Minggu, 02 Oktober 2011

Dua Muslimah didzolimi polisi kafir Inggris




LUTON (Arrahmah.com) – Dimanapun, kelakuan musuh-musuh Islam sama, tidak rela dengan kaum Muslimin dan selalu mendzoliminya. Dua Muslimah di Luton, Inggris, didzolimi oleh polisi kafir Inggris, Kamis (15/09/2011). Kedua Muslimah ini digeledah rumahnya dengan alasan undang-undang terorisme oleh polisi kafir Inggris, salah satu dari dua Muslimah tersebut ditangkap, dan yang lainnya dibebaskan. Kaum Muslimin Inggris bangkit, membelanya. Allahu Akbar!

Mereka menelanjangiku…!
Sebuah video dirilis oleh Izharudeen.com menceritakan bagaimana dua orang Muslimah di Luton didzolimi oleh polisi kafir Inggris.  Dalam video tersebut diceritakan kronologis bagaimana polisi Inggris masuk ke rumah dan menghina kehormatan sang Muslimah tadi.
Ketika polisi kafir Inggris itu masuk ke rumah Muslimah, seorang dari Muslimah tadi didorong ke dinding, kemudian dimasukkan ke ruang tidurnya dan ditelanjangi, kehormatannya dilecehkan. Sementara itu, anak-anak Muslimah tersebut berada di ruang lain, manangis dan memanggil-manggil ibunya.
Salah seorang Muslimah sampai mengatakan :
“Hal terburuk adalah ketika mereka menelanjangiku dan menggerayangiku dari ujung kepala hingga ujung kaki! Menghancurkan kehormatanku dan mengambil kesempatan.”
Aksi menentang kedzoliman
Kaum Muslimin dari Luton, dan dari beberapa wilayah di Inggris, datang untuk memberikan dukungan kepada kedua Muslimah tadi, dan menentang kejahatan terhadap mereka ketika yang lainnya bungkam. Mereka menggelar aksi di Luton, Jum’at (30/09/2011).
Syekh Abu Izuddin, aktivis Muslim Inggris, menjadi pembicara pertama yang menentang aksi kekerasan polisi kafir Inggris terhadap dua orang Muslimah asal Luton. Dengan membawa spanduk bertuliskan “British Police Terrorist Extrimist”, beliau dengan penuh semangat menyampaikan kewajiban kaum Muslimin dimanapun untuk membela kehormatan saudara Muslimnya yang didzolimi.
Sementara itu, kaum Muslimin yang lain nampak juga membawa plakat bertuliskan “British Police go to Hell”, “Stop Terrorizing Muslim”, dan juga bendera Islam, dengan gema takbir yang sesekali bersahutan.
Syekh Anjem Choudary, aktivis Muslim Inggris yang juga manajer Pengadilan Syariah London menjadi pembicara berikutnya. Mengutip Al Qur’an surat Ali Imran, ayat 110, Syekh Anjem menjelaskan bahwa kaum Muslimin adalah umat terbaik di dunia ini, namun mengapa kaum Muslimin di Luton dan di Inggris, diam saja ketika ada dua saudara Muslimah di Luton, didzolimi, ditelanjangi oleh polisi kafir Inggris?
Aksi kaum Muslimin di Luton, UK, menentang kedzoliman dan kekerasan kepada dua Muslimah ini mendapat perhatian para pejalan kaki. Nampak sebagian masyarakat berhenti dan mendengarkan dengan seksama aksi yang dilakukan.
Wallahu’alam bis showab!
(M Fachry/alm/arrahmah.com)
Berikut video “Luton Demonstration” bagi yang ingin melihatnya secara lengkap :
      
11.587 orang menyarankan ini. Jadilah orang pertama di antara teman-teman.

Rabu, 28 September 2011

10 Daftar Anti Virus Terbaik Tahun 2011 ( Download Anti Virus Software )

10 Anti Virus Terbaik 2011
10 Anti Virus Terbaik 2011:
Virus memang menjadi sesuatu yang menakutkan dalam segala hal, termasuk virus komputer yang saat ini sedang merajalela menyerang system komputer di seluruh dunia. Virus komputer sendiri jenisnya bermacam-macam dan diklasifikasikan berdasarkan karakteristiknya, seperti Spyware, Malware,Virus, Trojan, dan masih banyak yang lain. Bagi Anda yang masih menggunakan OS Windows, Antivirus adalah software yang paling penting yang harus Anda miliki. Hal ini untuk menghindari komputer dari serangan berbagai macam virus jahat yang siap menyerang komputer Anda.
Mengingat semakin banyaknya jenis virus yang menyerang system operasi Windows, maka Antivirus pun juga tidak mau kalah, banyak macam antivirus, baik itu buatan dalam negeri maupun buatan luar negeri yang siap mencegah dan membasmi virus-virus jahat yang akan merusak komputer kita. Dan berikut ini adalah Top 10 Antivirus 2011.

