yesus bukanlah Allah. Allah Mahasuci dari kelemahan yang ada pada manusia, mustahil Allah merubah Diri-Nya menjadi manusia yang berdaging atau berhawa nafsu. Allah adalah Yesus? Yesus adalah Allah? Itu adalah hal yang konyol!
c. Allah tidak dapat dicobai. [Yakobus 1:13] Sedangkan menurut Ibrani 2:18, Yesus telah menderita karena pencobaan. Mengapa Yesus dapat menderita dan dapat dicobai jika dia memang Allah? Siapakah yang berani mencobai Allah? Untuk apa mencobai Allah? Mencobai Allah adalah hal yang sia-sia, sebab Allah tidak akan mengalami kejatuhan. Yang patut dicobai hanyalah manusia biasa yang berdaging. Dan Allah bukanlah manusia, dan Allah tidak dapat dicobai. Allah bukanlah Yesus, dan Yesus bukanlah Allah.
d. Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta; bukan yang dapat mati, sehingga Ia merubah rencana-Nya. [Bilangan 23:19 NRSV] Dalam versi ini disebutkan bahwa Allah bukanlah yang dapat mati. Sedangkan Yesus, menurut iman Kristen, telah mati untuk menebus dosa. Jika Yesus tidak mati, menurut iman Kristen, maka dosa waris tidak terhapuskan. Yesus mati, menurut iman Kristen, dan Allah tidak dapat mati menurut Alkitab NRSV. Maka Allah bukanlah Yesus, dan Yesus bukanlah Allah. Sebenarnya masih banyak perbedaan-perbedaan yang menunjukkan bahwa Allah bukanlah Yesus, dan Yesus bukanlah Allah.
5. Yahweh adalah yang memberikan Roh Kudus (Pneuma Hagion) kepada orang-orang Israel. Hal ini menunjukkan bahwa Yahweh dan Roh Kudus adalah dua pribadi yang terpisah. Tidak ada ayat yang benar-benar menyatakan doktrin Tritunggal, keberadaannya dibangun dari asumsi dan dengan menyatukan ayat. Ketika pneuma hagion mengacu pada roh yang Tuhan beri sebagai anugerah/hadiah, maka dia bukanlah Allah. Sehingga tidak ada oknum ketiga dalam ketuhanan, dan dengan sendirinya tidak ada Tritunggal. Jadi roh kudus itu adakalanya (1) Nama Bapa, (2) kuasa Tuhan yang sedang bekerja, atau (3) anugerah Allah berupa roh (spirit) yang diberikan kepada orang beriman. Dalam Kis. 2:38 dijelaskan bahwa Petrus berkata, “kamu akan menerima karunia roh kudus.” Apakah Allah itu seperti parcel/bingkisan yang bisa dikirim dari langit ke bumi? Tentu saja Allah tidak seperti itu. Jelaslah, roh kudus dalam Kis. 2:38 bukanlah Allah, melainkan roh yang suci (kudus) yang dianugerahkan Allah kepada orang-orang beriman.
Dalam Lukas 1:35 dikatakan: “Malaikat menjawab, ‘Roh Kudus akan datang atas kamu, dan kuasa yang Maha Tinggi akan menaungi kamu. Sehingga yang kudus dilahirkan akan disebut Putra Allah’“
Ayat ini dan Mat. 1:18-20 membuat Yesus Kristus menjadi Putra Roh Kudus, namun semua acuan lain kepada Yesus membuat dia Putra Bapa. Apakah Yesus mempunyai dua bapa? Tentu saja bukan. Di dalam arsip kelahiran Kristus, “Roh Kudus” adalah cara lain untuk mengacu pada Allah itu sendiri, dan bukan pribadi ketiga di dalam Tritunggal. Ini menghapuskan “masalah” manakah pribadi di dalam Tritunggal yang benar-benar menjadi bapa Yesus. Juga di dalam Kis. 5:3, “Roh Kudus” adalah nama lain untuk Tuhan.
