Senin, 02 April 2012

FIRMAN YANG MENDAGING?

Pertanyaan Muslim pada Kristen :
1. Apakah firman itu daging Yesus?
2. Apakah firman itu roh Yesus?
3. Apakah firman itu omongan Yesus?.
4. Apakah firman itu ke3nya?.
Saudara Kristen selalu memahami firman sehingga Yesus dianggap Firman yang mendaging. Tentu kita harus membedakan apa itu firman dan apa itu daging. Firman adalah petunjuk, yang bisa dipindahkan dari satu pikiran orang kepada pikiran orang lain. Dan petunjuk ini biasanya dituangkan dalam tulisan. Sebelum orang mengenal tulisan biasanya petunjuk dituangkan dalam hafalan yang mana orang yang paling hafal mentransfer ke orang lain lewat suatu penceritaan.
Semua nabi dari Adam hingga nabi Muhammad boleh dibilang orang-orang yang hafal akan firman Tuhan, jadi jika saudara Kristen menganggap Yesus sebagai firman yang mendaging tentu keliru. Jika pahamnya demikian, berarti Adam, Ibrahim, Musa , Muhammad dan lainnya juga bisa dikatakan firman yang mendaging.
Jika Yesus dianggap firman yang mendaging, maka dari kecil sampai usia 30 tahun seharusnya tidak ada kata-kata yang terucap selain firman Tuhan. Tetapi ini adalah hal yang mustahil. Selama 30 tahun kehadirannya di dunia, pasti Yesus bercakap-cakap dengan orang-orang disekitarnya dimana konteksnya bukan sedang menyampaikan Firman!. Misalnya : Yesus sebagai seorang anak mengajak anak-anak lainnya bermain, Yesus sebagai anak kecil yang meminta ibunya agar dibuatkan sesuatu,Yesus sebagai seorang pemuda meminta ijin ibunya untuk mencari kayu bakar, layaknya seorang manusia bercakap-cakap dengan manusia lain membicarakan hidup sehari-hari dan dain-lain, tentu itu konteksnya bukan Yesus sedang menyampaikan Firman Tuhan!.
Pemahaman terdekat Saudara Kristen yang menganggap Yesus sebagai firman yang mendaging adalah karena Yesus lahir dari seorang perawan dimana Yesus dianggap sebagai penjelmaan Tuhan (Roh Tuhan), dimana Kristen mempunyai dogma bahwa Firman itulah Tuhan dan sesuatu tercipta oleh firman. Pemahaman ini merupakan pemahaman terdekat dengan Filsafat Helenisme (Plato), ataupun Yahudi sendiri. Jadi Firman menciptakan firman, dimana yang perlu digarisbawahi adalah bahwa dalam pemahaman Helenisme (Plato) dan (Yahudi), Firman (Tuhan) menciptakan firman (Makhluk) dengan tingkat berbeda. Dimana Tuhan sebagai Firman (God) memiliki kedudukan lebih tinggi terhadap firman (god).
Jauh sebelum Yesus lahir para pemikir filsafat semisal Plato, Philo dll berusaha mencari jalan untuk memahami hubungan antara Tuhan dan Manusia. Para pemikir sadar bahwa Tuhan itu tidak dapat di gambarkan dan diketahui jati diri-NYA. Dalam artian Tuhan itu misterius dan menciptakan dengan cara misterius pula.
Salah satu cara Tuhan dalam menciptakan sesuatu hanya dapat dimengerti oleh kalimat sebagai berikut: Dalam Kejadian 1:3 Allah berfirman : “Jadilah terang, maka terang pun jadi”.Dalam Al-Quran juga dikenal kalimat Kun Fayakun yang berarti :”Jadilah, maka terjadi”. Seperti dalam ayat berikut :… Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia. (QS 3:47)
Kalau kita perhatikan ayat Kejadian dan Al-Quran diatas, penciptaan terhadap sesuatu tercipta dengan Kalimat Allah. Kalimat Allah inilah yang kita ketahui sebagai Firman. Tetapi bagaimana untuk memahami Firman?. Kristen berpendapat bahwa Firman adalah Tuhan. Tetapi jika hal ini dikaji dari Kitab Yesaya tampak sekali bahwa Firman bukanlah Tuhan tetapi Firman berasal dari Tuhan (diciptakan). Perhatikan ayat berikut :
Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. (Yesaya 55:11)
Untuk memahami ayat diatas anda bisa menganalogikan firman sebagai suara yang keluar dari mulut anda. Ketika suara itu keluar dari mulut anda maka suara itu didengar oleh orang lain. Jadi ketika anda berhenti bicara, suara anda sudah berdiri sendiri menjadi sesuatu yang bebas. Suara bukan anda dan bukan orang lain yang mendengar suara dari anda. Tetapi dalam paham ke-Tuhan-an, meski suara sudah bebas ia tetap milik Allah yang bisa melakukan sesuatu atas kehendak Allah. Karena suara Allah punya kekuatan. Seorang raja memerintah juga dengan suara, yang mana terkadang suara itu dituliskan.
Itulah mengapa Bapa Gereja Saint Agustine memandang bahwa ayat Yohanes 1:1 “ Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” terdapat kesalahan penulisan yang fatal. Seharusnya ayat itu berbunyi sebagai berikut : “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah (DARI) Allah”.
Jadi Firman adalah sesuatu yang diciptakan oleh Allah. Hal ini dapat kita pahami dari ayat Amsal 8:22 “TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala”.
Ayat diatas menerangkan bahwa permulaan berasal dari tidak ada. Menjadi ada karena diciptakan oleh Allah. Seperti Adam dan Hawa yang merupakan manusia pertama. Tetapi ada yang berpendapat bahwa kata menciptakan dalam Amsal 8:22 seharusnya diartikan “memiliki” seperti dalam Amsal 4:5 yang mana akar katanya sama-sama dari akar kata “qanah”. Tetapi meski ini dipahami “memiliki” apa lalu firman itu adalah Allah?. Coba anda lihat lagi pemahaman ayat Yesaya 55:1 diatas tentang suara. Suara awalnya memang milik kita karena kitalah yang bicara pertama. Tetapi ketika kita sudah berhenti bicara, suara itu menjadi barang bebas yang didengar oleh orang lain.
Tuhan memerintah alam semesta dengan Firman. Firman dianggap sebagai penghubung antara Allah yang tidak tampak dengan kehidupan manusia yang materiil. Dan firman dalam menghubungkan antara 2 alam yang beda sering memakai perantara, misalnya para nabi atau para malaikat. Para nabi dan malaikat dianggap sebagai pembawa firman yang menghubungkan antara alam Allah dengan Alam manusia. Karena lewat keduanyalah Allah sering bercakap-cakap dengan manusia.