10 Antivirus Terbaik 2011
1.Bitdefender Antivirus
•Threat Detection: Virus, Worm, Trojan, Spyware, Malware, Rootkit.
•Additional Protection: Browser exploit, OS exploit, Keyloggers, inbound email protection, outbond email protection, instant messaging protection, p2p/file sharing, registry startup protection, dialers, backdoors, hackers, phising, identity theft protection, adware, activex, vulnerabilities, cookies, scripts, full web protection, auto usb detect.
•Protection Technology: Virus signatures, whitelisting, heuristic, real time.
•Supported OS: XP (32 & 64 bit), Vista (32 & 64 bit), Windows 7 (32 & 64 bit)
•Price: $ 29.95
2.Kaspersky Antivirus
•Threat Detection: Virus, Worm, Trojan, Spyware, Malware, Rootkit.
•Additional Protection: Browser exploit, OS exploit, Keyloggers, inbound email protection, outbond email protection, instant messaging protection, p2p/file sharing, registry startup protection, dialers, backdoors, hackers, phising, identity theft protection, adware, activex, vulnerabilities, cookies, scripts, full web protection, auto usb detect.
•Protection Technology: Virus signatures, blacklisting, whitelisting, heuristic, real time, security network.
•Supported OS: XP (32 & 64 bit), Vista (32 & 64 bit), Windows 7 (32 & 64 bit)
•Price: $ 59.95
3.Webroot Antivirus
•Threat Detection: Virus, Worm, Trojan, Spyware, Malware, Rootkit.
•Additional Protection: Browser exploit, OS exploit, Keyloggers, inbound email protection, outbond email protection, instant messaging protection, p2p/file sharing, registry startup protection, dialers, hackers, identity theft protection, adware, activex, cookies, scripts, spam.
•Protection Technology: Virus signatures, blacklisting, whitelisting, heuristic, real time, security network.
•Supported OS: XP (32 bit), Vista (32 & 64 bit), Windows 7 (32 & 64 bit)
•Price: $ 29.95
4.Norton Antivirus
•Threat Detection: Virus, Worm, Trojan, Spyware, Malware, Rootkit.
•Additional Protection: Browser exploit, OS exploit, inbound email protection, outbond email protection, instant messaging protection, registry startup protection, dialers, backdoors, hackers, identity theft protection, adware, activex, vulnerabilities, scripts, full web protection, auto usb detect.
•Protection Technology: Virus signatures, blacklisting, whitelisting, heuristic, real time, security network.
•Supported OS: XP (32 bit), Vista (32 & 64 bit), Windows 7 (32 & 64 bit)
•Price: $ 39.99
5.ESET Nod32 Antivirus
•Threat Detection: Virus, Worm, Trojan, Spyware, Malware, Rootkit.
•Additional Protection: Keyloggers, inbound email protection, outbond email protection, registry startup protection, dialers, backdoors, adware, activex, vulnerabilities, scripts, full web protection, auto usb detect.
•Protection Technology: Virus signatures, blacklisting, whitelisting, heuristic, real time, security network.
•Supported OS: XP (32 & 64 bit), Vista (32 & 64 bit), Windows 7 (32 & 64 bit)
•Price: $ 39.99
6.AVG Antivirus
•Threat Detection: Virus, Worm, Trojan, Spyware, Malware, Rootkit.
•Additional Protection: Browser exploit, OS exploit, Keyloggers, inbound email protection, outbond email protection, instant messaging protection, p2p/ file sharing protection, registry startup protection, dialers, backdoors, hackers, phising, identity theft protection, adware, activex, vulnerabilities, cookies, scripts, full web protection, spam, auto usb detect.
•Protection Technology: Virus signatures, blacklisting, whitelisting, heuristic, real time, security network.
•Supported OS: XP (32 & 64 bit), Vista (32 & 64 bit), Windows 7 (32 & 64 bit)
•Price: $ 34.99
7.G Data Antivirus
•Threat Detection: Virus, Worm, Trojan, Spyware, Malware, Rootkit.
•Additional Protection: Browser exploit, OS exploit, inbound email protection, outbond email protection, instant messaging protection, registry startup protection, dialers, backdoors, hackers, phising, identity theft protection, adware, scripts, full web protection,.
•Protection Technology: Virus signatures, blacklisting, whitelisting, heuristic, security network.
•Supported OS: XP (32 & 64 bit), Vista (32 & 64 bit), Windows 7 (32 & 64 bit)
•Price: $ 29.95
8.Avira Antivir
•Threat Detection: Virus, Worm, Trojan, Spyware, Malware, Rootkit.
•Additional Protection: Browser exploit, OS exploit, inbound email protection, outbond email protection, registry startup protection, dialers, backdoors, phising, adware, activex, scripts, full web protection.
•Protection Technology: Virus signatures, heuristic, real time, security network.
•Supported OS: XP (32 & 64 bit), Vista (32 & 64 bit), Windows 7 (32 & 64 bit)
•Price: $ 26.95
9.Vipre Antivirus
•Threat Detection: Virus, Worm, Trojan, Spyware, Malware, Rootkit.
•Additional Protection: Browser exploit, OS exploit, Keyloggers, inbound email protection, outbond email protection, instant messaging protectionp2p/file sharing, registry startup protection, dialers, backdoors, hackers, phising, adware, activex, vulnerabilities, cookies, scripts, auto usb detect.
•Protection Technology: Virus signatures, blacklisting, whitelisting, heuristic, real time, security network.
•Supported OS: XP (32 & 64 bit), Vista (32 & 64 bit), Windows 7 (32 & 64 bit)
•Price: $ 29.95
10.Trend Micro Titanium Antivirus
•Threat Detection: Virus, Worm, Trojan, Spyware, Malware, Rootkit.
•Additional Protection: OS exploit, Keyloggers, inbound email protection, outbond email protection, instant messaging protection, registry startup protection, dialers, hackers, identity theft protection, adware, activex, vulnerabilities, cookies, scripts, auto usb detect.
•Protection Technology: Virus signatures, blacklisting, whitelisting, real time, security network.
•Supported OS: XP (32 bit), Vista (32 & 64 bit), Windows 7 (32 & 64 bit)
•Price: $ 39.95
Kunjungi link kami :http://mediadeveloper.blogspot.com/ atau http://daivasoft-corp.com/
 

