Jumat, 21 Oktober 2011

Berkati Kaum Gay & Lesbi, Gereja Diberi Label 'Coming Out Church'

VOA-ISLAM.COM – Meskipun pernikahan sesama jenis di Belanda sudah diakui secara hukum, namun sebagian gereja yang masih menolak menikahkan pasangan homoseksual.

Untuk memandu umat kristiani agar tidak salah masuk gereja, terbitlah buku “Coming Out Churches, Dutch Edition” yang berisi panduan daftar gereja yang mau menikahkan pasangan gay (homoseks).
Di negeri Kincir Angin itu, gereja yang mengakui pernikahan sesama jenis diberi stiker dengan tulisan “Coming Out Church.”
Meski diberi judul ‘Dutch Edition’ (Edisi Belanda), namun tema yang diangkat tidak hanya terjadi di Belanda, tapi juga negara-negara lain yang mengalami masalah homoseks. Tom Mikkers, salah seorang anggota penyusun buku, berharap agar buku panduan gereja homoseks ini akan diterima di negara-negara lain. Mungkin nanti akan muncul edisi Spanyol.
Dalam buku panduan itu, selain memuat daftar alamat tempat-tempat ibadah kristiani yang ramah homoseksual, dilengkapi pula dengan cuplikan wawancara dengan orang-orang terkemuka.
...Buku panduan ini memuat daftar tempat-tempat ibadah kristiani yang ramah homoseksual...
“Dengan begitu kami berharap bisa memberi gambaran tentang perkembangan di gereja dalam sepuluh tahun terakhir. Ada begitu banyak orang yang mengabdikan diri untuk kaum gay dan lesbian,” kata Mikkers.
Mikkers adalah sekretaris Gereja Remonstrants Broederschap. Gereja ini menganggap pernikahan sesama jenis sejajar dengan pernikahan hetero. Ia menulis buku bersama dengan Wielie Elhorst, yang sudah lama mendalami masalah hubungan antara gereja dan seksualitas.
Menurut Mikkers, yang paling menarik adalah temuan bahwa gereja sendirilah yang sebenarnya memulai langkah awal untuk menerima kaum gay.
“Yang jelas, gerakan emansipasi kaum gay mendapat perhatian yang kuat dari gereja pada tahun 50-an dan 60-an. Para pastor dulunya yang mengusulkan agar mengasihani homofiel, begitu sebutannya dulu. Mereka tentu saja belum membicarakan masalah perkawinan sejenis, masih jauh. Orang-orang homo masuk dalam kelompok orang-orang yang harus dirangkul, seperti napi, anak cacat fisik ataupun mental dan homoseksual.”

Gereja Sejajarkan Perkawinan Normal dengan Perkawinan Homoseks

Saat ini di Belanda sudah ada beberapa gereja yang menyejajarkan perkawinan homoseksual dengan heteroseksual. Selain Remonstranste Broederschap, gereja lain adalah Doopsgezinden, het Apostolisch Genootschap dan de Vrijzinnige Geloofsgemeenschap NPB. Gereja Prostestan di Belanda juga punya aturan sendiri, tapi pernikahan sejenis tidak dianggap sejajar.
...Saat ini lebih banyak gereja punya aturan tertentu untuk perkawinan sejenis...
Saat ini lebih banyak gereja punya aturan tertentu untuk perkawinan sejenis. Namun, sekarang muncul dilema, misalnya de Evangelische Broedergemeente. Gereja ini terpaku dengan kesepakatan internasional karena mereka punya jaringan di seluruh dunia yang tidak mengakui pernikahan sejenis.
Menurut Christoph Reichel, ketua pengurus provinsi de Evangelische Broedergemeente Nederland, pihak gereja didesak jemaat untuk memberikan pengakuan. “Di sisi lain kita di sini mendapat tekanan dari anggota untuk memberikan pengakuan. Yang bisa kita lakukan hanya di tingkat pastoral saja, jadi menghormati dan mau berdiskusi. Tapi kami tidak bisa mengambil langkah lebih jauh seperti pernikahan atau melakukan misa pemberkatan untuk pasangan homoseksual,” ujarnya.