Apakah firman itu?. Islam memahami Firman sebagai sebuah “kata kerja” yang menggambarkan kehendak Allah. Misalnya kata : Allah berfirman…..!.. Dengan Firman segala sesuatu dijadikan oleh Allah.
Bagaimana jika ada yang berkata bahwa Firman adalah Allah?. Saudara-saudara Kristen mengatakan Firman adalah Allah. Hal ini bisa kita lihat dalam pembukaan ayat Yohanes sebagai berikut :
Pada mulanya adalah Firman ; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.“In the beginning was the Word, and the Word was with “God,” and the Word was “God”.
Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana ayat diatas dipahami?. Bagaimana memahami Firman sebagai Allah?.
Jika ayat diatas dipahami secara apa adanya dapat disimpulkan bahwa Firman adalah Allah dan segala sesuatu terjadi karena Firman. Boleh dibilang semua yang tampak maupun yang tidak tampak adalah Firman, berarti semuanya adalah Tuhan. Itulah mengapa dalam pemahaman Hindu juga ditemukan bahwa segala sesuatu adalah Tuhan. Tetapi seperti halnya konsep Dewa-dewa ada Dewa yang paling kuasa dan ada Dewa yang menjadi Bawahan. Filsafat ini merupakan filsafat kuno yang juga menjadi pemahaman filsafat bagi orang Yunani kuno dan orang-orang yang sepaham dengan mereka. Bahwa pada mulanya ada Dewa yang paling kuasa, kemudian Dewa yang paling kuasa ini menciptakan Para Dewa bawahan.
Itulah mengapa dalam Kitab Perjanjian Lama (Taurat) begitu kental dengan istilah Anak Tuhan. Anak Tuhan sebagai tuhan kecil (t kecil). T-uhan dan t-uhan jelas memiliki pengertian berbeda layaknya “God” dan “a god”. God adalah Tuhan itu sendiri yang Maha Pencipta sedangkan “a god” adalah sifat ketuhanan atau religiusitas yang ada pada diri seseorang. Saksi Yehowa juga memaknai Yohanes 1:1 dimana kata “Word” sebagai “a god” (The Word was a god).
Jadi dalam konsep Perjanjian Lama Tuhan berbeda dengan Firman. Layaknya dalam Islam, dalam Taurat Firman masih dipandang sebagai sesuatu yang dibuat oleh Tuhan tetapi bukan Tuhan. Lalu mengapa Yohanes bisa menuliskan ayat Yohanes 1:1 dimana Firman sebagai Allah?. Yang perlu dicermati adalah apakah ayat diatas ada kesalahan penulisan kata, ataukah salah di pemahaman kalimat?.
Kesalahan ini kemungkinan terjadi sejak Bible diterjemahkan dalam bahasa Barat. Kita mengetahui bahwa dalam tata bahasa barat mengenal huruf kecil dan huruf besar. Sedangkan dalam bahasa Yahudi atau Arab tidak mengenal huruf kecil dan besar. Sehingga ketika kata “Word” disandingkan dengan kata “God” bisa membuat salah pengatian. Dimana Hal ini jelas membuat pengertian yang berbeda antara “God” dan “god”. Coba perhatikan ayat diatas, ada dua kata God disana. Keduanya berhuruf G semua. Dalam kaidah Yunani seharusnya yang pertama huruf besar “G” dan yang kedua huruf kecil “g”. Mengapa?. kata God dalam “And the word was with God” adalah HO-THEOS yang berarti THE GOD. Sedangkan kata god pada kalimat “and the word was with god” adalah Ton-theos yang berarti a god (sifat ketuhanan).
Jadi dalam kalimat akhir “Firman adalah Tuhan” atau “The Word was God” seharusnya tidak diterjemahkan seperti itu. Dalam bahasa Yunani God = theos, mengindikasikan sebagai Bapa. Hal ini juga digunakan untuk menunjuk Tuhan Palsu (2 Korintus 4:4) , Tuhan-tuhan lain (1 Korintus 8:5), Orang-orang suci (Yohanes 10:34-35). Jadi akan menjadi suatu kebingungan bagaimana kita tahu kata theos itu mengacu ke siapa, apakah Bapa, Tuhan Palsu, Tuhan-tuhan lain atau manusia suci!. Sehingga Yohanes 1:1 seharusnya diterjemahkan sebagai berikut.