Sumber : tulisan Har Tono

Selasa, 27 September 2011

Manasik Haji Upacara Paganisme ?

Manasik haji, sebagai salah satu rangkaian ibadah dalam Islam, terkadang dianggap sebagai suatu upacara paganisme oleh sebagian orang, terutama dari kalangan atheis. Dialog berikut, akan meluruskan pandangan atheisme terhadap ibadah haji.

“Apakah Anda tidak seperti saya yang menganggap bahwa bentuk-bentuk manasik haji merupakan bentuk upacara paganisme ? Hanya sebuah bangunan batu berbentuk segi empat yang bernama Ka’bah, yang dikelilingi oleh umat Islam saat thawaf, mengusap bahkan mengecupnya, berlari-lari dari Shafa dan Marwah, melempar jumrah, yang semuanya dilakukan dalam tujuh kali. Padahal semua itu merupakan ajaran-ajaran dan angka-angka peninggalan para dukun dan ahli sihir masa lalu? 
Selain itu, masih memakai dua helai kain tanpa jahitan yang dibungkuskan langsung pada kulit badan. Sebelumnya saya minta maaf jika pertanyaan saya menyinggung perasaan anda. Karena ilmu pengetahuan yang dalam segala hal memerlukan keterbukaan, tanpa harus ditutup-tutupi, tanpa rasa segan dan ragu dalam menyatakan yang sebenarnya,” uajr Dr. X, demikian saya memanggil sahabat saya itu. Dengan santai saya menanggapi persoalan yang ditanyakannya satu persatu:
“Apakah Anda tidak sependapat dengan saya bahwa dalam hukum alam, yang lebih kecil mengelilingi yang lebih besar. Elektron pada atom mengelilingi intinya. Bulan mengelilingi bumi. Bumi mengelilingi matahari. Matahari bersama kelompoknya, galaksi Kabut Susu mengelilingi galaksi yang lebih besar. Galaksi yang lebih besar itu mengelilingi galaksi yang lebih besar lagi. Demikian seterusnya sampai pada sesuatu yang mutlak Maha Besar, yang tiada lagi yang lebih besar dari-Nya, Allah. Apakah Anda tidak pernah mendengar kami umat Islam menyebut Allahu Akbar, artinya Tuhan Maha Besar, lebih dari segalanya. Berdasar ilmu pengetahuan yang anda dapat dari universitas di Prancis itu, ternyata merupakan keniscayaan bahwa segala sesuatu mengelilingi yang Maha Besar tadi. Jadi kita bersama Matahari dan keluarga galaksinya Kabut Susu mengelilingi yang Maha Besar. Di jagad raya ini, tak ada satupun yang tetap pada tempatnya kecuali Dia, Pencipta alam semesta. Hal itu merupakan hukum alam dan sifat segala sesuatu, yang besar dan yang kecil, seperti yang anda pelajari dalam ilmu filsafat.
Kami umat Islam, dengan penuh kesadaran dan berdasar kehendak sendiri mengelilingi Ka’bah, rumah Tuhan, rumah pertama yang dibangun untuk menyembah-Nya. Sejak ia dibangun, ia menjadi lambang sekaligus menjadi Bait-Al Haram. Apakah Anda dan rekan-rekan anda yang atheis tidak mengitari orang mati yang dimummi di Kremlin? Apakah kalian tidak mengagung-agungkan mayat tersebut dan memujanya sebagai pembawa kesejahteraan dan keadilan bagi umat manusia?
Kalau saja kalian tahu di mana William Shakespeare dikuburkan, pasti kalian akan berlomba-lomba untuk mengunjungi dan mengelilingi kuburannya, bahkan lebih besar dari yang dilakukan umat Islam dalam ziarah ke Masjid Nabi Muahammad saw. Apakah kalian tidak pernah meletakkan sebuah karangan bunga pada tumpukan batu yang sering disebut “prasasti”? Prasasti yang melambangkan seorang pahlawan yang tidak dikenal itu ? Lalu mengapa Anda mencela kami yang melempar batu pada sebuah tugu yang merupakan simbol atau lambang syetan yang terkutuk itu ?
Lalu apakah Anda tidak berlari-lari kecil sejak lahir sampai mati ? Juga Anak-anak dan cucu-cucu Anda ? Hal itu sama dengan berlari-lari kecil antara Shafa – sebagai simbol kepapaan dan ketidakberdayaan, dan Marwah – sebagai simbol keberadaan dan kesejahteraan. Hal ini merupakan simbol dari perjalanan hidup manusia dari tidak ada menuju ada dan dari ada menuju tidak ada lagi. Bukankah semua itu merupakan gerak keterikutan semua mahluk ? Apakah Anda tidak melihat Haji sebagai simbol dari hakikat dan rahasia itu ?