Sekelompok Katolik Roma Berkati Nikah Sejenis

Di dalam buku panduan ini, Gereja Katolik Roma mendapat perhatian khusus di bawah judul ‘Masih di Lemari’ (istilah di Belanda untuk orang-orang yang menutupi identitas homoseksual mereka, red). Perkawinan homoseksual tidak diakui tapi menurut Mikkers dalam praktiknya ada sedikit gerakan bawah tanah.
...Ada romo pastor dan juga kelompok biarawan yang mau menikahkan pasangan sejenis di Gereja Katolik Roma...
“Ada romo pastor dan juga kelompok biarawan yang mau menikahkan pasangan sejenis di Gereja Katolik Roma. Sudah terjadi beberapa kali. Saya punya hubungan dengan paroki yang mengawinkan pasangan sejenis tapi mereka tidak mau masuk buku panduan, jadi masih di lemari. Saya kira Gereja Katolik Roma tidak akan cepat berubah. Pusatnya cukup kolot saat ini, Paus dan Uskup Agung sama sekali tidak mau mengakui. Tapi yang paling menarik adalah pengikut gereja ini justru mengambil arah yang mungkin berlawanan dengan pemimpin mereka,” jelas Mikkers. [silum/rnw]



Tulisan PurnawanFoto Purnawan  Video karya Purnawan

129 orang menyukai ini. Jadilah orang pertama di antara teman-teman.








Pendeta Amerika Lagi Mabuk Berat

Hari ini akan Kiamat? Saksikan Kebohongan Ramalan Pendeta Amerika ini!!

