Rabu, 28 Desember 2011

Menelaah tentang Kelahiran Yesus dan Sensus Quirinius

Kapan Yesus dilahirkan dan pada masa pemerintahan siapa, semuanya diceritakan oleh Injil-injil Perjanjian Baru. Jika kita menelusuri apa yang diceritakan oleh injil-injil ini seputar hari natal (kelahiran Yesus), maka apa yang akan pembaca saksikan dibawah ini adalah pertentangan saling menyangkal antara Injil yang satu dengan yang lain, dan kontradiksi yang nyata antara fakta sejarah dan statement Injil Lukas mengenai Sensus Quirinius.
Injil Lukas 2:1-7 menyatakan sebuah sensusdiadakan oleh Quirinius, gubernur Romawi untuk wilayah Syria dan Yudea, sehingga membuat Yusuf dan Maria yang sedang hamil tua pergi dari Nazareth di wilayah Galilee menuju Bethelehem di wilayah Yudea, yang jaraknya lebih dari 100 km, untuk mendaftarkan diri. Akhirnya di Bethlehem, Maria melahirkan Yesus.
Peta Nazareth dan Bethlehem sekarang
Lukas 1:36 menyatakan bahwa usia Yohanes Pembaptis lebih tua 6 bulan daripada usia Yesus, dan Lukas pasal 3 menyatakan bahwa Yesus berusia sekitar 30 tahun ketika Yohanes Pembaptis mulai berdakwah di tahun ke 15 masa pemerintahan Kaisar Tiberius, artinya tahun 29 M.
Profil Kaisar Romawi Tiberius Caesar
-Lahir : 42 SM
-Naik tahta menjadi kaisar Romawi : 14 M.
-Mati : 37 M.
Referensi:
~ http://en.wikipedia.org/wiki/Tiberius
~ http://www.roman-britain.org/people/tiberius.htm
** Jadi, 15 tahun masa pemerintahan Kaisar Tiberius adalah terjadi pada tahun 29 M.
Karena menurut perhitungan Lukas pasal 3, Yesus berusia sekitar 30 tahun pada tahun 29 M, maka kita dapat mengkalkulasikan bahwa Yesus lahir pada sekitar tahun 2 SM , yaitu ketika Yudea dipimpin oleh Archelaus.
Profil Archelaus
-Archelaus atau Herodes Archelaus adalah anak dari Herodes Yang Agung, dan ia meneruskan tampuk kepemimpinan atas wilayah Yudea tahun 4 SM – 6 M.
Referensi:
~ http://en.wikipedia.org/wiki/Herod_Archelaus
Cerita Lukas pasal 2 adalah kontradiksi dengan Matius. Matius 2:1 mencatat bahwa Yesus lahir pada zaman Herodes, yang dimaksud Herodes disini adalah Herodes Yang Agung bukan Herodes Archelaus (atau lebih dikenal Archelaus), karena pada Matius 2:19-22 menyatakan bahwa Herodes mati dan digantikan Archelaus.
Profil Herodes Yang Agung
-Herodes Yang Agung atau Herodes I adalah raja Yudea yang mati pada bulan April tahun 4 SM.
Referensi:
~ http://en.wikipedia.org/wiki/Herod_the_Great
Jadi terdapat kontradiksi antara Injil Matius, Injil Lukas, dan Catatan sejarah:
  1. Lukas pasal 2 dan pasal 3 menyatakan Yesus lahir sekitar tahun 2 SM bersamaan dengan sensus Quirinius, dimana wilayah Yudea dipimpin oleh Raja Archelaus.
  2. Lukas pasal 1 menyatakan bahwa Yesus lahir pada saat wilayah Yudea dipimpin oleh Raja Herodes. Disini kita tidak tahu apakah Herodes Yang Agung atau Herodes Archelaus. Tetapi kita dapat memahami bahwa Herodes disini adalah Herodes Yang Agung, karena dijelaskan dalam Lukas pasal 1:24-31 bahwa selisih umur Yohanes Pembaptis dengan Yesus adalah 6 bulan. Jika kita mengikuti catatan Injil Matius bahwa Yohanes lahir pada saat zaman Herodes Yang Agung, maka Yesus pun juga lahir pada zaman Herodes Yang Agung.
  3. Matius menyatakan Yesus lahir (paling telat) tahun 4 SM, pada saat wilayah Yudea dipimpin oleh Herodes Yang Agung.
  4. Bukti sejarah mencatat bahwa sensus Quirinius adalah tahun 6 M.
    Sensus Quirinius
    -Sejarawan Yahudi bernama Josephus mencatat bahwa Gubernur Syria bernama Quirinius melakukan sensus untuk wilayah Yudea tahun 6 M.
    Referensi:
    ~http://en.wikipedia.org/wiki/Census_of_Quirinius
Perhatikan bagaimana Injil-injil saling menyangkal satu sama lain, dan sejarah dengan tegas menolak klaim Lukas mengenai waktu tahun berlangsungnya sensus Quirinius.
Masalah Sensus Quirinius ini pada akhirnya membuat sarjana-sarjana Barat modern menjadi kebingungan menghadapi error yang terdapat dalam Injil Lukas karena bertentangan dengan fakta sejarah. Injil Lukas error karena menyatakan sensus Quirinius terjadi pada tahun sebelum masehi (SM)
Apologis Kristen berusaha menjelaskan kontradiksi Injil Lukas dengan membuat teori-teori untuk mengatasi blunder Injil Lukas ini, yaitu usulan agar merevisi Injil Lukas 2:2 dan pernyataan bahwa Quirinius menjabat gubernur Syria sebanyak dua kali. Selain terori tsb, kaum apologis juga memberikan sejumlah bukti arkaeologi yang akan kita bahas di artikel ini.