In the beginning was the Word, and the Word was with “the theos,” and the Word was “theos.” kata yang sama sebagai “In the beginning was the Word, and the Word was with “God,” and the Word was “a god.”
Kata “logos/Word” merupakan inspirasi Tuhan, kehendak tuhan, maksud Tuhan, seperti dalam ROMA :
1:19-Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. 1:20-Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.
Jika kita memperhatikan ayat diatas jelas sekali bagaimana Allah menampakkan kuasanya yang tak bisa dipahami manusia kedalam sebuah ciptaan untuk menunjukkan kuasanya. Bahwa Tuhan mampu dan kuasa menciptakan segala sesuatu yang irasional. Jika Firman dikaji sebagai Allah sendiri dimana Allah adalah Yesus hal itu sangatlah tidak mungkin. Coba perhatikan surat Amsal berikut :
8:22 TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.
8:23 Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada.
8:29 ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi,
8:30 aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya;
Mari kita perhatikan, bahwa dalam Amsal 8:22 Tuhan memulai perkataan dengan Menciptakan. Tuhan telah menciptakan aku. Sehingga apabila Yesus dan bapa adalah satu pun harus dipahami sebagai kesatuan antara Tuhan dan ciptaan Tuhan.
Untuk memahami hubungan antara Tuhan dengan ciptaan-NYA (word-logos) kita bisa memahami dari beberapa ayat dibawah ini :
KEJADIAN 39:2 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf (Word-logos), sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.
KELUARAN 19:17 Lalu Musa (Word-logos) membawa bangsa itu keluar dari perkemahan untuk menjumpai ALLAH dan berdirilah mereka pada kaki gunung.
Contoh yang paling nyata adalah ayat dalam “Wisdom of Solomon” yang dianggap Apokrifa dan ditolak oleh Kristen Modern dimana mengatakan sebagai berikut : Oh Tuhan dari ayahku dan Raja belas kasih yang telah membuat segala sesuatu dengan Firman ““O God of my fathers and Lord of mercy who hast made all things by thy word (logos)…”.
Dari keterangan ini dapat dipahami bagaimana Yesus diposisikan sebagai Firman. Yesus sebagai personifikasi dari kehendak Tuhan. Dalam Kolose 1:15 Dikatakan bahwa Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan. Juga dalam Yohanes14:9…….Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa;….. Hal ini sama saja ketika Allah menggambarkan kehendaknya pada Yusuf dan Musa seperti ayat diatas.
Lihatlah ayat dibawah ini dimana pada ayat-ayat ini memiliki kata “pada mulanya/permulaan/awal” yang maknanya hampir sama :
Yohanes1:1 Pada mulanya adalah Firman (Word);…
Kejadian 1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
Markus 1:1 Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.
Yohanes 15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.”
Jika kita perhatikan masing-masing penulis menggunakan kata “pada mulanya/permulaan/awal” dengan konteks yang berbeda-beda. Dalam konteks Yohanes 1:1 kata “pada mulanya” dipakai sebagai konteks bahwa alam semsesta dibentuk dengan Firman Tuhan. Jadi pada mulanya adalah Tuhan, Tuhan ingin membuat alam semesta, Tuhan dalam membuat alam semesta menggunakan Firman, apa Firman itu?. Firman sebagai Hasrat Tuhan, Keinginan, Ide, Gagasan dan sejenisnya.
BY WEDUL SHERENIAN