WASHINGTON DC (voa-islam.com) – Meski sudah berkali-kali salah meramal kiamat, pendeta asal California, Amerika Serikat, Harold Camping tak pernah kapok. Kali ini, ia meramal lagi bahwa Hari Akhir akan terjadi pada hari ini, Jum’at 21 Oktober 2011.
Meski begitu, kata dia, orang-orang ingkar terhadap Tuhan tidak akan mengalami penderitaan lantaran dunia akan berakhir dengan cara tenang. “Pada saat itu seluruh dunia akan hancur. Hari Akhir akan datang secara diam-diam, mungkin bulan depan. Itu akan terjadi paling lambat 21 Oktober,” kata lelaki 90 tahun ini  dalam khotbah yang disampaikan melalui Open Forum yang disiarkan jaringan Family Radio miliknya, seperti dilansir Radio Survivor, Senin (03/10/2011).
Dalam pesannya Camping menegaskan bahwa kiamat yang akan datang bulan ini tidak akan menyakitkan siapa pun, termasuk para penentang Tuhan. Ia menegaskan bahwa orang dengan keyakinan yang benar akan memperoleh surga dan Bumi baru. “Selamat tinggal dan semoga Tuhan memberkati kalian semua.” Kata Camping, mengakhiri pesannya.
Lebih lanjut, dengan ilmu sok tahunya yang dilengkapi dengan ilmu kebodohan, lelaki tua itu mengatakan bahwa orang-orang yang ingkar terhadap Tuhan tidak akan mengalami penderitaan lantaran dunia akan berakhir dengan cara tenang.
Pada saat itu seluruh dunia akan hancur, kata lelaki 90 tahun ini, dalam khotbah yang disampaikan melalui Open Forum yang disiarkan jaringan Family Radio miliknya.
Sebelumnya Camping sudah dua kali salah meramalkan datangnya “Hari Kehancuran.” Pertama pada 1994 dan terakhir pada 21 Mei lalu. Ketika itu ia sempat bersembunyi selama tiga hari setelah tidak terjadi apa-apa. Ia kembali muncul setelah menemukan alasan, bahwa kiamat pada 21 Mei lalu itu bukan secara fisik, tapi secara spiritual. Proses kiamat baru dimulai dan bakal berakhir pada 21 Oktober tahun ini.
Berbeda dengan peringatan-peringatan sebelumnya, kali ini jadwal kiamat mutakhir tidak disertai spanduk, papan iklan, atau iklan di media seperti yang dilakukan sebelumnya. Ia berkilah, Tuhan sudah memilih siapa saja yang akan masuk surga pada 21 Mei lalu, sehingga ia merasa tidak perlu lagi mengkampanyekan soal kiamat.
Pendeta dari aliran Kristen Evangelis ini sempat diserang stroke ringan awal Juni lalu saat berkhotbah di radio. Ia sempat dirawat di rumah sakit dan baru pulih awal bulan ini. Banyak orang menilai stroke itu sebagai azab dari Tuhan.
Kita tak perlu menanti waktu untuk membuktikan kegagalan ramalannya, karena rasa malu itu sudah dipastikan akan menghampiri sejarah hidup Camping untuk kebodohan yang ketiga kalinya. Jika Tuhan memberikan umur sedikit lebih panjang, ia pasti membuktikan kebodohannya tentang ramalan hari kiamat.
Jika memahami kandungan Alkitabnya, seharusnya umat Kristen menolak ramalan apapun tentang hari Kiamat. Sebab Yesus dalam Injil menegaskan bahwa dirinya adalah manusia biasa yang tak tahu kapan terjadinya hari Kiamat.
“Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak (Yesus, pen.) pun tidak, hanya Bapa sendiri” (Injil Matius 24:36; Markus 13:32).
Kapan datangnya hari Kiamat? Menurut Yesus dalam Injil tersebut, hanya Allah saja yang tahu. Karena Yesus bukan Allah, maka Yesus berterus terang bahwa dia juga tak tahu kapan datangnya hari Kiamat.
Umat Islam pun wajib menganggap ramalan Kristen tentang Kiamat sebagai isapan jempol alias mimpi di siang bolong. Al-Qur'an secara gamblang menegaskan bahwa hari Kiamat hanya Allah SWT saja yang tahu kapan datangnya.
“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat…” (Qs Luqman 31:34).
"Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah” (Qs. Al-Ahzab 63).
Dalam Al-Qur'an  Allah menjelaskan bahwa hanya Dialah pemilik ‘kunci-kunci ilmu ghaib’ (mafatihul-ghoib): “Dan hanya di sisi-Nya lah kunci-kunci ilmu gaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia” (Qs Al-An’am 59).
Dalam hadits shahih yang diriwayatkan Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa kunci-kunci ilmu gaib tersebut ada lima macam. Beliau bersabda yang artinya:
”Kunci-kunci ghaib itu lima. Sesungguhnya hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat, dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok, dan tiada yang seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (HR Bukhari).
Berdasarkan nas-nas suci, para nabi Allah tak ada yang tahu kapan datangnya hari kiamat. Jika ada pendeta yang mengaku nabi lalu meramalkan kapan datangnya hari kiamat, pasti dia seorang Nabi Palsuuuu!!!! [taz/dbs]

15.756 orang menyukai ini. Jadilah orang pertama di antara teman-teman.


Kamis, 20 Oktober 2011

Muhammad saw meninggal karena diracun?

