Selasa, 27 September 2011

Bible Mengajarkan untuk Mengkafani Jenazah

Awalnya, mayat Yesus dirawat dengan cara dikafani.


"Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimateayang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga. Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya. Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengafaninya dengan kain lenan yang putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru yang digalinya di dalam bukit batu dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia. Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu" (Matius 27 : 57-62).
"Adalah seorang yang bernama Yusuf. Ia anggota sebuah Majelis Besar, dan seorang yang baik lagi benar. Ia tidak setuju dengan putusan dan tindakan majelis itu. Ia berasal dari Arimatea sebuah kota Yahudi dan ia menanti-nantikan Kerajaan Allah. Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Dan sesudah ia menurunkan mayat itu, ia mengafaninya dengan kain lenan lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah di baringkan mayat. Hari itu adalah persiapan dan Sabat hampir mulai. Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan melihat kubur itu dan bagaimana mayatNya dibaringkan. Dan setelah pulang mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur" (Lukas 23:50-56a).

Matius dan Lukas dengan jelas menerangkan mayat Yesus yang dirawat dengan cara dikafani. Lalu, mengapa saat ini ketika meninggal dunia umat Kristen tidak dikafani, tetapi justru dirias (berjas, bersepatu, bersapu tangan, bermake-up, berjubah, bertopi, membawa tas atau tongkat) ?. Mengapa mereka tidak meniru cara Yesus dimakamkan, yakni dengan cara dikafani? Manakah yang ditiru, Bible atau doktrin gereja?
Orang yang mati kemudian dikafani adalah hal yang lumrah terjadi pada waktu itu karena memang demikian ajaran Tuhan yang dipraktikkan oleh Yesus dan komunitas Yahudi pada umumnya. Pada kisah Lazarus dibangkitkan, mayat Lazarus juga dikafani.

"Dan sesudah berkata demikian berserulah Ia dengan suara keras: 'Lazarus marilah keluar!' Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi" (Yohanes 11:43-44).

Petrus dan orang-orang muda merawat jenazah Ananias, juga dengan cara dikafani.

"Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan terputuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu. Lalu datanglah beberapa orang muda, mereka mengafani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya" (Kisah Para Rasul 5:5-6).

Jadi semuanya sudah jelas: mayat dirawat dengan cara dikafani. Lalu, darimana datangya praktik meriasi jenazah atau kreasi memasukkan mayat ke dalam peti yang mahal? Jika mengubur dengan cara di peti tidak ada tuntunannya sama sekali dalam Bible, lalu dari mana datangnya tradisi itu?


Sumber: Evolusi Kristen, Penulis M.I. Ananias, Penerbit Gelanggang