MASUK AKAL – IMAN KAH JIKA TUHAN PERLU KENDARAAN?

Bible 2 Samuel 22:11 Ia (Tuhan)  mengendarai kerub, lalu terbang, dan tampak di atas sayap angin.
Istilah Kerub atau jamaknya Cherubim bersesuaian dengan kata milik bangsa Assyria “Karabu” , Akkadia “Kuribu” dan Babilonia “Karabu”. Dalam terminologi Assyria berarti “Besar” sedangkan daam terminologi Akkadia dan Babilonia berarti “mujur atau terberkati”. Dalam bangsa Assyria-Babilonia, asal kata ini mengacu dari keterangan-keterangan tentang “Ruh/Jiwa” yang melayani Tuhan. Kadang istilah ini juga mengacu kepada kata “Shedu” yaitu banteng berkepala manusia dan bersayap. Bentuk yang agak mirip lainnya yaitu “Lammasu” yaitu manusia berkepala singa dan bersayap (mirip sphinx di mesir).
Yehezkiel 10:20-21 Itulah makhluk-makhluk hidup yang dahulu kulihat di bawah Allah Israel di tepi sungai Kebar. Dan aku mengerti, bahwa mereka adalah kerub-kerub.Masing-masing mempunyai empat muka dan bagi masing-masing ada empat sayap dan di bawah sayap mereka ada yang berbentuk tangan manusia.
Yehezkiel 1:10 Muka mereka kelihatan begini: Keempatnya mempunyai muka manusia di depan, muka singa di sebelah kanan, muka lembu di sebelah kiri, dan muka rajawali di belakang.
Dalam perkembangan selanjutnya penggambaran Cherubim mengalaimi perubahan.  Apalagi ketika memasuki jaman renaisance, wujud Cherubim mengalami perubahan yang sedemikian jauh.
Masuk akalkah jika Tuhan memerlukan kendaraan untuk dinaiki?. Apalagi jika yang dinaiki adalah wanita bersayap?