Volume 5, Book 59, Number 713:
Narrated Ibn Abbas:
‘Umar bin Al-Khattab used to let Ibn Abbas sit beside him, so ‘AbdurRahman bin ‘Auf said to ‘Umar, “We have sons similar to him.” ‘Umar replied, “(I respect him) because of his status that you know.” ‘Umar then asked Ibn ‘Abbas about the meaning of this Holy Verse:– “When comes the help of Allah and the conquest of Mecca . . .” (110.1)
Ibn ‘Abbas replied, “That indicated the death of Allah’s Apostle which Allah informed him of.” ‘Umar said, “I do not understand of it except what you understand.”
Narrated ‘Aisha: The Prophet in his ailment in which he died, used to say, “O ‘Aisha! I still feel the pain caused by the food I ate at Khaibar, and at this time, I feel as if my aorta is being cut from that poison.”
Dikisahkan oleh Aisha : Rasulullah dalam keadaan sakit yang menyebabkan kematiannya, biasa berkata, “O, Aisha. Aku masih merasakan sakit akibat makanan yang aku makan di Khaibar dan saat ini, aku merasa seolah-olah urat nadiku terputus akibat racun itu.
Berikut adalah riwayat tentang perang Khaibar, riwayat Wanita Yahudi yang mencoba membubuhkan racun namun nabi Muhammad selamat, dan riwayat tentang wafatnya nabi.
1. Mengenai perang di Khaibar :
Dari Anas bin Malik ra., katanya : Rasulullah s.a.w. memasuki Khaibar pagi hari. Waktu itu mereka keluar kelapangan. Setelah mereka melihat beliau mereka berkata :”Muhammad dan tentara”. Lalu mereka segera menempati benteng mereka. Nabi s.a.w mengangkat kedua belah tangannya dan berdoa :
“Allahu Akbar”! Hancurlah Khaibar! Bila kami duduki lapangan suatu kaum, maka amat buruk pagi hari orang yang diberi peringatan (tetapi) tidak menurut.
(HR. Bukhari 1550)
Dari Abu Hurairah r.a., katanya : Setelah Khaibar diduduki, ada orang yang menghadiahkan daging kambing yang beracun kepada Nabi saw. Lalu beliau bersabda : “ Saya hendak bertanya kepadamu tentang satu hal ! Adakah kamu mau memberikan keterangan yang sebenarnya kepada saya!”. Mereka menjawab : “Ya” Nabi SAW bertanya kepada mereka :”Siapa ayahmu?” mereka itu menjawab :”Si Anu !” Lalu beliau bersabda :” kamu dusta, akan tetapi ayah kamu si “Anu”. Mereka itu berkata :” Benar Tuan!” Beliau bertanya :” Adakah kamu mau menjawab dengan benar kepada saya tentang sesuatu yang saya tanyakan ?” Ya, hai Abu Qasim! Sekiranya kami berdusta, tuan ketahui dusta kami sebagaimana tuan ketahui tentang ayah kami”. Beliau menanyakan kepada mereka : “Siapa ahli neraka”?” Mereka itu menjawab : “Kami berada didalamnya dalam masa yang singkat, kemudian kamu gantikan kami didalamnya”. Nabi saw lalu bersabda :”Kamu akan tetap disika dalam neraka itu, demi Allah! Kami tidak akan pernah menggantikan kamu didalam neraka itu”.
Kemudian beliau bersabda lagi : “ Adakah kamu mau menjawab dengan benar kepada saya tentang sesuatu yang saya tanyakan?” Jawab mereka : “Ya, hai Abu Qasim!” Beliau bertanya : “Adakah kamu isikan racun dalam daging kambing ini?” Jawab mereka :”Ya”. Tanya beliau : “ Apakah yang mendorong kamu berbuat demikian?” Jawab mereka :” Maksud kami ialah, kalau sekiranya tuan seorang pendusta, kami akan senang. Dan kalau sekiranya tuan seorang Nabi, racun itu tidak akan membahayakan tuan.” (HR. Bukhari 1412)
2. Pembuktian bahwa nabi Muhammad selamat dari racun yang diberikan oleh wanita Yahudi adl :
1. Perang Khaibar terjadi pada tahun 628 M (tahun ke 7 H) dan pada bulan February 629 M -
Zul Qa’dah 7 H) Nabi dan kaum Muslimin melaksanakan Umratul Qadha’.