6. Dalam Yoh. 20:28 dikatakan bahwa Tomas menyebut Yesus sebagai Allahku. Tetapi Yesus tidak pernah menunjuk dirinya sebagai “Allah” di dalam pengertian yang absolut. Bahasa Yunani menggunakan kata theos, (“Allah” atau “Dewa”) dengan suatu maksud lebih luas dibanding saat ini. Di dalam bahasa dan kultur Yunani, “ALLAH” (semua naskah awal Alkitab telah ditulis dalam huruf kapital semua) adalah suatu sebutan deskriptif yang berlaku untuk bidang otoritas/kekuasaan, mencakup Gubernur Roma (Kis 12:22), dan bahkan Setan (2 Kor. 4:4), dan juga Musa (Keluaran 7:1). Kata itu telah digunakan seseorang dengan otoritas ilahi. Itu tidaklah terbatas pada pengertian kemutlakannya sebagai nama pribadi untuk Tuhan yang tertinggi seperti yang kita gunakan dewasa ini.
DAN RAKYATNYA BERSORAK MEMBALASNYA: “INI SUARA ALLAH DAN BUKAN SUARA MANUSIA!” [KIS. 12:22]
YAITU ORANG-ORANG YANG TIDAK PERCAYA, YANG PIKIRANNYA TELAH DIBUTAKAN OLEH ALLAH ZAMAN INI [2 KOR. 4:4]
BERFIRMANLAH TUHAN KEPADA MUSA: “LIHAT, AKU MENGANGKAT ENGKAU SEBAGAI ALLAH BAGI FIRAUN, DAN HARUN, ABANGMU, AKAN MENJADI NABIMU. [KEL. 7:1]
Adalah umum pada waktu itu untuk menyebut wakil Allah sebagai “Allah,” dan Perjanjian Lama punya banyak contoh mengenai itu. Ketika Yakub berjuang dengan “Allah,” itu telah jelas bahwa sebenarnya ia bergumul dengan seorang malaikat (Hosea 12:4).
Banyak pakar Trinitas yang mengakui bahwa tidak ada pengetahuan tentang Doktrin Tritunggal pada saat Tomas berbicara seperti itu. Jika para murid percaya bahwa Yesus adalah “Allah” di dalam pengertian yang banyak dilakukan Kristian, mereka tidak akan “melarikan diri” beberapa hari sebelum ia ditangkap. Pengakuan dua murid yang berjalan ke Emmaus menunjukkan pemikiran para pengikut Yesus pada saat itu. Mereka berkata bahwa Yesus “adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah…dan mereka menyalibkan dia; tetapi kita telah berharap agar ia adalah yang akan menebus Israel” (Lukas 24:19-21). Alkitab menjelaskan bahwa para murid ini berpikir bahwa Yesus adalah seorang “nabi.” Tidak ada bukti dalam Injil yang menunjukkan bahwa para murid Yesus percaya bahwa dia adalah Allah, dan Tomas tidaklah memunculkan suatu theologi baru.
7. Dengan penjelasan-penjelasan di atas, terbukti bahwa Allah itu bukan Tritunggal. Allah itu Tunggal, ada pun Yesus dan roh kudus bukanlah Allah.
8. Ada banyak ayat yang dipaksakan untuk mendukung Trinitas, akan tetapi tetap saja tidak berhasil. Diantaranya 1 Yoh. 5:7-8. Akan tetapi jika kita melihat Alkitab Terjemahan Lama, maka ayat itu berbunyi: Karena tiga yang menjadi saksi di surga, yaitu Bapa dan Firman dan Rohulkudus, maka ketiga-Nya itu menjadi Satu dan ada tiga menjadi saksi di bumi, yaitu Roh dan air dan darah, maka ketiganya itu menjadi satu tujuan. [1Yoh. 5:7-8] Ayat ini mengatakan ‘satu tujuan’, ‘satu kesaksian yang sama’, bukan satu wujud atau satu substansi.
Dalam Yoh. 10:30 dikatakan “Aku dan Bapa adalah satu.” Ayat ini juga tidak bisa digunakan untuk membuktikan bahwa Yesus dan Bapa membentuk satu Tuhan. Sebab satu di sini maksudnya adalah satu tujuan. Orang Indonesia sangat mengerti arti semboyan Bhineka Tunggal Ika, Berbeda-Beda Tetapi Satu. Apakah satu substansi? Tentu saja bukan, melainkan satu tujuan, memiliki tujuan yang sama, memiliki maksud yang sama, memiliki keinginan yang sama, memiliki kehendak yang sama.