Sedangkan angka tujuh yang Anda pandang dengan sinis itu perlu saya jelaskan. Kira-kira mengapa tangga nada dalam dunia musik hanya tujuh ? yaiu do, re, mi, fa, so, la, si. Setelah si kembali lagi pada do, dan sejak dulu kita tidak pernah menjumpai tangga nada yang kedelapan. Lapis sinar juga terdiri dari tujuh lapis, dan ruang elektron yang berputar mengelilingi inti atom juga berjumlah tujuh. Janin dalam kandungan tidak akan mencapai kesempurnaan kecuali setelah mencapai tujuh bulan. Jumlah hari dalam satu minggu juga tujuh, baik menurut Islam atau agama lain sebelumnya, sekalipun tanpa perjanjian dan kesepakatan bersama. Apaka ini tidak menjadi alasan ? Apakah ilmu pengetahuan hanyalah dogma dan angka tujuh merupakan mitos para dukun dan ahli sihir atau merupakan salah satu dalam jimat-jimat dan mantera ?
Mengenai kecupan terhadap Hajar Aswad, saya perlu bertanya dulu, apakah Anda tidak pernah mengecup surat-surat kekasihmu ? Apakah lalu Anda menjadi seorang paganis jika mengecup surat-surat itu ? Lalu mengapa Anda mengejek orang Islam yang mengecup Hajar Aswad ?
Hajar Aswad adalah batu yang pernah dijunjung Nabi Muhammad saw dan pernah dikecupnya. Tentu saja dalam semua itu sama sekali bukan bentuk-bentuk ritus paganisme. Sebab orientasi umat Islam dalam berbagai bentuk ritus dan upacara dalam haji adalah eksistensi yang jauh lebih dalam, bukan sebatas susunan batu itu. Pada dasarnya manasik haji menghidupkan pikiran dan perasaan serta meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan penguasa alam semesta.
Makna dua helai kain tanpa jahitan yang dibungkuskan langsung pada tubuh dalam melaksanakan ibadah haji adalah menunjukkan pelepasan diri dari segala unsur keduniaan dan sebagai tanda kehinaan dan kepapaan manusia dihadapan Tuhan. Seperti saat kita baru dilahirkan dari perut ibu, yang hanya dibungkus dengan sehelai kain dan saat mati serta masuk kubur hanya dengan sehelai kain. Bukankah Anda sendiri memakai pakaian resmi saat menghadap kepala negara atau tamu terhormat dari negara lain ?
Kami umat Islam menilai tidak layak seorang hamba ketika menghadap kepada kebesaran dan keagungan Tuhan, kecuali dengan kehinaan dan kepapaan dari segenap gemerlap kekayaan duniawi. Sebab Tuhan lebih agung dan lebih mulia dari seluruh raja dan orang-orang besar lainnya. Tentu tidak patut menghadap-Nya kecuali dengan sikap tawadhu dan dengan segala kerendahan, lepas dari segala sesuatu. Dan kain ihram itu sama antara yang dipakai oleh orang kaya dengan yang miskin, orang kecil atau orang besar. Hai itu melambangkan persaudaraan dalam kemanusiaan dan persamaan derajat, ditengah perbedaan kedudukan, kekayaan dan jabatan.
Bagi umat Islam, ibadah haji merupakan muktamar atau rapat akbar tahunan. Sedang shalat jum’at merupakan pertemuan mingguan masyarakat setempat. Semuanya memiliki makna yang luhur bagi orang yang menggunakan pikiran sehatnya serta selalu memandang positif segala hal. Manasik haji sama sekali bukan bentuk ritus atau upacara paganisme.
Kalau Anda bersama saya berdiri di Padang Arafah, di tengah ratusan ribu, bahkan jutaan yang sama-sama mengucapkan Allahu Akbar...Alahu Akbar, mengkaji ajaran Al Quran dalam puluhan bahasa serta mengumandangkan Labbaik Allahumma Labbaik dengan isak tangis dan hati penuh keharuan, tentu Anda tidak akan bisa menahan air mata, bahkan ikut dalam ratap bersama jutaan hamba Tuhan Yang Maha Agung pemilik dan penguasa segala sesuatu.