2. Setelah perang Khaibar dapat ditaklukkan, Rasulullah menikah dengan Shafiyah binti Huyaiy
bin Akhtab. Pada tahun yang sama.
3. Bulan January 630 M (Ramadhan 8 H) Nabi Muhammad pun masih SEHAT WAL ‘AFIAT. Beliau
membuka kota Makkah dan menghancurkan semua berhala-behrhala yang ada disekitar
Ka’bah. Peristiwa ini dikenal dengan “FATHUL MAKKAH”.
4. 4 (Empat tahun) dari peristiwa Khaibar Rasulullah masih HIDUP!! Dan pada bulan maret 632
M, atau tepatnya Dzulhijjah 10 H) Rasulullah melaksanakan Haji Wada’ bersama-sama
dengan kira-kira 114.000,- orang kaum muslimin untuk menunaikan ibadah haji.
5. Pada bulan Mei 632M, atau bulan safar 11 H, Rasulullah menyiapakan Tentara Usamah
untuk pergi ke Negri Syam.
6. Pada tgl 7 Juni 632 M atau pada hari senin12 Rabi’ul awal (bertepatan dengan hari
kelahiran beliau) Nabi Muhammad wafat.
3. nabi Muhammad wafat karena sakit biasa dan bukan karena racun: :
Sebelum beliau wafat, Rasulullah tetap melaksanakan Dak’wah :
Dari Aisyah ra., katanya :” Ketika sakit Nabi bertambah berat, beliau meminta kepada semua istri beliau, supaya ia diizinkan selama sakit ia dirawat dirumahku, dan mereka semua mengizinkannya. Lalu Nabi pergi ke rumah Aisyah dipapah oleh dua orang laki-laki, sedangkan kedua belah kaki beliau tercecah menggaris tanah dinatara kedua orang laki-laki itu, yaitu Abbas dan seorang lagi.”
Kata Ubaidillah, “Cerita Aisyah itu kuceritakan kepada Abbas, lalu dia menanyakan kepadaku, tahukah engkau siapa laki-laki yang seorang lagi itu?”
Jawabku, “Tidak!”
Katanya, “Dia adalah Ali”.
Selanjutnya Aisyah menceritakan juga, bahwa setelah nabi saw. berada dirumahnya, sedangkan sakit nabi bertambah keras juga, maka beliau bersabda, “Siramkanlah kepadaku tujuh girbag air yang masih utuh, mudah-mudahan aku segera dapat melaksanakan da’wah kembali kepada orang banyak.”
Lalu Nabi didudukkan kedalam sebuah bak mandi terbuat dari kuningan, kepunyaan hafshah, istri nabi saw, kemudian beliau kami sirami dengan air yang disuruhkan Nabi, sampai beliau memberi isyarat kepada kami, ‘Sudah cukup.”
Sesudah itu beliau pergi ke Mesjid menemui jamaah”
(HR Bukhari 135)
Justru orang yang tewas dibunuh akibat dusta yang diucapkan dan karena ajarannya yang dilakukan terjadi pada Paulus dan bukan pada Rasulullah.
Simak ayat berikut :
Ams 19:5 Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan tidak akan terhindar.
Lihat kematian tragis orang yang dianggap ‘suci’ oleh kristen :
1. Paulus dari tarsus, orang yang dianggap sebagai ‘rasul’
Dia dipenjarakan selama dua tahun di kota Roma, setelah sebelumnya ditangkap di
Yerusalem (Kisah Para Rasul 21:30) dan dipenjarakan di Kaisarea (Kisah Para Rasul 23:23-
24).
Menurut tradisi, setelah dua tahun Paulus dibebaskan dari penjara Roma dan lantas
melakukan perjalanan ke Spanyol, lalu kembali ke Timur, dan kembali lagi ke Roma dimana
dia kembali dipenjarakan untuk kedua kalinya. Akhirnya tewas di Roma dengan
cara dipenggal, di luar tembok-tembok kota pada tahun 67 selama penindasan oleh Kaisar
Nero.
Satu penulis sejarah yang bisa dipertanggungjawabkan tulisan-tulisannya berdasarkan bukti nyata adalah Eusebius, yang menuliskan bahwa :
1. Matius tewas disika dan dibunuh dengan pedang di Eithopia.
2. Markus tewas setelah badannya diseret hidup2 dengan kuda melalui jalan yang penuh batu hingga akhir ajalnya.
3. Lukas mati digantung di Yunani.
4. Yohanes direbus/ lebih tepatnya digoreng dengan minyak goreng mendidih di roma.
5. Thomas mati ditusuk oleh tombak di India.
6. dll