Coba bandingkan dengan Al-Qur`an surat Ali Imran ayat 18: “Allah memberi kesaksian bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Di dalam Yohanes 17:11,21 dan 22, Yesus berdoa kepada Tuhan agar para pengikutnya akan menjadi “satu” seperti dia dan Tuhan adalah “satu.” Kita berpikir adalah jelas nyata bahwa Yesus tidaklah berdoa bahwa semua para pengikutnya akan menjadi satu eksistensi atau “unsur” sama halnya ia dan Bapa adalah satu eksistensi atau “unsur.” Kita percaya bahwa maksudnya adalah: Yesus sedang berdoa bahwa semua para pengikutnya menjadi satu tujuan sama halnya ia dan Tuhan adalah satu tujuan, suatu doa yang belum dikabulkan.
9. Romo Soedarmo dalam bukunya menyatakan bahwa Trinitas tidak dapat dimengerti: “Agama Islam bercorak rasionalitas, artinya rasio, akal budi, memberi tekanan sungguh-sungguh. Oleh sebab itu Trinitas ditolak, sebab tidak dapat dimengerti, bahwa 3 adalah 1 dan bahwa 1 adalah 3. Kita tentu insyaf bahwa Trinitas memang tidak dapat dimengerti” (Ikhtisar Dogmatika hal 114).
10. a. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al-Masih putra Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”[QS. Al-Maidah (5): 72]
b. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah adalah oknum ketiga dari Trinitas”, padahal sekali-kali tidak ada Ilah yang benar selain Ilah Yang Esa. [QS. Al-Maidah (5): 73]
c. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Al-Masih yang telah Engkau utus. [Yoh. 17:3]
Ayat ini adalah merupakan syahadat, kesaksian, kredo, bahwasanya tiada Ilah selain ALLAH, dan Yesus adalah utusan ALLAH. Sebagaimana syahadat dalam Islam adalah: aku bersaksi bahwa tiada Ilah selain ALLAH, dan Muhammad adalah utusan ALLAH. Yesus mengakui bahwa dirinya bukanlah Allah, melainkan hanya utusan Allah.
d. Kata Yesus: “… aku akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, kepada Allahku dan Allahmu.” [Yoh. 20:17] Jika Yesus itu Allah dan sama seperti Bapa, mengapa ia telah membedakan dirinya dengan Bapa dengan berkata: “Bapa, Allahku.” Maka jelaslah bahwa Yesus hanyalah utusan Allah, dan bukannya Allah itu sendiri.
11. Matius 20:23 Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”
Dari ayat tersebut bisa kita lihat betapa Yesus dan Bapa adalah dua substansi berbeda yang memiliki kesadaran dan otoritas yang berbeda. Jika Yesus dan Bapa adalah satu Substansi, tentu Yesus memiliki kesadaran dan otoritas yang sama untuk bisa menentukan seseorang duduk di sebelah kirinya atau di sebelah kanannya.
Doktrin Kristen Trinitarian:
Berbeda dengan Tuhan, alam semesta ini memiliki titik permulaan. Tuhanlah yang menciptakan alam semesta ini. Ia menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada dan seluruh keberadaan alam semesta ini bergantung kepada Tuhan. Kejadian 1:1 menyatakan: “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”. Kata ‘menciptakan’ disini tidak berarti memindahkan/menghadirkan sesuatu yang sudah ada ke tempat lain yang pada mulanya tidak ada sehingga menjadi ada, tetapi membuat sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada (ex nihilo). Jadi tanpa bahan. Bagaimanakah cara Tuhan menciptakan langit dan bumi? Ia menciptakannya dengan Firman-Nya.
“Oleh Firman Tuhan langit dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentara-Nya.” [Mazmur 33:6]
Firman Tuhan itu berkuasa! Firman Tuhan itu juga bersifat menciptakan, karena segala sesuatu yang difirmankan-Nya itu semuanya terjadi. Alkitab mengatakan:
“Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi, Dia memberi perintah, maka semuanya ada.” [Mazmur 33:9]
“Berfirmanlah Allah: ‘Jadilah ….’” Kej. 1:3,6,9,11,14,20,24,26
Tanggapan kami:
Dengan Nama Allah segala sesuatu menjadi ada, dengan Nama Allah segala sesuatu tetap ada, dan kepada Allah segala sesuatu akan kembali. Allah, jika Dia berkehendak untuk Menciptakan sesuatu, maka cukuplah dia berfirman: “Kun, Jadilah,” maka jadilah apa yang Dia kehendaki itu.
Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia. [QS. Ya Sin (36): 82]
Tidak ada perbedaan mengenai hal ini antara Islam dan Kristen, kecuali mengenai siapa Allah itu. Dan hal tersebut telah dijelaskan sebelumnya. Hanya saja Anda harus menggaris bawahi kata ‘firman’ dan kata ‘jadilah’. Sebab kedua kata ini punya makna yang cukup besar dalam pembahasan-pembahasan berikutnya.
Doktrin Kristen Trinitarian:
Karena segala sesuatu diciptakan oleh Tuhan, maka siapakah yang memiliki semua dan segala sesuatu? Tentu ini berarti bahwa segala sesuatunya adalah milik Tuhan karena Dia adalah Pencipta segalanya.
Mengapa Tuhan menciptakan segala sesuatu ini? Ia menciptakannya untuk kemuliaan-Nya. Alkitab mengatakan:
“… yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku ….” [Yesaya 43:7]
“… segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.” [Kolose 1:16]
Melalui ciptaan-Nya, Tuhan juga telah menyatakan kuasa, kemuliaan dan hikmat-Nya. Alkitab mengatakan:
“…langit menceritakan kemuliaan Tuhan dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.” [Mazmur 19:1]
Karena Tuhan adalah Pencipta segala sesuatu, maka Dia sajalah yang patut atau layak dipuji dan disembah. Apakah arti penyembahan itu? Penyembahan adalah ungkapan kasih, penghormatan dan ketaatan yang patut diberikan kepada Tuhan. Kita tidak boleh menyembah manusia, malaikat, makhluk ataupun benda-benda lain. Alkitab mengatakan:
“Engkau harus menyembah Tuhan, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” [Matius 4:10]
“Ya Tuhan, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa, sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.” [Wahyu 4:11]
Tanggapan kami:
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, [QS. Ali Imran (3): 190]
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. [QS. Adz-Dzariyat (51): 56]
Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. [QS. Al-Baqarah (2): 21]
(Firman Allah kepada Musa:) Sesungguhnya Aku ini (EGO EIMI), Akulah Allah, tidak ada Ilah yang benar selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. [QS. Tha Ha (20): 14]
Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU (EGO EIMI).” [Keluaran 3:14]
Alam semesta adalah tanda akan adanya Pencipta. Alam semesta adalah cara Allah untuk memperkenalkan Diri-Nya, seakan Ia berfirman: “Inilah Aku (EGO EIMI), Yang telah menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan.” Segala ciptaan yang ada di langit, di bumi, dan yang berada di antara keduanya memperkenalkan Allah kepada kita. Dengan demikian, segala sesuatu yang diciptakan itu adalah ayat, tanda, firman, kalimah, logos TUHAN. Begitu juga Yesus, dia adalah logos TUHAN, firman TUHAN, kalimah TUHAN, sebab dia telah memperkenalkan TUHAN kepada kita. Begitu juga para nabi dan para rasul utusan Allah, mereka semua telah memperkenalkan Allah kepada kita. Begitu juga Nabi Muhammad saaw. Nabi Muhammad saaw pernah ditanya oleh para shahabat, bagaimanakah Allah itu? Di satu kesempatan nabi bersabda, “Janganlah kamu fikirkan Sang Pencipta, tetapi fikirkanlah ciptaan-Nya.” Sebab dengan memikirkan ciptaan-Nya, kita akan mengenal betapa Mahakuasa Sang Pencipta. Dan di lain kesempatan Nabi saaw bersabda sebagimana yang telah disabdakan Yesus kepada hawariyun, “Jika kamu sudah melihat aku, kamu sudah melihat ALLAH.” (Yohanes 14:9) Sebab apa yang disabdakan para Nabi bukanlah keluar dari dirinya sendiri, tetapi dari ALLAH Yang telah mengutus mereka.
Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). [QS. An-Najm (53): 4 ]
Apa yang aku katakan kepadamu, tidak aku katakan dari diriku sendiri, tetapi Bapa. [Yohanes 14:10]
Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa baik Yesus maupun Muhammad Rasulullah saaw adalah manusia biasa yang diberikan wahyu. Mereka bukanlah Tuhan itu sendiri, melainkan utusan-Nya. Jika Yesus itu Allah, mengapa ia tidak punya kuasa untuk berbicara dari dirinya sendiri? Maka jelaslah bahwa Yesus bukanlah Allah itu sendiri, melainkan utusan-Nya. Segala ciptaan adalah ekspresi dari Sang Pencipta, sebagaimana syair adalah ekspresi dari sang pujangga, melalui syair kita mengenal sang pujangga.