Sumber: Dialog dengan Atheis, Dr. Mustafa Mahmud

Ke-Esaan Tuhan

Jagat raya yang begitu luas, dengan segala isinya, tunduk pada hukum-hukum yang telah Tuhan tetapkan. Dialah Allah....., Tuhan semesta alam, tidak terikat oleh ruang dan waktu yang telah diciptakan-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, tiada yang setara dengan Dia.


Al Quran dengan sangat jelas, tegas dan rasional, menyampaikan tentang konsep Ke-Tuhanan :

"Katakanlah (Muhammad), 'Dialah Allah, Yang Maha Esa"
"Allah tempat meminta segala sesuatu"
"(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan"
"Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia"
QS. Al Ikhlas

Agama dan Pemikiran

Ilmu pengetahuan tanpa agama, lumpuh

Agama tanpa pengetahuan, buta

Maka tidaklah mengherankan apabila ilmuwan mengatakan, bahwa sejarah kita di masa depan bergantung pada keputusan generasi sekarang mengenai hubungan antara akal dan ilmu pengetahuan di satu pihak dan agama di pihak lain, mengingat betapa pentingnya ilmu pengetahuan dan agama bagi kita.
A. N. Whitehead dalam bukunya Science and the Modern World menulis:

When we consider what religion is for mankind, and what science is, it is no exaggeration to say, that the future course of history depends upon the decision of this generation as to the relations between them.

Bila kita mengingat betapa pentingnya agama bagi umat manusia, begitu pula ilmu pengetahuan, maka tidaklah berlebih-lebihan apabila dikatakan bahwa sejarah kita di masa yang akan datang tergantung pada keputusan generasi sekarang mengenai hubungan antara keduanya.

Selanjutnya dikatakan bahwa dalam diri manusia terdapat dua tenaga yang mempengaruhi kita, tenaga-tenaga yang terkuat dan dapat saling bertentangan, yaitu tenaga intuisi beragama dan tenaga untuk meneliti dan menarik kesimpulan yang sesuai dengan akal.
Dalam diri kita terdapat dua keinginan, keinginan untuk menyembah Tuhan dan keinginan mengetahui dan mengambil kesimpulan yang sesuai dengan akal. Pertentangan ilmu pengetahuan dan akal di satu pihak dan agama di lain pihak, terjadi sejak zaman purba sampai sekarang. Bukankah tulisan cosmas, berdasarkan Bibel, bahwa dunia ini merupakan jajaran genjang yang panjangnya dua kali lebar, bertentangan dengan akal dan ilmu pengetahuan?
Bukankah pendapat Galileo bahwa dunia ini bergerak mengelilingi matahari, dan bukan matahari yang mengelilingi bumi, telah ditentang oleh Paus karena bertentangan dengan Bibel?
Bila kita mengingat kebenaran dalam agama dan ilmu pengetahuan, maka kita tak akan membuat kesalahan intelektual dengan menelan agama bulat-bulat dan meninggalkan ilmu pengetahuan, atau sebaliknya. Atau kita berlaku pengecut dengan menerima kedua-duanya dan menempatkannya pada tempat yang berlainan dalam otak kita dan tidak berani menghubung-hubungkan antara keduanya.
Kita tidak dapat berlaku tidak jujur dengan menerima ilmu pengetahuan bulat-bulat dan menambahkan unsur-unsur agama yang dianggap tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Bukanlah suatu ketidakjujuran seorang intelek yang menerima ilmu pengetahuan, dan menerima Tuhan hanya sebagai pencipta, Prima Causa, akan tetapi meninggalkan ajaran-ajaran-Nya seolah-olah Tuhan hanya dianggap sebagai pembuat arloji yang menyusun mesin-mesin alam dan membiarkan alam itu sendiri mengurus dirinya? Dan agama hanyalah mempunyai arti apabila di dalamnya ada Tuhan. Maka tidaklah mengherankan bila pada Ketuhanan sesuatu agama dapat menjadi sumber pertentangan dengan akal manusia.
Bagaimana kedudukan Tuhan dalam agama Kristen , dalam hubungannya dengan akal manusia, dikatakan oleh Fulton J. Sheen dalam bukunya God and Intelligence:

The modern God was born, the day the “beast intellectualism” was killed. The day the intelligence is reborn the modern God will die. They cannot exist together for one is the annihilation of the other.

Tuhan modern telah dilahirkan pada hari pemikiran yang buas dibunuh. Pada saat pemikiran dilahirkan lagi, Tuhan modern akan mati. Keduanya tak mungkin berada bersama-sama, karena yang satu akan memusnahkan yang lain.

Namun aneh, meskipun pemikiran dapat membunuh ”Tuhan Kristen Modern”, menurut Sheen, akal tidak dapat dibunuh untuk kepentingan agama, dan akal tidak dapat dipisahkan dari Tuhan Yang Maha Esa, seperti dikatakannya pada bagian lain dari bukunya:

The denial of the intelligence is a denial of an infinitely perfect God, as a denial of an infinitely perfect God is a denial of the intelligence. The two problems are inseparable.

Pengingkaran terhadap akal adalah pengingkaran terhadap Tuhan yang sempurna tak terbatas, seperti pengingkaran terhadap Tuhan yang sempurna tak terbatas adalah pengingkaran terhadap akal. Kedua masalah itu tak terpisahkan.

Galileo bukanlah orang yang buas karena mengatakan bahwa dunia ini beredar mengelilingi matahari. Arius bukanlah orang yang buas karena ia tidak mempercayai Ketuhanan-manusia. Dr. Bruno Bauer bukanlah orang buas bila ia menyelidiki Injil Sinoptik secara ilmiah, dan menolak keaslian Injil.
Meskipun orang alim Michael Servetus, Martin Cellaris, George Van Paris dan kawan-kawannya dibakar hidup-hidup dan dihukum sebagaimana Bruno Giardiano, namun karya-karya mereka telah dikembangkan oleh orang-orang lain. Buah pikiran mereka tentang agamanya akan tetap merupakan momok yang mengancam ajaran-ajaran agama yang tidak rasional dalam batas-batas akal.
Roda ilmu pengetahuan yang dibina oleh manusia akal melanda segala sesuatu yang bertentangan dengan akal. Dia akan melanda agama yang mengajarkan kepercayaan akan banyak Tuhan atau polytheisme, pembagian Tuhan menjadi beberapa oknum atau pengoknuman Tuhan atau personifikasi Tuhan; dia akan melanda penjelmaan Tuhan menjadi manusia atau inkarnasi Tuhan, pengkelaminan Tuhan menjadi laki-laki atau perempuan, Tuhan yang berkeluarga dan sebagainya.
Dan ilmu pengetahuan akan sejalan dengan agama yang sesuai dengannya, yang tidak mengajarkan unsur-unsur polytheisme. Memang manusia tidak akan sampai pada Tuhan bila langsung memikirkan “zat”-Nya. Namun manusia akan sampai kepada-Nya dengan dengan melihat ciptaan berupa benda, ruang, hukum dan waktu (atoms, space, law, and time), di mana berpangkal hukum sebab-akibat.
Lepasnya agama dari ilmu pengetahuan akan merebahkan agama itu sendiri. Standar ilmiah adalah standar yang penting untuk mempertahankan keimanan.

Prof. Herbert J. Muller berkata dalam The Uses of The Past:

Scientific standards of truth are not the only possible standards of course, but they are the necessary standards for claims to literal, factual, historical truth.

Standar-standar ilmiah dari suatu kebenaran tentu bukan merupakan satu-satunya standar yang mungkin, tetapi merupakan standar yang perlu untuk menuntut pengakuan kebenaran literer, factual dan histories.

Memang akal manusia tidak akan sanggup menerangkan seluruh kenyataan, tak sanggup mencapai seluruh kebenaran. Ilmu pengetahuan akan menyerah pada pertanyaan “dari mana datangnya seluruh alam ini”?. Hukum kemungkinan (The law of probability) akan kagum dengan pertanyaan kecil “berapa besarkah kemungkinan hingga 1028 (angka satu dengan 28 angka nol) atom menyusun dirinya untuk membentuk seorang manusia?
Ilmu pengetahuan bukan satu-satunya dasar agama, namun ajaran-ajaran agama yang bertentangan dengan akal dalam batas-batasnya akan ditantang oleh akal dan ilmu pengetahuan.