BY WEDUL SHERENIAN

12 ORANG TERNAMA BICARA TENTANG NABI MUHAMMAD



1. Encyclopedia Britannica,
(Regarding Muhammad) “… a mass of detail in the early sources shows that he was an honest and upright man who had gained the respect and loyalty of others who were likewise honest and upright men.” [Vol. 12]
(Terhadap Muhammad)”..banyak sumber secara detail menunjukkan dia seorang manusia yang jujur dan benar yang memperoleh kehormatan dan kesetiaan dari yang lain yang juga jujur dan benar”.
2.  Michael H. Hart, “The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History. New York: Hart Publishing Company, Inc., 1978, page. 33.]
“My choice of Muhammad to lead the list of the world’s most influential persons may surprise some readers and may be questioned by others, but he was the only man in history who was supremely successful on both the religious and secular level.”
“Pilihanku kepada Muhammad sebagai pemimpin dunia yang paling berpengaruh. Satu-satunya manusia yang secara menakjubkan sukses dalam kehidupan Religi dan Sekuler”
3. Reverend R. Bosworth-Smith wrote in “Mohammed & Mohammedanism” in 1946:
“Head of the state as well as the Church, he was Caesar and Pope in one; but, he was pope without the pope’s claims, and Caesar without the legions of Caesar, without a standing army, without a bodyguard, without a palace, without a fixed revenue. If ever any man had the right to say that he ruled by a Right Divine, it was Mohammad, for he had all the power without instruments and without its support. He cared not for dressing of power. The simplicity of his private life was in keeping with his public life.”
“Memimpin pemerintahan sebaik Gereja, dia merupakan Kaisar dan Paus dalam kesatuan, tetapi dia Paus tanpa pengakuan diri, dan Kaisar tanpa legiun Kaisar. Tanpa tentara yang disediakan. Tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa penghasilan tetap. Jika ada orang yang harus disebutkan bahwa dia memerintah dengan kebenaran Tuhan, dia adalah Muhammad, Untuk segala kekuasaan tanpa instrument dan dukungan. Dia tidak mempedulikan pakaian kebesaran. Secara sederhana kehidupan sederhananya adalah menjaga kehidupan masyarakatnya.”
4. Lamartine, HISTOIRE DE LA TURQUIE, Paris, 1854, Vol. II, pp. 276-277.
“Philosopher, orator, apostle, legislator, warrior, conqueror of ideas, restorer of rational dogmas, of a cult without images; the founder of twenty terrestrial empires and of one spiritual empire, that is Muhammad. As regards all standards by which human greatness may be measured, we may well ask, is there any man greater than he?”
“Seorang filsuf, orator, nabi, pembuat undang-undang, Ksatria, penakluk ide, pembangun dogma rasional, tentang memuja tanpa imajinasi, pendiri 20 kerajaan dunia dan satu kerajaan agama, itulah Muhammad. Diantara manusia dengan nama besar, adakah yang lebih besar darinya?.”
5. George Bernard Shaw, [The Genuine Islam, Singapore, Vol. 1, No. 8, 1936] a famous writer and non-Muslim says:
“He must be called the Savior of Humanity. I believe that if a man like him were to assume the dictatorship of the modern world, he would succeed in solving its problems in a way that would bring it much needed peace and happiness.”
“Dia harus dipanggil sebagai penyelamat manusia. Saya percaya jika manusia seperti dirinya untuk mengambil kediktatoran di dunia modern, dia akan sukses memecahkan masalah dengan sebuah cara yang akan menghasilkan kedamaian dan kebahagiaan”
6. K. S. Ramakrishna Rao,  Seorang professor of Philosophy, dari India yang beragama Hindhu dalam  booklet “Muhammad the Prophet of Islam” memanggilnya  ”model manusia sempurna”
“The personality of Muhammad, it is most difficult to get into the whole truth of it. Only a glimpse of it I can catch. What a dramatic succession of picturesque scenes. There is Muhammad the Prophet. There is Muhammad the Warrior; Muhammad the Businessman; Muhammad the Statesman; Muhammad the Orator; Muhammad the Reformer; Muhammad the Refuge of Orphans; Muhammad the Protector of Slaves; Muhammad the Emancipator of Women; Muhammad the Judge; Muhammad the Saint. All in all these magnificent roles, in all these departments of human activities, he is alike a hero.”
“Kepribadian Muhammad, merupakan yang paling sulit untuk mendapatkan kebenarannya secara menyeluruh. Hanya sekilas yang dapat saya tangkap.  Rangkaian dramatis dari adegan yang indah. Itulah nabi Muhammad. Disanalah Muhammad sebagai Ksatria, Pengusaha, Orator, Pemerintah, Pereformasi, pelindung anak yatim, pelindung budak, pengemansipasi wanita, seorang hakim, dan orang suci. Semuanya dalam seluruh peran yang bagus, dalam seluruh bagian aktifitas manusia ini, dia seperti seorang pahlawan”.
7. Mahatma Gandhi, berbicara tentang sifat nabi Muhammad, dalam ‘Young India’:
“I wanted to know the best of one who holds today undisputed sway over the hearts of millions of mankind… I became more than convinced that it was not the sword that won a place for Islam in those days in the scheme of life. It was the rigid simplicity, the utter self-effacement of the Prophet, the scrupulous regard for his pledges, his intense devotion to his friends and followers, his intrepidity, his fearlessness, his absolute trust in God and in his own mission. These and not the sword carried everything before them and surmounted every obstacle. When I closed the 2nd volume (of the Prophet’s biography), I was sorry there was not more for me to read of the great life.”
“Aku ingin tahu manusia terbaik yang memegang kekuasaan tak terbantahkan sampai  hari ini atas jutaan umat manusia… Aku menjadi lebih yakin bahwa bukanlah pedang yang memenangkan tempat untuk Islam hari itu dalam skema hidup. Merupakan kesederhanaan yang kaku, penghapusan pengucapan nabi sendiri, Janjinya yang cermat dan  ter hormat, pengabdian yang intensif kepada teman-teman dan para pengikutnya, keberaniannya, tanpa  rasa takut, kepercayaan penuhnya pada Tuhan dan misinya sendiri. Inilah dan bukannya pedang membawa semuanya didepan mereka dan mengatasi setiap rintangan.  Ketika aku menutup volume kedua (atas biografi nabi), aku minta maaf belum semua tentang kehidupan besarnya aku baca”.
8. Thomas Carlyle (seorang penulis Inggris) dalam bukunya  ’Heroes and Hero Worship’,
“How one man single handedly, could weld warring tribes and wandering Bedouins into a most powerful and civilized nation in less than two decades.”
“Bagaimana seorang manusia sendirian mampu,  merubah suku badui yang suka berperang dan mengembara menjadi  negara paling kuat dan beradab dalam waktu kurang dari dua decade”.
9. Diwan Chand Sharma menulis dalam buku “The Prophets of the East”: [D.C. Sharma, The Prophets of the East, Calcutta, 1935, pp. 12]
“Muhammad was the soul of kindness, and his influence was felt and never forgotten by those around him”
“Muhamamd merupakan jiwa dari kebaikan, pengaruhnya tak pernah terlupakan dari mereka di sekitarnya”
Muhammad, peace and blessings be upon him, was nothing more or less than a human being, but he was a man with a noble mission, which was to unite humanity on the worship of ONE and ONLY ONE GOD and to teach them the way to honest and upright living based on the commands of God. He always described himself as, ‘A Servant and Messenger of God’ and so indeed every action of his proclaimed to be.
“Muhammad, damai dan berkat atasnya, tidak kurang dan tidak lebih daripada seorang manusia, tetapi dia adalah manusia dengan misi agung, untuk menyatukan manusia dalam menyembah pada yang SATU dan SATU SATUNYA TUHAN dan mengajar mereka jalan menuju kejujuran dan kehidupan yang baik berdasarkan perintah Tuhan. Dia selalu mendiskripsikan dirinya sebagai “Pelayan dan Utusan Tuhan”  dan bahkan setiap ucapannya dijalankan”.
10. Sarojini Naidu , seorang penyair puitis dari India. [S. Naidu, Ideals of Islam, vide Speeches & Writings, Madras, 1918, p. 169]
“It was the first religion that preached and practiced democracy; for, in the mosque, when the call for prayer is sounded and worshippers are gathered together, the democracy of Islam is embodied five times a day when the peasant and king kneel side by side and proclaim: ‘God Alone is Great’… I have been struck over and over again by this indivisible unity of Islam that makes man instinctively a brother.”
“merupakan agama pertama yang melakukan dan mempraktekkan demokrasi, Dalam Masjid, ketika panggilan shalat didengungkan orang yang beribadah berkumpul bersama, demokrasi dalam Islam dibentuk dalam 5 kali sehari ketika Petani dan Raja berlutut dan mengatakan “Tuhan satu yang Agung”…Aku tergetar berulang kali dengan kesatuan tak terpisahkan dalam Islam yang membuat manusia  secara insting merasa bersaudara”.
11.Edward Gibbon dan Simon Ockley, “History of the Saracen Empires”[History of the Saracen Empires, London, 1870, p. 54]
“I BELIEVE IN ONE GOD, AND MAHOMET, AN APOSTLE OF GOD’ is the simple and invariable profession of Islam. The intellectual image of the Deity has never been degraded by any visible idol; the honor of the Prophet have never transgressed the measure of human virtues; and his living precepts have restrained the gratitude of his disciples within the bounds of reason and religion.”
“ Aku percaya dalam 1 Tuhan, dan Muhammad, nabi dari Tuhan”, merupakan pernyataan yang sederhana dan sama dalam Islam. Gambaran intelektual atas Tuhan tak pernah dikurangi dengan berhala yang terlihat; Kehormatan dari sang nabi tak pernah melanggar ukuran kebajikan manusia”.
12. E Wolfgang Goethe, seorang penyair besar Eropa [Noten und Abhandlungen zum Weststlichen Dvan, WA I, 7, 32]
“He is a prophet and not a poet and therefore his Koran is to be seen as Divine Law and not as a book of a human being, made for education or entertainment.”
“Dia seorang nabi, dan bukan seorang penyair, maka dari itu Al-Quran nya dilihat sebagai hukum suci dan bukan buku dari manusia, dibuat untuk pendidikan dan penghiburan”.
BY WEDUL SHERENIAN
sumber: Islamtomorrow

