Kamis, 14 Juli 2011

MENJAWAB: PERCAYA KEPADA BIBEL YANG DITERJEMAHKAN DAN DIMASUKKAN KE DALAM AL QUR’AN

Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)
Percaya kepada Wahyu yang diturunkan Allah
Umat Islam mengakui ada 4 kitab yang diwahyukan yaitu Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur’an. Oleh
sebab itu penganut agama bangsa Arab harus percaya kepada empat kitab suci tersebut.
Mengapa Taurat, Zabur dan Injil harus diimani oleh penganut agama bangsa Arab? Hal ini
disebabkan sebahagian dari ayat-ayat Taurat, Zabur (Mazmur) dan Injil yaitu kitab-kitab
Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang disebut Alkitab telah diterjemahkan ke dalam bahasa
Arab dan dimasukkan ke dalam ayat-ayat Al Qur’an. Hal ini dikonfirmasikan pada ayat-ayat Al-
Qur’an sebagai berikut:
“Dan sesungguhnya Al-Qur’an dalam induk Alkitab di sisi Kami adalah tinggidan penuh hikmat.”
(Az Zukhruf 43:4). (hal
Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)
Tuduhan murahan seperti itu sudah sejak lama dan terlalu sering dilontarkan pihak Kristen untuk
mengguncang kemuliaan Al-Qur’an. Kuno!! Karena mereka kurang memahami isi kandungan
Alkitab/Bibel dan buta akan Al Qur’an, ditambah lagi dengan kebencian dan antipati terhadap
Islam dalam hati dan pikiran mereka.
Kalaupun dikatakan bahwa Al-Qur’an mengandung unsur Taurat, Zabur dan Injil, itu bukan
masalah. Tetapi itu bukan berarti bahwa Nabi Muhammad saw yang memasukkan unsur-unsur
tersebut dalam Al Qur’an, sama sekali bukan. Yang memasukkan unsur-unsur Taurat, Zabur dan
Injil kedalam Al Qur’an adalah Allah Swt. sendiri melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad
saw.
Adanya persamaan ayat antara Al Qur’an dengan ketiga kitab tersebut, tentu saja bukan berarti
Al Qur’an menjiplak dari ketiga kitab itu. Tapi karena memang sumbernya sama, yaitu samasama
dari Allah Swt. Tentu saja yang masuk ke dalam Al Qur’an itu adalah firman-Nya yang
benar dan belum diubah oleh umat Yahudi dalam ketiga kitab sebelumnya. Sebab ayat-ayat
tersebut merupakan wahyu yang diwahyukan kembali oleh Allah Swt. kepada baginda
Muhammad saw.
Oleh sebab itu semua keterangan tentang kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya itu telah
tercakup dalam satu kitab saja yaitu Al Qur’an.
Tentu saja yang dimaksud dengan Taurat, Zabur dan Injil di sini bukan Perjanjian Baru dan
Perjanjian Lama dalam Bibel milik umat Kristen seperti sekarang ini. Kitab yang ada sekarang ini
sudah tidak asli lagi, melainkan sudah dikotori oleh tangan-tangan jahil manusia.
Tertiadap kitab Taurat, Zaburdan Injil yang ada sekarang ini, Rasulullah berpesan agar jangan
percaya keseluruhannya dan jangan pula ditolak keseluruhannya. Itu berarti di dalamnya masih
mengandung kebenaran, walau sedikit.
Ayat-ayat yang masih benar dan asli itu misalnya dalam Kitab Ulangan 6:4 tentang keesaan
Tuhan, ini tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan bisa diterima. Sedangkan kitab Roma 10: 9
yang menyatakan bahwa Allah telah membangkitkan Yesus sebagai Tuhan, ini jelas ditolak umat
Islam karena bertentangan dengan Al Qur’an.