pernikahan Nabi Muhammad saw dan Zaenab binti Jash

Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS. 33:36)
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya:”Tahanlah terus isterimu dan bertaqwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap isterinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mu’min untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi. (QS. 33:37)
Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku, (QS. 33:38)
According to ‘A’isha, who said: “I became very uneasy because of what we heard about her beauty and another thing, the greatest and loftiest of matters – what God had done for her by giving her in marriage. I said she would boast of it over us.” (The History of Al-Tabari: The Victory of Islam, translated by Michael Fishbein [State University of New York Press, Albany, 1997], Volume VIII, pp. 2-3; bold emphasis ours)
Narrated by Yunis, narrated by Ibn Wahab, narrated by Ibn Zaid who said, “The prophet –pbuh– had married Zaid son of Haritha to his cousin Zainab daughter of Jahsh. One day the prophet –pbuh– went seeking Zaid in his house, whose door had a curtain made of hair. The wind blew the curtain and the prophet saw Zainab in her room unclothed and he admired her in his heart. When Zainab realized that the prophet desired her SHE BEGAN TO HATE ZAID.
Zaid then came to the prophet –pbuh– and said, “O apostle of Allah, I wish to separate from my mate.” The prophet responded, “Why? Has anything evil come from her?” Zaid responded, “No, by Allah! I haven’t seen anything evil from her only good.”
The prophet said, “Hold unto your wife and fear Allah.” That is what Allah said in the Quran, “Thou didst say to one who had received the grace of Allah and thy favor: ‘Retain thou (in wedlock) thy wife, and fear Allah.’ But thou didst hide in thy heart that which Allah was about to make manifest.” For the prophet was concealing the fact that he would marry Zainab when Zaid had divorced her. (Source; translated by Dimitrius)
Tuduhan:
Nabi SAW menyukai Zainab, Zainab membenci Zaid, dan ingin dikawin oleh nabi SAW, nabi SAW jatuh cinta dan main mata pada Zainab, Allah SWT melakukan blunder pada pernikahan Zaid dan Zainab.
* Respon:
1. Keotentikan narasi cerita versi dari Tabari dipertanyakan. Silahkan baca: http://www.islamic-awareness.org/Polemics/sverses.html (Tabari’s Disclaimer).
Quote: Sheikh Hammudah Abdallati stated:
Some of the Prophet’s marriages were for legislative reasons and to abolish certain corrupt traditions. Such was his marriage to Zaynab, divorcee of the freed slave Zayd. Before Islam, the Arabs did not allow divorcees to remarry. Zayd was adopted by the Prophet (peace and blessings be upon him) and called his son as was the custom among the Arabs before Islam. But Islam abrogated this custom and disapproved of its practice. Prophet Muhammad (peace and blessings be upon him) was the first man to express this disapproval in a practical way. So he married the divorcee of his “adopted” son to show that adoption does not really make the adopted child a real son of the adopting father and also to show that marriage is lawful for divorcees. Incidentally, this very Zaynab was Muhammad’s cousin, and had been offered to him in marriage before she married Zayd. He refused her then, but after she was divorced he accepted her for the two legislative purposes: the lawful marriage of divorcees and the real status of adopted children. The story of this Zaynab has been associated in some minds with ridiculous fabrications regarding the moral integrity of Muhammad. These vicious fabrications are not even worth considering here (see Qur’an, 33: 36, 37, 40).
(Source: Islam in Focus, p.177-179 by Hammudah Abdallati, bold and underlined emphasis ours)