MISTERI BANGUNAN PIRAMID (PENGARUH KA’BAH?)

Sebagai seorang Muslim maka saya percaya bahwa Apa yang difirmankan Allah dalam Al-Quran adalah kebenaran. Dalam salah satu ayatnya Allah berfirman :
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia (QS 3:96)
Ya, rumah yang mula-mula itu adalah Ka’bah. Di ayat diatas berhubung kalimat “tempat beribadat”diapit tanda (…), maka bisa juga diartikan sebagai rumah yang pertama ada. Tetapi berhubung kalimat selanjutnya berhubung dengan ber’kah dan petunjuk, maka bisa diartikan sebagai rumah pertama di bumi dan rumah pertama untuk beribadah. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana bentuk Ka’bah pertama kali?. Apakah bentuknya berupa Kubus seperti bentuk sekarang?.
Berhubung tidak ada sumber pasti bagaimana bentuk Ka’bah pertama kali maka aku asumsikan bentuk Ka’bah pertama kali kemungkinan Piramid. Kok bisa?.
Ka’bah yang kita lihat sekarang adalah Bangunan berbentuk Kubus dengan ruang yang pernah mengalami beberapa renovasi mengingat usia dan adanya bencana. Renovasi kemungkinan dilakukan untuk meremajakan, merubah bentuk atau memperluas ruang. Renovasi yang pernah terjadi antara lain ketika Ka’bah dibangun kembali setelah rusak gara-gara banjir sekitar tahun 600 M dimana pada saat itu Rasulullah (sebelum jadi nabi), menjadi pihak yang meletakkan kembali Hajar Aswad (Batu Hitam), yang sempat menjadi perselisihan petinggi Suku Quraisy.
Pada jaman kuno ribuan tahun sebelum Masehi daerah gurun Arab dimana sekarang terletak kota Mekah, merupakan tempat yang terisolasi. Hal itu bisa kita lihat bahwa wilayah Arab hampir tidak pernah menjadi tempat jajahan kerajaan-kerajaan Kuno yang besar semisal Romawi, Alexander Agung, Persia atau Yunani. Jika bangsa India pernah sampai ke Arab itu juga jauh ribuan tahun setelah jaman Ibrahim. Jadi secara kebudayaan masih tertinggal dan kuno.
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar baitullah(Ka’bah) bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.(Al-Quran 2:127)
Kalau kita baca QS 2:127 diatas, kita bisa memahami lain lagi bahwa seolah-olah sebelum Ibrahim dan Ismail sampai ke lembah Bakah (Mekah), Ka’bah sebenarnya sudah ada. Hal itu bisa kita baca dari kallimat “meninggikan dasar-dasar”, lantas siapa yang membangun dasar Baitullah (Ka’bah) sebelum mereka hadir?. Apakah Adam atau Nuh atau malaikat?. Seperti kita ketahui ada beberapa riwayat yang mengatakan bahwa sebelum ada manusia Malaikat sering melakukan thawaf diatas daerah tersebut (hanya Allah yang tahu).
Untuk membangun bangunan dengan batu yang luasnya sekitar 100 m2 dan dengan ketinggian yang cukup tinggi (Lihat QS 2:127 diatas ) Hal itu pasti agak sulit untuk dikerjakan oleh 2 orang (Ibrahim dan Ismail), mengingat mereka harus mengecor atap (kecuali tanpa atap atau beratap kayu, meski sepertinya tidak mungkin). Hal itu akan lebih mudah dilakukan jika bentuknya Piramid baik bentuk runcing atau setengah runcing. sehingga lebih mudah membangunnya.
GAMBAR 1. KEMUNGKINAN BENTUK AWAL KA’BAH
Ketika masih berjumlah sedikit, peribadatan kemungkinan dilakukan DI DALAM Ka’bah.
GAMBAR 2. BENTUK KA’BAH SEKARANG
Nabi Ibrahim selain sebagai manusia yang membangun Tempat Ibadah pertama kali, juga merupakan Imam bagi seluruh manusia. Itulah mengapa pengaruhnya menyebar ke banyak bangsa di dunia, termasuk bentuk tempat ibadah yang menyerupai Ka’bah. Nabi Ibrahim sebagai Imam bagi umat manusia bisa dibaca di DISINI
Pada awalnya tentu pengaruh yang disebarkan oleh nabi Ibrahim adalah ajarannya yang monotheisme (Tauhid) dan bentuk tempat ibadahnya. Jika ajarannya menyebar maka bentuk tempat ibadahnya juga akan menyebar. Itulah mengapa pada jaman kuno bentuk rumah ibadah mereka hampir semuanya berbentuk menyerupai Ka’bah (Piramid).
Piramida Suku Inka (Amerika Latin)
Piramida Mesir
Candi Sukuh Jawa Tengah
Candi Borobudur Jawa Tengah
Candi Prambanan Jogja
Piramid yang tadinya kecil dan berada di gurun tandus telah menyebar ke berbagai penjuru dunia dan tiba di berbagai bangsa besar yang memiliki peradaban lebih maju. Sehingga pengaruh bangunan piramid yang sampai ke bangsa besar tersebut pada akhirnya berubah menjadi bentuk piramid yang besar pula .
Tetapi kita harus mengakui bahwa ajaran yang dibawa oleh nabi Ibrahim tidak bisa bertahan pada masing-masing bangsa itu. Yang setelah berjalannya waktu masing-masing bangsa membuat kreasinya sendiri dengan mengukir pahatan (relief) pada dinding piramid. Hal ini juga terjadi ketika para Musyrikin Mekah pada saat itu menempatkan patung-patung disekitar Ka’bah sebagai bentuk lain dari relief.
Ajaran yang pada awalnya adalah Monoteisme juga berubah menjadi ajaran Pagan, dimana hampir semua bangsa yang mempunyai Piramid membangun Piramid tidak untuk beribadah kepada Tuhan Yang Satu tetapi untuk menghormati Tuhan mereka yaitu Dewa Matahari atau Tuhan buatan lainnya dan juga sekaligus sebagai tempat pemakaman. Tetapi Tuhan selalu mengutus banyak utusan untuk meluruskan ajaran Nabi Ibrahim yang menyimpang, sehingga ajaran yang tadinya menyimpang lambat laun kembali ke monotheisme. Misalnya Musa yang harus mengingatkan Penguasa Mesir (Fir’aun) agar kembali menyembah Allah.  Dan utusan terakhir tentu saja NABI MUHAMMAD