Tentang mana ayat yang benar, mana ayat yang tidak benar, mana yang ditambah, dikurangi,
dirobah dan lain-lain, itulah tugasnya para Kristolog dalam rangka membuktikan kebenaran Al
Qur’an. Sebab dengan banyak menemukan kesalahan, pertentangan, kekeliruan, penambahan,
pengurangan dan lain-lain dalam Alkitab/Bibel, hal ini justru menambah keyakinan akan
kebenaran Al Qur’an sebagai wahyu Allah.
Korelasi Al Qur’an dengan Taurat, Zabur dan Injil
Antara Al Qur’an dengan kitab-kitab wahyu sebelumnya (Taurat, Zabur dan Injil), masih ada
korelasi, antara lain:
1. Kitab-kitab terdahulu sudah tidak orsinil karena dirobah oleh tangan-tangan jahil manusia yang
tidak bertanggung jawab.
“Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka
sendiri, lalu dikatakannya, “Ini dari Allah”, karena mereka hendak memperoleh keuntungan yang
sedikit dengan perbuatan itu” (Qs. Al Baqarah 79).
Maka Al Qur’an sebagai kitab penggantinya, dijamin keotentikannya sepanjang zaman oleh Allah
Swt.
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Qur’an dan sesungguhnya Kami pula yang benarbenar
memeliharanya.” (Qs. Al Hijr 9).
Dalam hal ini, Al Qur’an berfungsi sebagai kitab pengganti untuk menguji ayat-ayat yang telah
dirubah tersebut.
“Sesungguhnya Al Qur’an ini menjelaskan kepada Bani Israel sebagian besar dari (perkaraperkara)
yang mereka berselisih tentangnya.” (Qs. An Naml 76).
Maka tak heran apabila terdapat persamaan antara Al Qur’an dengan Taurat dan Injil. Sebab
sisa-sisa kebenaran dalam Taurat, Zabur dan Injil, diwahyukan kembali oleh Allah Swt. ke dalam
Al Qur’an melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw.
2. Kitab-kitab suci sebelumnya banyak yang disembunyikan kebenarannya.
“Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya tatkala mereka
berkata: “Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia”. Katakanlah, “Siapa yang
menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia,
kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan
(sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya. Padahal telah diajarkan kepadamu
apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui ?” (Qs. Al An’aam 91).
Maka Nabi Muhammad diutus Allah untuk menjelaskan isi Alkitab yang disembunyikan tersebut.
“Hai Ahli Kitab, sungguh telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan kepada kamu
banyak dari isi Alkitab yang kamu sembunyikan dan (pula yang) dibiarkannya. Sungguh telah
datang kepada kamu cahaya dari Allah dan Kitab yang terang.” (Qs. Al Maa-idah 15).
3. Nabi Musa as. dengan Tauratnya dan Nabi Isa as. dengan Injilnya adalah khusus untuk Bani
Israel saja.
“Dan Kami jadikan Al Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil.” (Qs. As Sajdah 23).
“Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan
Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil.” (Qs. Az Zukhruf 59).
Maka Al Qur’an sebagai kitab suci pamungkas diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad, untuk
seluruh alam semesta, termasuk orang-orang sebelumnya (pengikut Nabi Isa as).
“Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya ? Katakanlah. “Datangkanlah
keterangan-keterangan kamu. Al Qur’an ini adalah pengajaran bagi orang-orang yang bersamaku
dan pengajaran bagi orang-orang sebelumku”. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui
kebenaran, karena itu mereka berpaling.” (Al Anbiyaa’ 24).
“Dan tiadalah ia (Al Qur’an) melainkan pengajaran untuk semesta alam.” (Al Qalam 52 dan At
Takwiir 27).
“Dan Al Qur’an ini diwahyukan kepadaku (Muhammad), supaya dengannya (Al Qur’an itu) aku
memberi peringatan kepada kamu dan kepada orang-orang yang sampai (Al Qur’an)
kepadanya.” (Al An’aam 19).
Sumber: “Pendeta Menghujat Muallaf Maralat”, Insan L.S. Mokoginta (Wenseslaus), FAKTA (Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan), Jakarta, 1999.