Masalah disini jika nabi SAW sejak semula tertarik dengan Zainab, mengapa dahulu tidak dikawini sendiri oleh nabi, akan tetapi malah dikawinkan dengan Zaid? Nabi SAW sendiri juga tidak pernah main mata:
  • Sunan Abu Dawud Book 38, Number 4346: 
    Narrated Sa’d ibn AbuWaqqas:
    On the day of the conquest of Mecca, Abdullah ibn Sa’d ibn AbuSarh hid himself with Uthman ibn Affan. He brought him and made him stand before the Prophet (peace_be_upon_him), and said: Accept the allegiance of Abdullah, Apostle of Allah! He raised his head and looked at him three times, refusing him each time, but accepted his allegiance after the third time.
    Then turning to his companions, he said: Was not there a wise man among you who would stand up to him when he saw that I had withheld my hand from accepting his allegiance, and kill him?
    They said: We did not know what you had in your heart, Apostle of Allah! Why did you not give us a signal with your eye? He said: It is not advisable for a Prophet to play deceptive tricks with the eyes.
2. Alasan nabi SAW menikahi Zainab sebenarnya lebih bersifat social construct. Zaid bukanlah anak dari rasulullah tapi mantan anak angkat. Demikian pula Zainab bukan menantu nabi SAW.
  • Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu dimulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar). Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu.. (QS. 33:4-5)
Berikut komentar dari Syaik Maududi
Social Reforms
In this connection, an important thing that needed to be reformed was the question of the adoption of a son. Whoever was adopted by the Arabs as a son was regarded as one of their own offspring: he got share in inheritance; he was treated like a real son and real brother by the adopted mother and the adopted sister; he could not marry the daughter of his adopted father and his widow after his death. And the same was the case if the adopted son died or divorced a wife. The adopted father regarded the woman as his real daughter-in-law. This custom clashed in every detail with the laws of marriage and divorce and inheritance enjoined by Allah in Surahs Al-Baqarah and An-Nisa. It made a person who could get no share in inheritance entitled to it at the expense of those who were really entitled to it….[skipped] …That is why the Islamic law of marriage and divorce, the law of inheritance and the law of the prohibition of adultery required that the concept and custom of regarding the adopted son as the real son should be eradicated completely...[skipped]…. Therefore, it was inevitable that the custom should be eradicated practically, and through the Holy Prophet himself. For no Muslim could ever conceive that a thing done by the Holy Prophet himself, and done by him under Allah’s Command, could be detestable. Therefore, a little before the Battle of the Trench, the Holy Prophet was inspired by Allah that he should marry the divorced wife of his adopted son, Zaid bin Harithah (may Allah be pleased with him), and he acted on this Command during the siege of the Bani Quraizah. (The delay probably was caused for the reason that the prescribed waiting period had not yet ended, and in the meantime the Holy Prophet had to become busy in the preparation for war).
Verses 36-48 deal with the Holy Prophet’s marriage with Hadrat Zainab. In this section the opponents’ objection about this marriage have been answered; the doubts that were being created in the minds of the Muslims have been removed; the Muslims have been acquainted with the Holy Prophet’s position and status; and the Holy Prophet himself has been counseled to exercise patience on the false propaganda of the disbelievers and the hypocrites.