Sumber : Ke-Esaan Tuhan, O. Hashem

Islam Agama Kekerasan, Agama Perang ?

Salah satu prinsip asasi yang tegas dinyatakan dalam al Qur’an menyangkut kebebasan beragama adalah “Tidak ada paksaan dalam beragama”, QS. Al Baqarah : 256. Oleh karenanya, dalam perspektif Islam, persoalan keimanan merupakan persoalan yang menyangkut persoalan kehendak bebas seseorang dan keyakinan yang bersifat pribadi. “Maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. QS. Al Kahf : 29.

Al Qur’an juga telah mengajak Nabi Muhammad saw untuk mengimplementasikan prinsip di atas, dan menjelaskan kepadanya bahwa tugasnya hanyalah menyampaikan risalah Islam kepada umat manusia. Ia tidak memiliki kekuasaan untuk memaksa manusia memeluk agama yang disampaikannya. Beberapa ayat al Qur’an yang menyatakan hal ini antara lain:

“Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya” QS. Yunus : 99.

“Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka” QS. Al Ghasiyyah : 22.

“Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas mereka bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah)”. QS. Asy Syura : 48.

Dari penjelasan di atas, jelaslah kiranya bahwa al Qur’an dengan tegas melarang pemaksaan kepada siapa pun untuk memeluk Islam.

Agama Islam telah menggariskan suatu metode yang harus dijadikan acuan dalam dakwah dan penyebaran risalah Islam. Di dalam al Qur’an didapati metode tersebut mencakup dakwah melalui hikmah, nasihat yang baik, dan berdebat secara fair. Allah swt. Berfirman:

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik” QS. An Nahl : 125.
“Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia”. QS. Al Baqarah : 83.

Selain itu, di dalam al Qur’an ditemukan lebih dari 120 ayat yang menyatakan bahwa prinsip dakwah dan penyebaran Islam harus dilakukan berdasarkan penerimaan tanpa agitasi, pengajaran tanpa tendensi, dan menyerahkan kepada komunikan yang menerima dakwah kebebasan menerima atau menolak Islam. Inilah yang dilakukan Rasulullah saw. setelah penaklukan kota Mekkah (Fathu Makkah) yang sebelumnya dikuasai oleh kaum musyrik Quraisy, dengan mengatakan kepada mereka, “Pergilah kalian semua, karena kalian adalah orang-orang yang bebas”. Meskipun kemenangan mutlak berada di tangan pihak kaum muslimin, tak seorang pun dari orang-orang musyrik Quraisy itu yang dipaksa untuk memeluk Islam.
Kaum muslimin tidak pernah memaksa pemeluk Yahudi atau Nasrani untuk memeluk Islam. Karena itulah kita mendapati khalifah kedua, Uman bin Khattab, memberikan kepada penduduk Baitil Maqdis yang beragama Kristen kebebasan dan rasa aman, “atas kehidupan, gereja-gereja dan salib-salib mereka. Tak seorang pun dari mereka yang akan mendapatakan kesulitan pemaksaan karena keyakinan dan agamanya”.
Sebelumnya, setelah Rasulullah saw. berhijrah, beliau juga telah menetapkan dalam konstitusi Madinah, bahwa pemeluk Yahudi beserta kaum Muslim merupakan satu komunitas umat yang membentuk suatu masyarakat baru di Madinah. Dengan demikian, hak para pemeluk Yahudi dalam menjalankan ajaran agama mereka diakui.

Dalam bukunya Allah ist Ganz Anders, Sigrid Hunke menolak anggapan, bahwa Islam adalah agama yang dibesarkan dengan pedang. Penulis asal Jerman ini mengatakan, “Sikap toleran bangsa Arab benar-benar telah memainkan peranan penting dalam penyebaran Islam. Kenyataan ini sangat bertolak belakang dengan asumsi mereka yang mengatakan, bahwa Islam disebarkan dengan senjata dan pedang. Asumsi seperti ini merupakan salah satu bentuk kesalahan tendensius terhadap Islam”. Di tempat lain, Hunke mengatakan, “Sesungguhnya para penganut agama Kristen, Yahudi, Sabean, dan kaum pagan itulah yang sebenarnya ingin memeluk Islam sebagai hasil dari kesadaran meraka sendiri”.
Sebagaimana diketahui, pasukan perang kaum Muslim, tidak pernah menginjakkan kaki mereka di kawasan Asia Selatan atau Afrika Barat. Islam tersebar di kawasan tersebut melalui pedagang Muslim yang perilaku, akhlak, dan interaksi sosial mereka yang baik telah menarik perhatian penduduk setempat hingga akhirnya meraka menerima dakwah Islam secara sadar dan tanpa paksaan.