Lalu apa maksudnya Yesus di dalam Bapa, dan Bapa di dalam Yesus? Ini adalah frase yang biasa digunakan saat itu, dan tidak bisa diartikan secara harfiah yang mengacu kepada Tritunggal. Coba bandingkan dengan Yohanes 14: 20, Yesus berkata: “kamu di dalam aku dan aku di dalam kamu.” Apakah murid-murid Yesus adalah Yesus, yang dengan demikian mereka juga Allah? Tentu saja tidak bisa diartikan secara harfiah seperti itu. Sekali lagi, Tritunggal itu hanya khayalan yang dipaksakan.
Kemudian, kita diciptakan Allah adalah untuk menyembah berbakti kepada-Nya, sebab kita adalah ciptaan-Nya, milik-Nya, hamba-Nya. Sebagai hamba, tentu haruslah tunduk patuh kepada Tuannya. Itulah Islam, tunduk patuh dan berserah diri kepada ALLAH Al-Ahad, bukan Allah Tritunggal.:manut::manut::manut:

ADAM DAN DOSA WARIS




Doktrin Kristen Trinitarian:
Mengapa kita harus kuatir terhadap Adam dan apa yang telah terjadi kepadanya? Sebabnya ialah karena Adam adalah kepala semua umat manusia. Adam berbeda dari orang-orang lain karena ia adalah manusia pertama yang menjadi sumber (asal usul) seluruh umat manusia. Oleh karena itu apa yang terjadi kepada Adam akan mempengaruhi seluruh umat manusia, termasuk Anda dan saya. Tuhan tidak menciptakan berjuta-juta manusia untuk memenuhi bumi. Ia hanya menciptakan satu orang manusia saja yaitu Adam. Dari dialah seluruh umat manusia berasal. Karena itu, Tuhan melihat semua umat manusia sebagai orang-orang yang berada DI DALAM ADAM. Bagaimanakah kita sampai berada di dalam Adam? Melalui kelahiran. Semua yang dilahirkan ke dalam keluarga manusia berada DI DALAM ADAM. Apakah maksud berada di dalam Adam itu? Berada di dalam Adam berarti turut ambil bagian di dalam segala keberadaan Adam dan segala perkara yang dilakukannya. Ada beberapa fakta yang benar-benar terjadi pada setiap orang. Fakta-fakta itu membuktikan bahwa kita berada di dalam Adam, yaitu a.l.:
1. Ia telah terpisah dari kehidupan Tuhan.
2. Ia berada dalam kerajaan kegelapan.
3. Ia adalah orang yang berdosa.
4. Ia berada di bawah kuasa dosa.
5. Ia berada di bawah hukuman berat.
Tanggapan kami:
Jika semua manusia berada di dalam Adam dan ikut mewarisi dosa Adam sehingga ia berada dalam lima keadaan tersebut, berarti Yesus pun demikian. Sebab Yesus juga keturunan Adam. Jika Anda membaca Matius 1:1-16 dan Lukas 3:23-38, maka akan Anda dapati silsilah Yesus hingga ke Adam. Berarti Yesus juga di dalam Adam dan telah terpisah dari kehidupan Tuhan, berada dalam kerajaan kegelapan, orang berdosa, di bawah kuasa dosa, dan di bawah hukum berat. Jika Anda menolak hal ini, maka seharusnya Anda juga menolak dosa asal. Dan dosa asal ini, sebagaimana telah kami jelaskan sebelumnya, adalah doktrin yang dikarang-karang oleh manusia sesat.
Doktrin Kristen Trinitarian:
Dosa memisahkan manusia dari Tuhan. Ketika Adam berdosa, ia terpisah dari kehidupan Tuhan. Terpisah dari kehidupan Tuhan berarti mati secara rohani. Dosa Adam yang menyebabkan kematian rohani ini tidak hanya menimpa dirinya saja melainkan juga seluruh umat manusia. Semua manusia telah terpisah dari kehidupan Tuhan. Mengapa? Karena semua manusia berada DI DALAM ADAM.