3. Allah SWT tidak melakukan blunder dalam ayat 33:36 karena waktu ayat ini turun justru konteksnya masyarakat Quraisy tidak dapat menerima perubahan tradisi. Tetapi dengan turunnya ayat ini hakekatnya justru menunjukkan bahwa Allah SWT telah menyediakan semacam batu loncatan awal/pembuka hutan untuk mendobrak tradisi berikutnya.
Quote:
Sejarah Hidup Muhammad oleh Muhammad Husain Haekal BAGIAN KETUJUH BELAS: ISTERI-ISTERI NABI
Sungguhpun begitu ia merasa tidak perlu memaksa wanita lain untuk itu di luar keluarganya. Biarlah Zainab bt. Jahsy, sepupunya sendiri itu juga yang menanggung, yang karena telah meninggalkan tradisi dan menghancurkan adat-lembaga Arab, menjadi sasaran buah mulut orang tentang dirinya, suatu hal yang memang tidak ingin didengarnya. Juga biarlah Zaid, bekas budaknya yang dijadikannya anak angkat, dan yang menurut hukum adat dan tradisi Arab orang yang berhak menerima waris sama seperti anak-anaknya sendiri itu, dia juga yang mengawininya. Maka dia pun bersedia berkorban, karena sudah ditentukan oleh Tuhan bagi anak-anak angkat yang sudah dijadikan anaknya itu. Biarlah Muhammad memperlihatkan desakannya itu supaya Zainab dan saudaranya Abdullah b. Jahsy juga mau menerima Zaid sebagai suami. Dan untuk itu biarlah firman Tuhan juga yang datang:
Dari surah 33:36-38 berdasar komentar dari Syaik Maududi, nabi SAW/Islam telah merombak tradisi jahiliyah bahwa anak angkat tidak lagi mendapat warisan, dan seorang muslim dapat mengawini mantan istri dari anak angkat.
Di ayat 33:36, Allah SWT telah memecah tradisi Arabiyah bahwa seseorang muslim dapat mengawini muslim lain tanpa dibedakan status. Dan di ayat 33:37, kedua-kalinya Islam mendobrak tradisi Arab jika seorang istri dapat diceraikan oleh suaminya (dalam hukum Islam) dan juga mantan istri anak angkat mempunyai status dapat dikawin.
4. Kalimat “sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia” adalah rahasia yang tak dikatakan bahwa nabi SAW kelak akan menikahi Zainab atau nabi SAW tidak mau mengatakan hal ini. Jadi bukannya nabi menyembunyikan nafsunya pada Zainab. Yang ditakutkan nabi adalah penilaian masyarakat karena nabi (bakal) menikahi Zainab, yg mantan istri anak angkatnya.
Sedang kalimat “supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka” itu maksudnya juga bukan masyarakat mukmin yg keberatan, akan tetapi pengertiannya adalah: “supaya orang-orang muslim selanjutnya (muslim yang lain di jaman nabi) tahu bahwa mengawini bekas istri anak angkatnya hukumnya diperbolehkan dalam Islam” alias HALAL. Jadi inti ayat 33:37 adalah seorang muslim dapat menikahi istri terdahulu dari anak yg diadopsi, jika sudah diceraikan dan nabi telah ditetapkan oleh Allah SWT sebagai pelopornya (apa para sahabat cukup pantas melakukannya, apalagi ini terjadi dilingkungan “keluarga” rasul?).
  • [Rashad Khalifa] The prophet is not committing an error by doing anything that is made lawful by GOD. Such is GOD’s system since the early generations. GOD’s command is a sacred duty. (QS. 33:38)
5. Apakah benar bahwa orang-orang sebelum nabi SAW dapat menikahi wanita dari mantan anak angkatnya semisal kasus Zaid? Bukti Bibel ternyata menunjukkannya:
  • Deuteronomy 25:5
    (MKJV) If brothers live together, and one of them dies and has no child, the wife of the dead shall not marry outside to a stranger. Her husband’s brother shall go in to her and take her as a wife for himself, and perform theb duty of a husband’s brother to her.
Moral Code of prophet Luth???, lihat juga kejadian 19:8
Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit. Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?” (QS. 11:77-78 )
Nabi Luth sendiri menawarkan anak-anaknya tanpa perlu mengawinkan mereka, padahal disampingnya ada malaikat-malaikat yang sanggup menghajar orang-orang kafir tersebut……. apakah nabi Luth mendukung perzinahan?