Sumber : Prof. Dr. Mahmoud Hamdi Zaqzouq

Islam dan Hak-hak Perempuan

Ketika Islam pertama kali datang di Jazirah Arabia, kaum perempuan berada dalam posisi yang sangat rendah dan sangat memprihatinkan. Hak-hak mereka diabaikan, suara mereka pun tak pernah didengar. Islam kemudian datang merombak total kondisi yang tidak menguntungkan perempuan ini. Kedudukan mereka kemudian diakui dan diangkat. Ketidakadilan yang mereka alamipun kemudian dihilangkan, hak-hak mereka mendapat pembelaan dan jaminan dalam Islam. Sejak itu, kaum perempuan menemukan kembali jati diri kemanusiaan mereka yang hilang. Mereka sadar bahwa mereka adalah manusia sebagaimana halnya kaum lelaki.

Salah satu sebab terjadinya perubahan kedudukan kaum perempuan itu adalah karena Islam dengan tegas menolak anggapan, bahwa Hawa -simbol perempuan- adalah sumber malapetaka dunia karena telah menggoda Adam hingga ”terjatuh” dari sorga. Berbeda dengan anggapan itu al-Qur’an menjelaskan, bahwa yang menggoda Adam dan Hawa secara bersamaan adalah setan, bukan Hawa, sebagaimana firman Allah swt.:

”Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula”. QS. Al Baqarah:36

Islam menegaskan bahwa manusia secara keseluruhan, lelaki maupun perempuan, diciptakan dari jiwa yang satu. Allah swt. berfirman:

”Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri”. QS. An Nisa:1

Laki-laki dan perempuan, dalam pandangan al Qur’an, adalah sama dalam esensi kemanusiaannya. Maka dilihat dari aspek ini, tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Kedua jenis manusia itu sama mendapatkan kemuliaan yang Allah berikan kepada seluruh umat manusia tanpa pembedaan, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al Isra:70 ”Dan sesungguhnya kami telah muliakan anak-anak manusia”
Penting untuk dicatat bahwa ketika al Qur’an menggunakan kata “manusia” (al insan) atau “anak-anak manusia” (bani Adam), kata itu mencakup baik laki-laki maupun perempuan sebagaimana ayat yang disebut terakhir. Jika pembicaraan dimaksudkan untuk membedakan salah satu jenis manusia, al Qur’an menggunakan kata ar rijal untuk laki-laki dan an nisa untuk perempuan.
Dalam sebuah haditsnya, Nabi saw. mengilustrasikan hubungan antara laki-laki dan perempuan sebagai hubungan kesetaraan dan saling melengkapi. “Kaum perempuan adalah ‘saudara kandung’ kaum lelaki yang memiliki hak dan kewajiban dalam kebaikan” demikian sabda Nabi. Penggunaan kata ‘saudara kandung’ (syaqa’iq) dalam hadits ini mempertegas adanya kesetaraan dan kesejajaran antara lelaki dan perampuan. Oleh karenanya, kedua jenis manusia itu memiliki kedudukan dan derajat yang sama di mata Tuhan. Yang membedakan mereka adalah amal saleh yang mereka lakukan, sebagaimana firman Allah swt:

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” QS. An Nahl : 97.

Al Qur’an juga menegaskan, bahwa Allah Maha Mengabulkan doa dan permohonan seorang wanita sebagaimana halnya dengan permohonan lelaki:

“Maka Tuhan akan memperkenankan permohonannyan (dengan firman), “Sesungguhnya Aku tidak menyianyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki ataupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah sebagian yang lain”. QS. Ali Imran : 195.

Frasa ‘sebagian kamu adalah dari sebagian yang lain” yang digunakan dalam ayat di atas menunjukkan, bahwa hubungan antara laki-laki dan perempuan bersifat saling melengkapi, karena kehidupan di dunia ini tidak akan berjalan secara baik tanpa partisipasi dari kedua jenis manusia itu.
Dari uraian di atas, kita dapat mengetahui sikap dan pandangan dasar Islam terhadap perempuan yang begitu gamblang dan jelas, karena diambil dari nash-nash yang bersifat pasti (qath’iy), baik dari al Qur’an maupun hadits. Dari itu, mereka yang objektif tidak akan pernah bisa mengatakan bahwa Islam adalah agama yang menindas perempuan dan mengabaikan hak-haknya. Suatu pandangan objektif sejatinya dapat memilah antara Islam sebagai agama di satu sisi, dan tindakan penganutnya di sisilain.

Sumber: Prof. Dr. Mahmoud Hamid Zaqzouq