BY WEDUL SHERENIAN

ANGKA AJAIB AL-QURAN

Seperti diketahui Al-Quran memiliki angka keramat 19, angka ini diperoleh berdasarkan kalimat Basmalah, B(i)sm All(a)h Al-R(a)hm(a)n Al-R(a)him. Catatan : huruf dalam kurung tidak terdapat dalam huruf bentuk Arab. Jumlah huruf (tak termasuk dalam kurung) berjumlah 19
Mungkin anda akan bertanya mengapa angka keramat Al-Quran 19. Karena itu merupakan awal angka (1) dan akhir angka (9). Angka terdiri dari 1-2-3-4-5-6-7-8-9. Dan ini merupakan konsep Tuhan yang mempunyai sifat Yang Awal dan Yang akhir.
[QS 57:3] Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin  dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Dibawah merupakan tabel urutan Surah dan jumlah ayat masing-masing Surah dan hubungan keduanya.

(Klik gambar untuk memperbesar)
Dari tabel diatas dapat kita temukan bahwa ada 57 bilangan  genap, 57 bilangan ganjil dan 20 bilangan prima.
Jumlah urutan bilangan Genap 1653. Dimana 1653 = 19 (jumlah ayat) x 87 (urutan surah)
Jumlah urutan bilangan Ganjil 1653. Dimana 1653 = 19 (jumlah ayat) x 87 (urutan surah)
Jumlah bilangan Genap 6236, yaitu sama dengan jumlah Ayat dalam Al-Quran dan jumlah bilangan Ganjil 6555, yaitu sama dengan jumlah Surah dalam Al-Quran.
Jumlah bilangan Prima 1992, dimana 19 adalah angka keramat Al-Quran dan 92adalah angka nabi Muhammad.
6555+92 =6647 dimana 66 adalah angka Allah dan 47 adalah  Surah MuhammadLIHAT DISINI
Digit adalah suatu simbol atau karakter tunggal yang terdiri dari angka, huruf, atau tanda baca lainnya. Misalnya 1234 terdiri dari 4 digit yaitu 1,2,3 & 4
Dari data diatas dapat diperoleh data sebagai berikut :
Ada 19 ayat dengan jumlah digit 1
Ada 18 ayat dengan jumlah digit 3
Ada 77 ayat dengan jumlah digit 77
Digit 1 jika dijumlah 1 + 2 + 3 +…..+19 = 190 = 19 x 10 Digit 3 jika dijumlah 1 + 2 + 3 +…..+18 = 171 = 19 x 9
dimana 10 + 9 = 19
Digit 2 jika dijumlah 1 + 2 + 3 +…..+77 = 3002 = 19 x 158
Surah 1 memiliki 7 ayat dengan digit 1, sehingga membuat komposisi 171 = 19 x 9
Ayat yang memiliki 3 digit ada 18 yang jika dijumlahkan menghasilkan 171 = 19×9
Urutan angka digit 3 berakhir pada hitungan ke 18 dimana pada posisi ini merupakan Surah ke 37. Jika 37 dikurangi 18 menghasilkan 19 , (37-18 = 19). 37 sendiri urutan ke 19 dari bilangan kategoriA.
Digit 1 berakhir pada hitungan ke 19 dimana merupakan Surah 114 = 19 x 6
Digit 3 berakhir pada hitungan 18 dimana pada posisi ini merupakan Surah 37. Antara surah 37dan 114 terpaut 77 Surah. Dimana angka 77 sama merupakan hitungan akhir digit 2.
Pada digit 1 antara hitungan ke-1 dan ke-2 terpaut 92 Surah. Sudah kita ketahui angka 92 adalah nilai angka MUHAMMAD. Dan pada digit 2 hitungan ke 19 pada posisi Surah 38 dimana 38 = 19 x 2. Dan di Al-Quran SURAH MUHAMMAD (surah ke-47) ayatnya juga berjumlah 38.
Total Surah 6555, dimana 6555 = 19 x 345
Total Ayat 6236
Total Surah-Total Ayat = 6555-6236 = 319
319 merupakan gabungan 3 dan 19, dimana jika kita lihat di tabel diatas ada 3 Surah yang memiliki19 ayat.
———————————————————————————————–
Al-Quran memiliki 30 Juz dan  558 Ruku’. Tanda Ruku’ berupa huruf (ع) huruf (‘Ain). Tanda Ruku’ adalah penanda bagian-bagian kisah dalam Al-Quran. Dalam satu Surah terkadang banyak kisah disana, nah antara kisah yang satu dan yang lain ditandai dengan tanda Ruku’ di akhir ayat. Misalnya, biasanya Para Hafidz (penghapal Al-Qur’an) mereka juga hapal tanda-tanda baca yang ada di Al-Qur’an, nah…ketika mereka sholat, biasanya menjadi imam, jika mereka ingin menyudahi bacaannya, maka Sebaiknya mereka menyudahinya pada ayat yang ada tanda ‘ainnya, karena tanda ‘ain itu adalah batasnya pembahasan atau suatu kisah, misalnya pada surah Al-Waqi’ah ayat 41, Allah Subhaanahu Wata’aala menerangkan tentang Adzab Atas Golongan kiri dan cercaan untuk mereka, lalu ada tanda ‘ain pada ayat 74 nya, nah sampai situlah (ayat 74) pembahasan tentang golongan kiri…kemudian pada ayat 75 nya adalah pembahasan baru, Yaitu tentang SUMPAH ALLAH TENTANG KEMULIAAN AL-QUR’AN…
Al-Qur’an=القرآن
surah+jumlah ayat+jumlah Juz+jumlah Ruku’=114 + 6236 + 30 + 558 = 6938
6938 - 6555(Jumlah Surah) = 383 (Al-Quran)
623611455830 = 19 x 32821655570
BY WEDUL SHERENIAN
sumber : numerical19 


by WEDUL SHERENIAN

ALLAH-MUHAMMAD-AHMAD

Pada artikel sebelumnya telah dibahas hubungan antara MUHAMMAD DAN AHMAD. Yang membuktikan bahwa tak ada nabi lain setelah nabi Muhammad. Sekarang akan kita lihat hubungan yang lain antara ALLAH, MUHAMMAD dan AHMAD.
ALLAH memiliki angka 66 ,  LIHAT DISINI. Berdasarkan tabel bilangan prima, 66 angka bilangan prima pertama adalah sebagai berikut :
 2 3 5 7 11 13 17 19 23 29
31 37 41 43 47 53 59 61 67 71
73 79 83 89 97 101 103 107 109 113
127 131 137 139 149 151 157 163 167 173
179 181 191 193 197 199 211 223 227 229
233 239 241 251 257 263 269 271 277 281
283 293 307 311 313 317
الله
محمد
أحمد
Berdasarkan Tabel bilangan Prima di atas, jumlahkan seluruh angkanya dari angka 2 sampai 317
2 + 3 + 5 + 7 + 11 + 13 … + 311 + 313 + 317  = 9523
Angka 9523 terdiri jadi 4 angka yaitu 9-2-5-3 dimana ke empat angka ini mewakili angka-angka Muhammad dan Ahmad
MUHAMMAD = 92
AHMAD = 53
Jumlah Surah Al-Quran 114 ayat. Sekarang jumlahkan dari 1 + 2 + 3 + …+114 akan menghasilkan 6555. Sekarang gabungkan angka 92 dan 53 menjadi 9253.
9253 - 6555 = 2698
Allah dalam Al-Quran disebut sebanyak 2698