Tanggapan kami:
Yesus sering menyebut dirinya dengan anak manusia. Yesus juga manusia, Yesus juga di dalam Adam, maka Yesus juga terpisah dari kehidupan Tuhan. Yesus adalah orang yang mati secara rohani. Anda tentu menolak hal ini, yang berarti Anda juga harus menolak doktrin dosa waris. Sebab doktrin dosa waris, bagaimana pun juga, akan berpengaruh kepada setiap manusia termasuk Yesus.
Doktrin Kristen Trinitarian:
Ketika Adam memberontak terhadap Tuhan, ia telah memihak kepada Setan, pemberontak yang pertama itu. Dia telah masuk ke dalam kerajaan kegelapan, yang mana Setan adalah pemerintahnya. Oleh karena itu, Adam berada di bawah kuasa Setan. Karena Adam adalah kepala dari umat manusia, maka dia telah membawa semua umat manusia ke dalam kerajaan kegelapan. Jadi semua manusia keturunan Adam berada dalam kerajaan kegelapan.
Tanggapan kami:
Orang Kristen Trinitarian tentu menolak mengakui bahwa Yesus berada dalam kerajaan kegelapan. Padahal Yesus juga manusia, keturunan Adam, berarti dia juga di dalam Adam, dan tentu saja telah berada dalam kerajaan kegelapan. Dosa waris ini telah melecehkan Yesus, para nabi, dan semua manusia. Paulus dengan arogannya mengatakan bahwa semua manusia adalah bersalah dan jahat serta terkutuk sejak lahirnya. Tidak ada manusia yang benar. Bahkan bayi yang lahir kemudian mati pada hari pertamanya, dianggap bahwa dia telah menjadi pengikut Setan dan berada dalam kerajaan kegelapan. Sungguh doktrin yang kejam.
Doktrin Kristen Trinitarian: 
Ketika Adam pertama diciptakan Tuhan, Adam adalah manusia yang mengutamakan Tuhan. Ia mengasihi Tuhan dan ingin melakukan kehendak-Nya. Tuhan adalah Raja yang bertakhta di hatinya. Namun ketika Adam berdosa, perubahan terjadi dalam hatinya. Ia sekarang lebih mengutamakan dan melakukan kehendak dirinya sendiri daripada mengasihi dan melakukan kehendak Tuhan. Tuhan tidak lagi memerintah sebagai Raja dalam hatinya. Adam sekarang memiliki sifat dosa.
Sifat dosa dan sikap mementingkan diri sendiri ini kemudian diturunkannya kepada anak-anaknya. Alkitab mengatakan bahwa Adam mempunyai seorang anak laki-laki “menurut gambar dan rupanya” (Kej. 5:3). Adam sendiri diciptakan menurut gambar dan rupa Tuhan namun ia telah melahirkan anak yang menuruti gambar dan rupanya yang berdosa. Pembunuhan yang dilakukan Kain terhadap adiknya menunjukkan bahwa sifat dosa telah berkuasa pada keturunan Adam dan Hawa. Akibat atau pengaruh dosa Adam ini tidak hanya berlaku terhadap anak-anak Adam saja. Adam adalah kepada seluruh umat manusia. Ia telah menurunkan sifatnya yang berdosa itu kepada seluruh umat manusia. Ketidaktaatan Adam telah menyebabkan seluruh umat manusia berdosa. Roma 5:19 mengatakan: “Oleh ketidaktaatan satu orang, semua orang telah menjadi berdosa.”
Tanggapan kami: 
Yesus adalah keturunan Adam, berarti dia juga merupakan citra Adam yang berdosa. Yesus juga orang berdosa menurut doktrin dosa waris. Sungguh doktrin yang harus ditolak oleh orang-orang yang berakal budi. Apakah bayi Anda yang baru lahir itu adalah bayi yang telah mempunyai dosa? Ini adalah dusta yang besar. Suatu dusta untuk menutupi kedengkian orang-orang yang menginginkan penyaliban atas Yesus.
Doktrin Kristen Trinitarian: 
Oleh karena manusia sudah berdosa, maka mereka berada di bawah kuasa dosa. Yohanes 8:34 mengatakan: “Setiap orang berbuat dosa, adalah hamba dosa.” Di dalam kerajaan kegelapan, dosa memerintah sebagai raja dan semua manusia yang berada di dalamnya berada di bawah kuasa dosa.
Tanggapan kami:
Apakah Anda akan berkata bahwa Abraham, Ismael, Ishak, Yusuf, Daud, dan Yesus adalah orang-orang yang berada dalam kuasa dosa? Ini adalah pelecehan yang sangat besar di sisi Tuhan.