Usulan revisi Injil Lukas

J.G Herwart (1612) dan P. E. Huschke (1840) memandang perlu adanya revisi untuk Lukas 2:2 untuk mengatasi pertentangan antara fakta sejarah versus Injil lukas. Mereka menyatakan bahwa kata Yunani πρώτη (baca ‘protos’) seharusnya diterjemahkan menjadi “sebelum” atau “yang dahulu”, bukan “pertama” sebagaimana terjemahan Bible modern. F.M. Heichelheim berpendapat bahwa “arti orisinil” dari Injil Lukas 2:2 seharusnya dibaca “Sensus ini adalah pertama sebelum (=πρώτη) Quirinius menjadi kepala daerah di Syria”.2
Usulan revisi Injil Lukas yang diusulkan jelas tidak dapat diterima karena :
  1. 1. Dalam Kisah 5:37, yang juga dikarang oleh Lukas, dinyatakan “ho” (bahasa Yunani) yang artinya “the” (bahasa Inggris), sehingga yang diyakini oleh Lukas hanya ada satu sensus pajak saja.2
    “After this man rose up Judas of Galilee in the days of THE taxing, and drew away much people after him: he also perished; and all, even as many as obeyed him, were dispersed.”(Kisah 5:37 KJV Bible)
  2. Fakta bahwa Lukas (2:1) merujuk pada sebuah sensus sebagai hasil dari dekrit Augustus membuktikan bahwa Lukas memahami sensus Qurininus sebagai sensus pertama Augustus di wilayah Yudea.1
  3. Seandainya Lukas bermaksud “sebelum” pada Lukas 2:2, ia harusnya menggunakan adjective yang benar (yaitu kata Yunani ‘prin’). Lukas menggunakan kata Yunani ‘prin’ yang artinya “sebelum” dalam bahasa Indonesia untuk Lukas 2:26, Lukas 22:61, Kisah 2:20, Kisah 7:2, Kisah 25:16.1

Apakah Quirinius 2 kali menjabat gubernur Syria

Kalangan apologis Kristen mencoba merekonsiliasikan Matius dan Lukas dengan berspekulasi bahwa Quirinius menjabat gubernur wilayah Syria selama dua periode. Periode pertama adalah sewaktu Herodes masih hidup, jadi sensus Quirinius yang diceritakan Injil Lukas itu terjadi pada masa Herodes Yang Agung. Tapi seperti yang telah dibahas diatas, Kisah 5:37 adalah bukti bahwa Lukas hanya menyatakan satu sensus Quirinius saja.
Dan lagi, tidak ada bukti sejarah bahwa Quirinius melayani wilayah Syria sebagai gubernus dua kali. Selain itu, tidak ada yang menjadi gubernur untuk provinsi yang sama sebanyak dua kali dalam sejarah Romawi, sehingga spekulasi kalangan apologis Kristen tidak dapat diterima.1
Teori spekulasi Kristen tsb juga benar-benar absurd. Karena, pertama kita tahu bahwa Quinctilius Varus, BUKAN Publius Sulpicius Quirinius, yang menjadi gubernur Syria dari tahun 7/6 SM s.d 4 SM.2 Artinya apa? Artinya jauh sekali jika dibandingkan dengan kematian Herodes tahun 4 SM! Dan sebelum Quinctilius Varus, yang memegang jabatan gubernur Syria adalah Sentius Saturninus pada tahun 10/9 – 7/6 B.C.2 dan Sentius Saturninus memegang jabatan gubernur Syria setelah M. Titius pada 10 SM. Jadi tidak ada ruang dan waktu untuk Quirinius menjabat gubernur Syria sebelum tahun 6 M!
Sejarah mencatat bahwa Quirinius mencapai kedudukan sebagai konsul pada tahun 12 SM dan hanya mantan konsul saja yang boleh memegang jabatan gubernur Syria pada zaman Augustus, jadi Quirinius tidak dapat menjabat sebagai gubernur Syria sebelum tahun 12 SM. 1

The Lapis Tiburtinus

Kalangan apologis Kristen mencoba membuktikan berdasarkan penemuan inskripsi sebagai bukti bahwa Quirinius memegang jabatan gubernur Syria dua kali, tetapi inskripsi Tiburtinus sama sekali tidak mencatat nama Quirinius. Inskripsi ini adalah sebuah fragmen yang ditemukan di Tivoli (dekat kota Roma) pada tahun 1764, dan sekarang diperlihatkan di Museum Vatikan. Isi inskripsi tsb adalah sbb:
http://liwanagan.blog.com/2010/07/20/kelahiran-yesus-dan-sensus-quirinius/