Doktrin Kristen Trinitarian:
Dosa masuk ke dalam dunia melalui satu orang yaitu Adam dan kematian terjadi sebagai akibat dosa itu. Alkitab mengatakan:
‘Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia melalui satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Roma 5:12
Setelah kematian akan datang hukuman. Setiap orang yang belum diselamatkan akan dihakimi dosa-dosanya. Alkitab mengatakan, “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja dan sesudah itu dihakimi.” Ibrani 9:27
Setiap orang yang BERADA DI DALAM ADAM adalah bersalah di hadapan Tuhan. Ada orang berpikir bahwa mereka akan diterima oleh Tuhan sebagaimana keadaan mereka. Pikiran Tuhan tidaklah demikian. Tuhan mengatakan sebaliknya. Ia mengetahui isi hati manusia. Mengenai semua manusia keturunan Adam, Tuhan berkata dalam FirmanNya:
“Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Tuhan. Semua orang telah melanggar, mereka semua tidak berguna. Tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan.” Roma 3:10-12, 23
Sekarang baru kita mengetahui mengapa Alkitab mengatakan, “Kamu harus dilahirkan kembali….” Mengapa setiap orang harus dilahirkan kembali? Karena setiap orang telah dilahirkan sebagai manusia yang berdosa dan berada di bawah hukuman Tuhan.
Tanggapan kami: 
Doktrin dosa waris telah menempatkan semua manusia, termasuk Yesus, sebagai orang terkutuk, orang hukuman, orang yang sejak lahirnya telah celaka, tidak berakal budi, orang yang tidak benar, orang durhaka, orang tidak berguna. Bagaimana mungkin Anda menyebut bayi suci yang baru lahir sebagai orang yang tidak benar dan durhaka kepada Tuhan? Doktrin ini tidak pernah diajarkan oleh Yesus. Ini hanyalah sesuatu yang dikarang-karang oleh si jahat untuk menipu dan menyesatkan manusia. Si jahat yang suka merampas Injil dan memutarbalikkan firman Tuhan.
Doktrin ini, dengan begitu keji, telah menempatkan Adam sebagai orang yang begitu hina. Doktrin ini tidak melihat ketaatan Adam sama sekali. Doktrin ini hanya mengajarkan manusia untuk bernegatif thinking terhadap Adam dan semua manusia. Doktrin ini hanya melihat Adam dan semua manusia sebagai orang berdosa, durhaka, dsb. Doktrin ini sama sekali tidak menghargai betapa Adam telah menyesal dan bertobat. Doktrin ini sama sekali tidak menghargai betapa para nabi dan orang beriman telah merasakan penderitan dalam mentaati Tuhan. Doktrin ini membuat manusia lupa betapa Nuh telah rela dimusuhi bangsanya demi mengajarkan jalan lurus. Doktrin ini telah membuat manusia lupa betapa Abraham telah rela berhadapan dengan bapaknya dan kaumnya demi mengesakan Allah, dan telah rela mengorbankan anak kesayangannya, Ismael, demi memenuhi perintah Tuhan. Doktrin ini telah membuat manusia lupa betapa Musa telah rela berhadapan dengan Firaun demi mengikuti perintah Tuhan. Doktrin ini telah menutup mata manusia atas kesabaran Ayub dalam menghadapai pencobaan. Apakah itu semua perbuatan tidak benar? Apakah itu semua tidak berguna? Apakah itu semua perbuatan durhaka?
Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri wahai Muhammad), dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putera Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh, agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih. [QS. Al-Ahzab (33): 8]
Orang-orang yang berkata bahwa di dalam Adam tidak ada kebenaran dan setiap orang yang berada di dalam Adam adalah bersalah di hadapan Tuhan, sebenarnya mereka itulah anak-anak Iblis.
Iblislah bapamu, dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab dia adalah pendusta dan bapa segala dusta. [Yoh. 8:44]

RAHASIA ‘TRINITAS’ dalam POTONGAN KERTAS


Malam ini, dahiku sedikit mengerut ketika sang master dedi ‘pesulap itu’  tampil di acara barunya di TransTV, dengan bintang tamu Ruben Onsu, dan membincangkan tentang suka duka natal, hadir juga seorang tokoh st. claus, yg memberi beberapa trik sulap…dan dibagian akhir acara ini, ditampilan sebuah sajian penutup tentang lipatan kertas yang kemudian dipotong-potong kemudian membentuk sebuah gambar salib dan Tulisan HELL. (Neraka).
Saya pun teringat tentang permainan ini ketika saya duduk di bangku SD kelas 3, sekitar tahun 1989 di sebuah kota di Maluku Tengah, konon cerita pengantarnya inilah yang menjadikan seorang tokoh non muslim memilih menjadi muallaf, memeluk Islam lantaran hidayah yang didapatinya ketika bermimpi…dan melakukan trik yang sama, kemudian dia sadar dan memeluk Islam.
ceita ini kemudian sering saya rekonstruksi sendiri untuk sekedar memberikan ‘ice breaking’ kepada para peserta didik sehingga menjadikan mereka terperangah, dengan kehebatan permainan ini..bagaimana tidak…?
di antaranya ceritanya seperti ini…
Ada tokoh terkenal Kristen yg penasaran dengan keberagamaan kaum Muslimin, suatu malam dia bermimpi dan mimpinya dilaksanakan seperti ini..
bahwa, lembaran kertas putih yg ada di dekatmu, bentuklah seperti bangunan gereja yang membentuk bangunan-bangunan di eropa, atapnya lancip, kokoh, tapi terbuat dari lipatan kertas sebagai abstraknya..
Lipatlah salah satu Ujung dari kertas, hingga terbentuk seperti pada gambar di bawah ini,….
kemudian tekuk salah satu ujungnya….hingga membentuk abstraksi bangunan rumah.
dan rumah ini tampak seperti gedung Gereja pada umumnya…..perhatikan..!!
kisah ini berlanjut…bahwa…
“Anda Ingin tahu Kepercayaan apa yang ada dalam kebanyakan gereja?”…coba satukan gereja-gereja,….!!
(tekuk salah satu ujung kanan dan kiri kertas, hingga membentuk seperti pada gambar…)
dan Faktanya dikebanyakan gereja, menganut kepercayaan TRINITAS…
‘Tiga dalam Satu,’…kepercayaan kepada Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan Roh Kudus…Mari kita bagi ketiga ‘Jalan’ dalam ‘Gereja’ itu..(perhatikan gambar)
“Kemudian pisahkan ketiga Jalan ini….kita akan tahu Rahasia Besar di Dalamnya….”
Mari Kita sebut ketiga hasil pemisahan yang ada dalam kebanyakan Gereja-gereja ini….sebagai, : ‘Kepercayaan kepada Roh Kudus’, Kepercayaan Kepada Tuhan Anak Allah, dan Kepercayaan Kepada Tuhan  Bapak” (dari kiri ke Kanan)
dan Mari kita buka, Sobekan Kertas yang paling kiri dan yang tengah…
(perhatikan gambar.)
Semua Potongan Kepercayaan Kepada ‘Roh Kudus, dan Tuhan Anak’ Itu, jika di rangkai, menjadi tulisan.”HELL” atau Neraka:, tanpa satupun potongan kertas yang tersisa…, sedangkan kepercayaan kepada Tuhan Bapak, terbukti…yang kebanyakan disandang oleh penganutnya yaitu, lambang SALIB”.
“Setiap Orang yakin kepada Trinitas, akan menuntun mereka kepada Neraka atau HELL”
Masih tidak Yakin,….?? dalam Gramatikal Bahasa Arab Hell itu berasal dari kata, ‘An-Naar..’.atau Neraka,
Ajaibnya…Potongan Kertas ini, sangat pas dirangkai dengan Tulisan An-Naar…Neraka…’Naudzubillah’
percayalah…setiap keimanan yang meyakini TRINITAS, akan menuntuk kita kepada Neraka..!!!
‘sang Muallaf pun yakin, dengan pengetahuan dan rahasia dari mimpinya, kemudian lebih memilih menjadi Muslim, sebab, penggalan Kata An-Naar, terdapat dalam kitab Suci Al-Qur’an..
———————————-
makanya pada tayangan ‘Hitam-Putih’ sang MASTER MENTALIST, DEDI ‘KOBUCE’ tidak mengungkap rahasia Natal yang lengkap…saya sebagai penonton, mencoba meluruskan, apa yang saya tahu….
——————————-


Sumber (http://iainambon.wordpress.com/2010/12/25/rahasia-trinitas-dalam-potongan-kertas/)